IQRA

Singkap Tabir Abu Bakar al-Baghdadi (1)

Khalifah palsu berlumur darah

"Gelar khalifah hanya bisa diberikan oleh seluruh orang Islam di dunia, bukan oleh satu kelompok," kata Syekh Yusuf al-Qardawi.

22 Desember 2014 17:25

Dunia heboh. Jumat pertama Ramadan di awal Juli lalu lelaki mengaku bernama Abu Bakar al-Baghdadi muncul di depan publik. Pria mengangkat dirinya sendiri sebagai khalifah (pemimpin kaum muslim sejagat) ini berkhotbah di Masjid Agung di Kota Mosul, Irak.

Berjubah dan bersorban serba hitam untuk menandakan dirinya keturunan Nabi Muhammad, Khalifah Ibrahim, nama lain Baghdadi, mengajak semua orang Islam bergabung bersama dia dan berjihad di jalan Allah.

Dia sesumbar di bawah kepemimpinannya dunia Islam bakal kembali meraih kehormatan, hak, dan kepemimpinannya di jagat ini. "Saya adalah pemimpin bagi kalian semua meski saya bukan yang terbaik," kata Baghdadi.

"Jika kalian melihat saya benar, bantu saya. Bila kalian menyaksikan saya salah, nasihati saya dan kembalikan saya ke jalan benar," ujarnya. "Taati saya selama saya patuh kepada Allah."

Baghdadi menyanjung kemenangan jihad telah mengembalikan era kekhalifahan Islam setelah lenyap berabad-abad. "Allah memberikan kemenangan kepada saudara kalian, para mujahidin, setelah bertahun-tahun berjihad dan bersabar...jadi mereka mengumumkan kekhalifahan dan menunjuk khalifah," tuturnya.

Nahas. Di tengah khotbah mantap dan mampu membius para pengikutnya, Baghdadi berbuat ceroboh. Jam tangan mewah bermerek Rolex terlihat melingkari pergelangan tangan kanannya saat lengan jubahnya tersingkap.

Padahal Rasulullah dan empat khalifah sesudahnya bersikap bersahaja. Bahkan nabi sering puasa selang sehari karena tidak mempunyai makanan dan minuman.

Parahnya lagi, khalifah palsu ini mendapat jabatan mentereng itu dengan tangan berlumuran darah. Dia berperang dengan sangat kejam - mengeksekusi dan memenggal lawan sudah tidak berdaya. Banjir darah atas perintah Baghdadi ini meluas mulai Suriah hingga ke Irak.

Ulama Sunni Yusuf al-Qardawi menegaskan klaim berdirinya kekhalifahan dipimpin Baghdadi itu melanggar syariat Islam. "Gelar khalifah hanya bisa diberikan oleh seluruh orang Islam di dunia, bukan oleh satu kelompok," katanya.

Melalui perwakilannya, Abbas Shuman, imam besar Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, menyebut negara Islam bentukan Baghdadi adalah teroris. "Kekhalifahan Islam tidak bisa dibentuk dengan paksaan. Menguasai sebuah negara dan membunuh setengah penduduknya...ini bukan ciri negara Islam. Ini adalah terorisme."

Ulama Yordania, Abu Muhammad al-Maqdisi, mentor mendiang pemimpin Al-Qaidah di Irak Abu Musab al-Zarqawi, juga mengecam pembentukan negara Islam bikinan Baghdadi itu. Menurut dia, hal itu hanya makin melanggengkan pertumpahan darah.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

ISIS benarkan Abu Bakar al-Baghdadi tewas

Dia dinyatakan terbunuh akibat serangan udara di Provinsi Ninawih, Irak.

Perdana menteri Irak Haidar al-Abadi bersalaman dengan seorang komandan pasukan Irak setibanya di Kota Mosul, 9 Juli 2017, untuk mengumumkan pembebasan Mosul dari ISIS. (Twitter/@HaiderAlAbadi)

Irak bebaskan Mosul dari ISIS

Sepekan sebelumnya, Abadi sudah mengumumkan berakhirnya khilafah islamiyah versi ISIS setelah pasukan Irak merebut Masjid An-Nuri telah menjadi puing akibat diledakkan ISIS.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Calon pengganti Baghdadi

Iyad al-Ubaidi dan Ayad al-Jumaili sebagai dua kandidat terkuat merupakan bekas perwira angkatan darat zaman Saddam Husain.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR