IQRA

Perempuan di Sarang ISIS (4)

Pasar budak di Mosul

"Hari ini adalah hari pasaran budak," kata seorang lelaki bergamis dan berpeci serba putih dengan berewok lebat dan panjang.

29 Desember 2014 01:47

Beginilah kelakuan bejat anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Melalui sebuah rekaman video tidak disebutkan tanggalnya terungkap mereka memperjualbelikan perempuan-perempuan Yazidi di Mosul, kota terbesar kedua di Irak, mereka kuasai sejak Juni lalu.

Rekaman itu diawali oleh kemunculan seorang lelaki bergamis dan berpeci serba putih dengan berewok lebat dan panjang. Dia mengenakan jam tangan di pergelangan tangan kanan dan cincin di kelingking kanannya.

"Hari ini adalah hari pasaran budak," katanya seraya tersenyum menghadap ke arah kamera. Sambil mengangkat lengan kanannya dia menambahkan, "Hari ini adalah hari pembagian. Insya Allah tiap orang mendapat bagian."

Semua anggota ISIS dalam rekaman video itu berbicara dalam bahasa Arab. Menurut Al Aan TV menerjemahkan percakapan mereka ke dalam bahasa Inggris, pasar budak perempuan ini berlangsung di Mosul.

Seorang pria duduk di sebelah kanannya menimpali. "Saya bersumpah teman, saya tengah mencari seorang gadis. Saya berharap bisa mendapatkan satu orang," ujar lelaki berpeci hitam dan berkemeja abu-abu ini.

Lelaki di awal rekaman tersenyum seraya mengusap janggutnya dengan tangan kanan. Keduanya lantas tertawa bersama. Lalu satu pria duduk di sebelah kirinya ikutan omong, "Hari ini adalah hari budak perempuan dan kita harus mendapatkan jatah kita."

Jual beli pun segera berlangsung. Seorang penjual menawarkan budak perempuannya untuk ditukar dengan sepucuk pistol glock.

Penjual lain berniat melepas satu budak perempuannya seharga lima lembar uang. Terjemahan dalam rekaman video itu menjelaskan satu lembar fulus itu mungkin setara US$ 100.

Para pembeli mengatakan mereka hanya mau membayar seorang perempuan Yazidi tergantung kecantikannya. Mereka perlu memeriksa apakah budak seks ditawarkan sesuai selera mereka.

Para anggota ISIS itu lebih bernafsu kepada perawan Yazidi bermata biru atau hijau. Harga mereka paling tinggi. Lelaki di awal rekaman menyukai perempuan bermata biru. "Saya akan membayar dengan tiga lembar uang (untuk perempuan bermata biru)," tuturnya.

Yang lain bilang dia perlu mengecek gigi dari seorang gadis Yazidi 15 tahun tengah dilelang. "Jika dia tidak punya gigi, kenapa saya mau dia?" katanya.

Amnesty International September lalu mengklaim ISIS memperbudak dan menyiksa ratusan kalau bukan ribuan perempuan dan anak Yazidi. Kelompok radikal dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini bulan lalu mengakui secara resmi praktek budak seks merek lakoni terhadap kaum hawa dari etnik minoritas Yazidi. Pengakuan ini mereka sampaikan lewat Dabiq, majalah berbahasa Inggris milik ISIS.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia mengklaim sebagai khalifah setelah ISIS merebut Kota Mosul, Irak, Juni lalu. (theweek.com)

Jejak darah di sandal plastik

Hingga Juni 2014 penjara tadinya dihuni sedikitnya 23 orang berkurang menjadi tujuh tawanan.

ISIS eksekusi Alan Henning. (www.nydailynews.com)

Trio Amerika dan Inggris

Saat ISIS tengah berpacu dalam perundingan, kondisi dialami tawanan kian menyeramkan. Mereka bahkan cuma dikasih secangkir teh makanan saban hari.

Pasukan ISIS. (www.nbcnews.com)

Setelah ISIS berkuasa

Setelah berbulan-bulan menawan mereka tanpa membikin tuntutan, ISIS tiba-tiba saja membuat sebuah rencana untuk meminta uang tebusan.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Mualaf bernama Abu Hamzah

Ketika para sipir membawa Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris, James Foley menghabiskan berjam-jam untuk membaca kitab suci itu.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR