IQRA

Singkap Tabir Abu Bakar al-Baghdadi (3)

Agen Mossad berdarah Yahudi

Nama asli Abu Bakar al-Baghdadi adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia direkrut dan dilatih Mossad setahun.

22 Desember 2014 18:03

Bocoran dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika serikat (NSA) ini tentu sungguh mengejutkan. Menurut Edward Snowden, mantan pegawai NSA telah mendapat perpanjangan izin tinggal di Rusia untuk tiga tahun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah bentukan dari dinas intelijen Amerika bersama Inggris, dan Israel.

Snowden bilang pihak intelijen dari ketiga negara itu menciptakan sebuah organisasi teroris untuk menarik perhatian kaum ekstremis dari seantero dunia ke satu tempat. Strategi ini disebut sarang langau.

Pembentukan ISIS ini merupakan siasat buat melindungi rezim Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan islami. "Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah menciptakan satu musuh bersama di sekitar Israel," tulis dokumen rahasia NSA.

Bocoran dokumen NSA mengungkapkan pula pemimpin ISIS sejak Ramadan lalu mengangkat dirinya sebagai khalifah (pemimpin kaum muslim sejagat) Abu Bakar al-Baghdadi menjalani pelatihan militer selama setahun digelar Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Dia diajarkan pula soal teologi Islam dan kemampuan berpidato.

Veterans Today melansir laporan lebih rinci lagi. Jurnal bidang militer dan luar negeri ini menulis Baghdadi sebenarnya adalah orang Yahudi dan merupakan agen Mossad.

Nama aslinya adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi. Elliot direkrut dan dilatih oleh Mossad buat memata-matai dan melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat Arab dan muslim.

Informasi sejatinya dari Edward Snowden itu mengungkapkan Elliot alias Baghdadi bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi disebut ISIS - kini mengklaim sebagai kekhalifahan Islam dengan Baghdadi sebagai khalifah - untuk menarik perhatian para teroris dari seluruh dunia.

ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqah serta Mosul di Irak. Pengaruh mereka telah meluas hingga Indonesia.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia mengklaim sebagai khalifah setelah ISIS merebut Kota Mosul, Irak, Juni lalu. (theweek.com)

Jejak darah di sandal plastik

Hingga Juni 2014 penjara tadinya dihuni sedikitnya 23 orang berkurang menjadi tujuh tawanan.

ISIS eksekusi Alan Henning. (www.nydailynews.com)

Trio Amerika dan Inggris

Saat ISIS tengah berpacu dalam perundingan, kondisi dialami tawanan kian menyeramkan. Mereka bahkan cuma dikasih secangkir teh makanan saban hari.

Pasukan ISIS. (www.nbcnews.com)

Setelah ISIS berkuasa

Setelah berbulan-bulan menawan mereka tanpa membikin tuntutan, ISIS tiba-tiba saja membuat sebuah rencana untuk meminta uang tebusan.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Mualaf bernama Abu Hamzah

Ketika para sipir membawa Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris, James Foley menghabiskan berjam-jam untuk membaca kitab suci itu.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR