buku

Pangeran Fawaz dapat kompensasi dari negara setelah rumahnya di Inggris kemalingan

Ketika Mercedes kami tumpangi makin mendekati jet pribadi itu, saya melihat seorang awak kabin berdiri di bawah tangga pesawat untuk menyambut Pangeran Fawaz.

13 Juni 2020 08:00

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.

*******

Pangeran Fawaz dapat kompensasi dari negara setelah rumahnya di Inggris kemalingan

Menjelang berakhirnya lawatan Pangeran Fawaz bin Abdul Aziz di Inggris, saya secara kebetulan sudah membuktikan semua pengeluarannya ditanggung oleh negara. Kerugian lantaran rumahnya dimasuki pencuri diganti semua.

Setelah peristiwa kemalingannya itu, Pangeran Fawaz tidak merasa nyaman lagi tinggal di rumah pedesaan miliknya sangat bagus sekali. Rumah itu pun segera diiklan di pasar properti.

Sisa waktu dalam kunjungan Pangeran Fawaz berlalu tanpa ada masalah. Kami kemudian menemani Pangeran Fawaz berangkat ke bandar udara. Kedutaan besar Arab Saudi di Ibu Kota London telah mengatur agar kami langsung ke ruang tunggu khusus Hillingdon. Martini menemui kami di sana.

Ketika kami memasuki ruang tunggu VIP itu, sebuah jet pribadi Gulfstrem dilengkapi simbol bendera Saudi telah siap dan menanti di landasan.

Martini lalu merampungkan segala formalitas diperlukan. Staf ruang tunggu VIP membawakan kami aneka makanan dan minuman tanpa ada yang mengandung alkohol. Saya cuma tersenyum kecut mengetahui hal itu.

Dua pangeran Arab Saudi berusia muda juga menunggu penerbangan mereka dalam ruangan tunggu VIP sama dengan Pangeran fawaz. Keduanya lantas mendekati Pangeran Fawaz dan mencium bahu kanannya sebagai tanda penghormatan.

Saya melihat Martini sudah melewati pos VAT menuju bagian bea dan cukai untuk mendapat stempel. Dia kemudian menerima sebuah amplop berisi fulus dari Pangeran Fawaz sebagai upah dari pelayanan diberikan, tip bagi staf, dan buat membayar jasa telah digunakan.

Kami lalu meninggalkan ruang tunggu dan masuk ke dalam mobil Mercedes kemudian berangkat mengikuti mobil bandar udara mengawal kami hingga ke dekat pesawat Gulfstream kepunyaan Pangeran Fawaz.

Ketika Mercedes kami tumpangi makin mendekati jet pribadi itu, saya melihat seorang awak kabin berdiri di bawah tangga pesawat untuk menyambut Pangeran Fawaz. Keluar dari mobil, gendang telinga saya langsung disambut deru mesin pesawat. Pangeran Fawaz menyampaikan ucapan selamat tinggal kepada kami.

Dia juga sempat berbicara sebentar dengan Martini dan kemudian menaiki anak tangga masuk ke dalam pesawat. Gulfstream segera melaju menuju posisi untuk lepas landas. Tidak lama kemudian, pesawat milik Pangeran Fawaz sudah terbang.

Satu tugas lagi sudah saya rampungkan. Saya memuji diri.

Mark Young, penulis buku Saudi Bodyguard. (Twitter)

Pengintaian terakhir sebelum liburan musim panas bareng keluarga Pangeran Misyari

Sekitar 13 Juni 1985, saya berhenti menekuni pekerjaan mengintai seseorang.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korupnya anak Raja Fahad

Koran-koran Inggris menulis anggota parlemen Jonathan Aitken sebagai pemasok pelacur bagi para pangeran Saudi.

Mark Young bersama Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan istrinya, Puteri Al-Anud binti Fahad. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

the Elephant on the River, restoran kesukaan Pangeran Fawaz di London

Suatu malam, saat kami mengunjungi klub Tramp di Jalan Jermyn, perhatian kami tertuju kepada aktor Hollywood Sylvester Stallone, juga berada di sana waktu itu.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Fawaz dicopot dari jabatannya sebagai gubernur Makkah karena doyan mabuk

Pangeran Fawaz bin Abdul Aziz juga senang bermain dengan pelacur saban berlibur ke Paris.





comments powered by Disqus