IQRA

Imigrasi Massal Yahudi Uni Soviet (4)

Menjadi lebih Israel

Masa hidup imigran Soviet di Israel lebih panjang sepuluh tahun ketimbang semasa hidup di negara asal mereka.

09 Maret 2015 11:26

Tidak seperti kelompok imigran Yahudi lainnya, para imigran berbahasa Rusia tidak ingin membaur. "Aliyah ini datang dengan banyak energi, pengetahuan, ambisi, dan banyak keinginan untuk berhasil," kata Natan Sharansky. "Mereka telah menerima dan belajar banyak untuk menjadi orang Israel, tapi mereka paham benar sistem pendidikan, teater, dan program televisi apa mereka inginkan."

Keinginan buat melakukan segalanya dengan cara mereka dan melayani kepentingan mereka terbukti di arena politik. Pada pemilihan umum 1992, sekitar empat partai berlomba menggaet suara kaum imigran Uni Soviet, tapi tidak satu pun berhasil melenggang hingga ke Knesset (parlemen Israel).

Kemudian pada 1996 Sharansky membikin Partai Yisrael b’Aliyah, menjadi salah satu kekuatan bagi imigran Soviet buat menyalurkan pendapat tapi akhirnya bergabung dengan Partai Likud. Partai Yisrael Beitenu dipimpin Avigdor Liberman sukses menjadi partai dihuni mayoritas politisi berbahasa Rusia.

Namun menurut Profesor Larissa Remennick dari Departemen Sosiologi dan Antropologi Universitas Bar-Ilan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel, makin lama mereka tinggal di Israel mereka kian menjadi orang Israel. "Partai-partai ini secara bertahap memudar karena kian banyak imigran berbahasa Rusia memilih partai besar seperti kebanyakan orang Israel," ujarnya.

Jika para imigran berbahasa Rusia tiba di awal 1990-an menyatakan diri mereka adalah orang Rusia kemudian baru Israel, catat Sharansky, anak-anak mereka kini malah kebalikannya. Sebuah tanda penting mereka telah berubah menjadi lebih Israel adalah mereka memiliki keluarga lebih besar. "Semasa di Uni Soviet satu atau dua anak adalah norma. Sekarang mereka mempunyai tiga atau empat anak."

Wartawan Lily Galili menjelaskan kehidupan di Israel juga membentuk prioritas mereka. "Banyak dari mereka tadinya membawa uang untuk penguburan, namun akhirnya dipakai buat melancong ke luar negeri dan menjadi warisan bagi cucu-cucu mereka," tuturnya.

Kehidupan di Israel juga memberi pengaruh positif bagi usia hidup mereka. Galili mengutip data statistik menyebut para imigran berlisan Rusia memiliki usia lebih panjang sepuluh tahun ketimbang semasa hidup di Uni Soviet. "Itu merupakan kombinasi dari diet, iklim, dan layanan kesehatan lebih baik," kata Galili.

Jumlah kedatangan imigran berbahasa Rusia ke Israel

1989: 12.700 orang 1990: 183.400 orang 1991: 146.700 orang 1992: 64.400 orang 1993: 65.700 orang 1994: 67.300 orang 1995: 64.300 orang 1996: 58.500 orang 1997: 54.300 orang 1998: 45.900 orang 1999: 66.800 orang 2000: 50.800 orang 2001: 33.800 orang 2002: 18.900 orang 2003: 12.700 orang 2004: 10.500 orang 2005: 9.600 orang 2006: 7.600 orang 2007: 6.700 orang 2008: 5.800 orang 2009: 7.100 orang 2010: 7.300 orang 2011: 7.500 orang 2012: 7.500 orang 2013: 7.600 orang 2014: 9.100 orang

Total: 1,03 juta imigran Sumber: Kementerian Penyerapan Imigran Israel

Gedung Teater Gesher di Israel. (commons.wikimedia.org)

Menjadikan Israel lebih sekuler dan berhaluan kanan

Toko-toko daging milik imigran Soviet menjual babi dan daging tidak halal lainnya. Jaringan supermarket mereka buka di hari Sabbath.

Natan Sharansky, tokoh gerakan pembebasan Yahudi Soviet, tiba di Israel pada Februari 1986 bersama istrinya, Avital. (alex levac)

Inspirasi dari Yahudi Soviet

Gerakan pembebasan Yahudi Soviet mendapat sokongan Barat karena merasa bersalah tidak maksimal membantu orang-orang Yahudi Eropa sebelum dan selama Holocaust.

Imigran Yahudi dari Uni Soviet setiba di Israel. (pavel wohlberg)

Membuka Pintu Besi lalu beremigrasi

Imigran-imigran Yahudi dari Uni Soviet dianggap tidak mau berbaur.

Serangan 11 September 2001 menghantam menara kembar WTC di Kota New York, Amerika Serikat. (www.dailymail.co.uk)

Mossad dalangi Teror 11/9

Pelaku pengeboman pertama menara kembar WTC juga agen Mossad.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR