IQRA

Dunia Tanpa Israel (2)

Andai pinta Rothstein terkabul

M.L. Rothstein mengusulkan pembentukan negara Yahudi di Teluk Persia.

30 Maret 2015 08:08

Pada September 1917, Duta Besar Inggris untuk Prancis Lord Francis Bertie menerima proposal tidak lazim dari Dr. M.L. Rothstein, lelaki Yahudi berdarah Rusia bermukim di Ibu Kota Paris, Prancis. Bertie menjelaskan kepada atasannya, Menteri Luar Negeri Arthur James Balfour, Rothstein meminta kepada negara-negara sekutu mempersenjatai dan menata pasukan Yahudi untuk merebut Provinsi Al-Hasa di Turki, sebuah kawasan subur di pantai timur Teluk Persia (kini masuk wilayah Arab Saudi) buat mendirikan negara Yahudi.

Rothstein yakin dia bisa mengumpulkan 120 ribu personel pada musim semi. Jumlah ini bertambah dua kali lipat jika digabung dengan pasukan sekutu. Awalnya dia mengakui rencana itu tidak realistis, namun dia percaya bisa dilaksanakan.

Pasukan gabungan ini nantinya berkumpul di Bahrain. Bila jumlahnya telah mencapai 30 ribu serdadu, serangan atas Al-Hasa sudah bisa dilakukan. "Pasukan Yahudi akan segera mulai menyerbu sampai menang atau kalah," tulis Rothstein dalam suratnya.

Tidak ada yang tahu siapa sebenarnya Rothstein. Dia cuma mengaku dokter asal Rusia. Dia memiliki putra bernama Amedee, terbunuh dalam Pertempuran Verdun 1916.

Pemerintah Inggris menolak proposal Rothstein itu dengan alasan gagasannya sama sekali tidak tepat. Sekretaris pribadi Balfour kemudian menyurati Bertie pada 3 Oktober 1917, meminta dia memberitahu Rothstein proposalnya ditolak.

Kurangnya bukti dokumentasi dan biografi soal Rothstein menimbulkan asumsi rencananya itu bukan bagian dari gerakan resmi mempunyai pengaruh atau kekuatan. Apalagi tidak diketahui apa motif dari Rothstein mengajukan ide itu.

Proposal ini terasa aneh karena sejak 1913 Provinsi Al-Hasa tidak lagi menjadi bagian dari Turki. Daerah ini telah direbut oleh Bani Saud, sekutu Inggris. Penguasa Bahrain dari klan Al-Khalifah juga telah mengikat perjanjian dengan Inggris sejak 1820 untuk menjaga status quo.

Meski proposal Rothstein tak dikenal dan hampir dilupakan sejarah, hal itu mencerminkan sebuah momentum pembentukan negara bagi bangsa Yahudi secara ideologi telah mengakar dalam nasionalisme Eropa dan membutuhkan pengakuan dari kekuatan-kekuatan besar di Benua Biru itu.

Sejumlah lokasi pernah diusulkan sebagai tempat berdirinya negara Yahudi, seperti Uganda, Argentina, Rusia, Siprus, dan tentu saja Palestina. Akhirnya, sebulan setelah Inggris menolak proposal Rothstein, Balfour menyurati Lord Rothschild, bangsawan Yahudi Inggris, kemudian dikenal dengan nama Deklarasi Balfour. Dia menyampaikan ratu dan kabinet Inggris bersimpati atas gerakan Zionis dan menyokong berdirinya negara Israel di wilayah Palestina.

Andai saja Inggris mengabulkan permintaan Rothstein. Nasib bangsa Palestina barangkali tidak seburuk seperti sekarang.

Jamal Khashoggi dan tunangannya, Hatice Cengiz. (Hatice Cengiz)

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

Jamal Khashoggi dan tunangannya, Hatice Cengiz. (Hatice Cengiz)

Unjuk gigi Khashoggi

Sebuah versi menyebut Khashoggi dibunuh karena ingin membongkar penggunaan senjata kimia oleh Arab Saudi di Yaman.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Pembunuhan berencana suruhan putera mahkota

Setelah Khashoggi dibunuh, Mutrib empat kali menelepon Badr as-Sakir, kepala kantor Pangeran Muhammad bin Salman.

Jamal Khashoggi dan tunangannya, Hatice Cengiz. (Hatice Cengiz)

Ajal tujuh menit Jamal

Potongan tubuh Khashoggi ditemukan di halaman rumah konsul jenderal Arab Saudi di Istanbul.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR