IQRA

Hidup Dalam Kuasa ISIS (3)

Al-Qaidah masih jauh lebih baik

ISIS mengharamkan pelajaran seni, musik, geografi, filsafat, sosiologi, psikologi, dan agama Kristen

23 Maret 2015 16:22

Sabtu, 4 Oktober 2014. Pasukan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) berhasil menguasai Hit hanya dalam hitungan jam. Sekitar seratus ribu penduduk - sebagian besar berpaham Sunni - menghuni kota kecil ini terbelah: ada yang menyokong dan menolak.

Faisal, pegawai pemerintah berusia 35 tahun dan telah beranak dua, termasuk yang menentang kehadiran milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu. Karena itulah dia pergi dari sana dan kini bersama keluarganya menetap di Irbil, ibu kota wilayah Kurdistan, utara Irak.

Dia masih ingat betul bagaimana ISIS datang. Sekitar pukul empat pagi terdengar bunyi ledakan sebuah bom menghantam pos pemeriksaan utama di Hit. Kemudian mulai terdengar baku tembak di dalam dan luar kota. Pasukan ISIS ini dibantu sel-sel tidur menyerang dari dalam. "Mereka menguasai seluruh kantor polisi kecuali dua baru bisa direbut jam lima sore. Sehabis itu ISIS mengontrol seisi kota," katanya kepada surat kabar the Independent.

Faisal, bukan nama sebenarnya, mengaku tidak menolak kehadiran ISIS di awal-awal. Apalagi banyak tetangganya menjadi anggota sehingga mereka mengenal siapa Faisal. Mereka memiliki daftar orang buruan dan kadang memeriksa kartu identitas para pelintas.

Dia mengungkapkan setelah mencaplok Hit, ISIS melarang warga menjual makanan ke penduduk Haditha, sekitar 80,5 kilometer dari Hit, karena masih dikuasai pemerintah. Sebagai balasan, Haditha menyetop pasokan listrik buat Hit dan kota-kota lainnya telah direbut ISIS.

Akibatnya semua proyek bergantung pada listrik di Hit terhenti, termasuk fasilitas penanganan air limbah. Sehingga masyarakat kekurangan air bersih dan terpaksa mengambil air dari Sungai Eufrat sudah amat tercemar.

Lantaran Hit pusat pertanian, bahan makanan berlimpah dan harganya murah, namun penduduk tidak bisa membeli karena sudah tidak ada pekerjaan dan mereka tidak punya uang. Hanya pegawai pemerintah Irak saja masih memperoleh gaji. Meski Baghdad sudah kehilangan kontrol, mereka masih mengupah para pegawainya di Hit untuk memelihara kesetiaan mereka.

ISIS menyediakan sejumlah layanan termasuk memasok tabung gas hampir selalu digunakan di Irak untuk memasak, buat diisi kembali di Raqqah, Suriah.

Faisal membenci ISIS sebab mereka mencampuri semua aspek kehidupan warga Hit: pendidikan, masjid, pakaian perempuan, pajak toko, dan lainnya. Dalam komunikasi lewat telepon satelit, orang tua dan abang-abangnya bilang ada sekitar dua ribu lelaki ditunjuk untuk mengawasi toko-toko di seantero Hit dan mengutip pajak dari mereka serta gaji para pelayan toko.

Di bidang pendidikan ISIS mengubah kurikulum dan mengajarkan pelajaran seperti mereka wajibkan di Raqqah dan Fallujah. Beberapa pelajaran dimodifikasi atau dibatalkan, seperti filsafat dan kimia.

"Mereka mengharamkan pelajaran seni, musik, geografi, filsafat, sosiologi, psikologi, dan agama Kristen," ujar Faisal. Guru biologi dilarang menjelaskan soal evolusi. Pelajaran bahasa Arab tidak boleh mengajarkan syair-syair kafir (merujuk pada wilayah-wilayah di luar kekuasaan ISIS sebagai daerah kafir).

Faisal menjelaskan bensin dan minyak pelumas masih tersedia di Hit, namun harganya mahal dan kualitasnya buruk.

ISIS amat takut telepon seluler dan Internet dipakai buat membocorkan informasi mengenai kelompok mereka. Karena itu, lokasi para pentolan ISIS dan unit-unit militer mereka dirahasiakan. Hingga bulan lalu telepon seluler masih bisa beroperasi di ISIS, tapi kemudian pecah pertempuran di kota tetangga, Al-Baghdadi. ISIS meledakkan tiang-tiang transmisi sehingga telepon seluler tidak bisa dipakai lagi di Hit.

Internet di Provinsin Anbar sudah mati delapan bulan terakhir memaksa penduduk memakai telepon satelit bisa dikontrol ISIS. Belakangan mereka menawarkan layanan Internet terbatas di kantor-kantor atau lokasi dalam pengawasan mereka. Tidak ada akses Internet di rumah-rumah penduduk. "Kalau lagi di tempat umum ISIS bisa memantau komputer kita gunakan sehingga mereka bisa tahu apa yang sedang kita cari dan dengan siapa kita berbicara," tutur Faisal.

ISIS memusatkan perhatian pada masalah agama dan penyebaran paham Islam versi mereka. Faisal menjelaskan banyak imam masjid di Hit digantikan oleh orang asing, kebanyakan dari Arab Saudi, Tunisia, Libya, dan Afghanistan. Beberapa hanya bertugas sementara saat salat dan khotbah Jumat, sebagian lagi bersifat tetap.

Dia menambahkan ISIS juga menjual gaya berpakaian mereka. Biasanya di tiap mulut jalan utama atau pasar ada serombongan anggota ISIS menjajakan abaya, jilbab, dan cadar serba hitam bagi perempuan. Jika seorang wanita tidak memiliki setelan seperti itu, dia mesti membeli seharga Rp 155 ribu.

Faisal mengakui banyak tetangganya bergabung dengan ISIS karena alasan ekonomi. Mereka digaji 175 ribu dinar Irak sebulan atau hampir Rp 2 juta. "Mereka bilang gaji itu cukup karena mereka juga mendapat banyak keistimewaan, seperti bahan bakar, tabung gas, gula, teh, roti, makanan lain, semua gratis," tuturnya.

ISIS masih memiliki basis keuangan kuat. Mereka merampas rumah-rumah tadinya milik orang-orang bekerja di kepolisian, pengadilan, dan pasukan keamanan Irak. Penyitaan ini berdasarkan putusan pengadilan syariah bentukan ISIS di mana hakim-hakimnya berasal dari Libya dan Tunisia.

Faisal membandingkan Al-Qaidah pernah menguasai Hit satu daswarsa lalu masih jauh lebih baik ketimbang ISIS. "Kami membenci pemerintah tapi ISIS bukan pengganti tepat. Kami tidak suka ISIS namun bayangkan bila milisi Syiah datang menggantikan," katanya. "Situasinya akan lebih buruk. "Tiap pengganti lebih buruk dari sebelumnya."

Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal, jihadis ISIS asal Indonesia. (shotussalam.co)

Adu status jihadis ISIS

Tidak ada satu pun jihadis Indonesia memiliki akses ke lingkaran dekat Baghdadi.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Salib terjerembab di tanah Arab

"Untuk pertama kali dalam dua ribu tahun, tidak ada layanan gereja di Mosul."

Peta wilayah kekuasaaan ISIS di Suriah dan Irak. Warna merah menunjukkan daerah dikontrol ISIS dan yang berarsir adalah daerah penyokong ISIS. (New York Times)

Kisah pisah Diyaa dan Rana

Diyaa dan Rana terpisah setelah ISIS mencaplok Bakhdida. Keduanya menjadi tawanan di Mosul di tempat berbeda.

Peta Irak. (bbc.com)

Mimpi buruk di Bakhdida

ISIS menguasai Bakhdida, kota Kristen terbesar di Irak, tanpa perlawanan setelah pasukan Kurdi mundur dari sana.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR