IQRA

Petaka Zionisme (1)

Hakikat Zionisme

"Zionisme adalah pekerjaan setan, penistaan agama," kata mendiang Rabbi Agung Joel Teitelbaum.

16 Maret 2015 00:02

Zionisme adalah sebuah gerakan dibentuk oleh Theodor Herzl pada 1896. Bertujuan mengembalikan orang-orang Yahudi di seantero jagat ke Eretz Yisrael atau Zion, nama lain untuk Yerusalem atau Tanah Israel.

Nama Zionisme berasal dari kata Zion, nama sebuah bukit di Kota Yerusalem di mana pernah berdiri kuil Sulaiman. Pendukung dari gerakan ini disebut Zionis. Namun saat ini terdapat kebingungan di antara bangsa Yahudi soal istilah Zionisme. Artinya berbeda untuk banyak orang. Alasannya lantaran faktor sejarah.

Zionisme telah menjadi gerakan dikuasai Yahudi sekuler. Herzl dan kawan-kawannya merupakan Yahudi campuran tidak meyakini atau mempraktekkan Torah (Taurat dalam bahasa Ibrani). Bahkan beberapa kaum Zionis antiagama dan menilai ajaran Torah tidak sesuai konsep negara modern.

Alhasil, inti dari gagasan Zionis bangsa Yahudi harus kembali ke Tanah Suci dan mendirikan negara tidak saja bersifat sekuler. Kenyataannya, sejak awal gerakan Zionis mempunyai anggota dari kalangan religius.

Beberapa kaum Yahudi sekarang ini menggunakan istilah Zionisme sebagai sinonim bagi negara Israel sekuler. Mereka mendukung negara Israel meski menjadi anti-Zionis. Kelompok semacam ini hanya mengeluhkan negara Israel karena kurang religius. Mereka berharap suatu saat Israel bisa didominasi partai-partai religius.

Tapi hakikat dari Zionisme bukan seperti itu. Ini merupakan konsep di mana bangsa Yahudi harus bangkit, keluar dari pengasingan tanpa menunggu Sang Penyelamat dan mendirikan pemerintahan Yahudi di Tanah Suci. Ide ini melanggar Torah dan ditolak para rabbi dari semua generasi. Rabbi-rabbi Zionis kerap mengklaim kesimpulan itu muncul lantaran negara Israel dianggap kurang religius.

Rabbi Gedalya Lieberman dari Australia menulis Zionisme adalah fenomena rasis chauvinis dan bertolak belakang dengan ajaran Yudaisme. "Yudaisme adalah sebuah agama, bukan ras atau kebangsaan," katanya seperti dilansir truetorahjews.org.

Rabbi Agung Joel Teitelbaum hingga akhir hayatnya di New York, Amerika Serikat, mengutuk gerakan Zionis. Dia menuding enam juta orang Yahudi tewas dibantai tentara Nazi Jerman pada Perang Dunia kedua merupakan hukuman Tuhan terhadap Zionisme. "Zionisme adalah pekerjaan setan, penistaan agama," dia menegaskan.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

Konsep Kuil Suci ketiga bakal dibangun buat menggantikan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. (jta.org)

Tiga sandungan gagalkan pembentukan negara Palestina

Palestina hanya bisa menjadi negara dengan syarat mereka atau Israel mengambil langkah kompromi sangat amat menyakitkan: mengalah untuk urusan Yerusalem. Bisa dipastikan kedua pihak bertikai tidak mau melakoni itu.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Isu Palestina konflik agama

Bagi Palestina dan Israel, merebut dan mempertahankan Yerusalem adalah kewajiban atas nama agama dan itu tidak dapat dikompromikan.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Belah Palestina berkah Israel

Tidak adanya persatuan ini memang diinginkan oleh Israel dan begitulah taktik penjajah: memecah belah rakyat jajahan mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

bocah gaza

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

25 November 2020

TERSOHOR