IQRA

Bethlehem Menangis (3)

Yerusalem dan Bethlehem bisa jadi museum

"Jika ini yang terjadi kota-kota suci itu bakal kosong dari umat Nasrani dan seperti museum," kata Dr Naim Khouri.

13 April 2015 11:29

Bungsu dari sepuluh bersaudara ini dilahirkan dan dibesarkan di Kota Tua, Yerusalem Timur. Keluarganya adalah penganut Nasrani beraliran Yunani Orthodoks. Ayah dan sebelas pamannya menjadi pastor.

Naim Khouri mengikuti jejak mereka. Menjadi penyebar ajaran Yesus. Dia sadar pilihan sulit dan sakit menjadi warga Kristen di Tepi Barat. Tekanan mereka hadapi dari Palestina dan Israel. Khouri juga pernah sepuluh kali ditembak.

Kesulitan-kesulitan ini memaksa orang Kristen kelahiran Tepi Barat pindah ke luar negeri. "Kalau eksodus terus berlangsung, Bethlehem, Nazareth, dan Yerusalem bakal menjadi museum," katanya saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya menjelang Natal 2013.

Berikut penuturan Naim Khouri kepada Faisal Assegaf.

Apa paling Anda cemaskan dalam perayaan Natal tahun ini?

Kami sedang mempersiapkan segala hal agar orang-orang bebas merayakan Natal. Kami berharap Natal tahun ini bisa menjadi berkah bagi semua orang. Kami bersyukur kepada Tuhan.

Sejumlah laporan menyebutkan eksodus warga Nasrani dari Tepi Barat, termasuk Bethlehem dan Yerusalem, tengah terjadi. Bisakah Anda jelaskan soal fenomena ini?

Kami penganut Nasrani memang hidup dalam kesulitan di Tepi Barat. Kami berusaha menceritakan kepada dunia soal kondisi ini agar mereka mau membantu dan memberi dukungan sehingga bisa hidup dan berkembang di wilayah ini.

Seberapa berbahaya situasi dihadapi umat Kristen di Tepi Barat?

Saban tahun orang-orang Nasrani meninggalkan Tepi Barat karena mereka merasa tertekan dan keadaan serba sulit. Tidak ada pekerjaan dan makanan. Situasi mereka hadapi benar-benar susah. Itulah kenapa mereka pindah ke luar negeri untuk mencari kesempatan lebih baik.

Saya berdoa agar umat Nasrani bisa tetap tinggal di sini dan ada pihak-pihak mau membantu agar mereka bisa hidup aman di Tepi Barat.

Apakah Israel bakal memberi kemudahan bagi warga Kristen di wilayah pendudukan buat merayakan Natal?

Saya pikir otoritas Israel akan memberi kemudahan bagi umat Nasrani merayakan Natal. Mereka bakal dibolehkan mengunjungi Bethlehem atau Yerusalem.

Anda tahu orang merayakan Natal di seluruh kota di Tepi Barat bukan hanya Bethlehem. Saya pikir tidak akan ada masalah bagi mereka buat merayakan Natal. Situasi sulit mereka hadapi lantaran ekonomi bukan sebab lain.

Apa hal terburuk bakal terjadi jika eksodus warga Nasrani dari Tepi Barat terus berlangsung?

Saya pikir yang akan terjadi adalah orang akan hidup tanpa hati, kesenangan, kemurahan hati, dan semangat Natal.

Apakah dalam waktu dekat identitas Kristen bakal lenyap di Bethlehem, Yerusalem, dan Nazareth karena eksodus warga Nasrani?

Tentu saja jika tidak ada sokongan terhadap orang Kristen, mereka tiap bulan dan saban tahun akan kabur ke luar negeri. Jika ini yang terjadi kota-kota suci itu bakal kosong dari umat Nasrani dan seperti museum.

Siapa mesti bertanggung jawab atas kesulitan dihadapi umat Nasrani di Tepi Barat, Israel atau pejuang Palestina?

Kami tidak bisa menuding satu pihak. Kami hanya perlu sokongan semua pihak agar warga Nasrani bisa hidup aman di Tepi Barat.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

Berselancar di gurun Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berselancar di gurun Qatar

Perhentian satu lagi di tepi Laut Merah, memisahkan Qatar dengan negara tetangganya, Arab Saudi.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Mengintip persiapan Piala Dunia 2022

Patut disayangkan, Indonesia belum masuk dalam agenda promosi Piala Dunia 2022.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di sebuah toko kebab di Suq Waqif, Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Puja emir jaya Qatar

"Kalau Allah mengizinkan dan tidak ada azab, saya ingin cinta kepada Syekh Tamim menjadi rukun iman ketujuh."





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR