IQRA

Agen Mossad Bunuh Diri (2)

Bergabung dengan Mossad

Prestasinya dianggap sedang-sedang saja. Zygier lantas dimutasi dari agen lapangan ke kantor Mossad di Tel Aviv.

27 April 2015 08:06

Orang-orang seperti Zygier, pemegang paspor dari negara tak mencurigakan dan bisa bepergian tanpa menarik perhatian, sangat berharga bagi Mossad. Apalagi menurut undang-undang Australia, warga Negeri Kanguru boleh beberapa kali mengganti nama dan mengajukan paspor beridentitas baru. Pemerintah Australia mengatakan Zygier memiliki tiga paspor. Dia kadang ke luar negeri memakai nama Ben Allen atau Ben Alon.

Dia sudah bolak balik Australia dan Israel. Lulusan fakultas hukum ini mulai bekerja di sebuah firma hukum di Melbourne. Dia berhenti pada 2003 dan pindah ke Tel Aviv. Dia akhirnya bergabung dengan Fox & Neeman, salah satu lembaga hukum tersohor di Israel. Dia ternyata pernah melamar kerja di Mossad dan mengirim sebuah faksimili ke Kementerian Pertahanan Israel.

Proses seleksi Mossad mencakup pemeriksaan latar belakang calon agen, termasuk mendalami sejarah keluarga dan wawancara kejiwaan. "Kami berupaya menyelidiki orang-orang bermental tidak stabil," ucap seorang dokter pernah menguji kandidat agen Mossad.

Motti Kfir, mantan instruktur Mossad, menambahkan, "Agen-agen kami harus berinisiatif tapi tidak agresif, bernyali tapi bukan tanpa takut, terbuka tapi bisa menjaga rahasia."

Salah satu latihan bagi calon agen Mossad adalah menyentuh pusat lingkaran dengan satu mata ditutup. Ini tidak mungkin dan semua orang berusaha melakukan itu pasti berkedip. Ini tes untuk mengetahui seberapa jujur kandidat. Tiap calon juga harus melewati alat penguji kebohongan di tahap akhir seleksi.

Fase selanjutnya berawal pada Desember 2003. Zygier lolos semua ujian. Mossad menerima dia dan mengirim dia ke sebuah pelatihan intensif sekitar setahun. Di sana semua calon agen mempelajari pelbagai keahlian, termasuk teknik manipulasi dan bagaimana memalsukan dokumen.

Zygier mendapat misi pertama ke Eropa di awal 2005. Dia mesti menyusup ke dalam perusahaan berbisnis dengan Iran dan Suriah. Sasarannya adalah sebuah perusahaan di Eropa Selatan.

Perusahaan itu berdagang dengan para pengusaha Iran. Ini bisa menjadi penyamaran sempurna buat menjalin kontak dengan orang-orang Iran dan merekrut informan. Perusahaan ini tidak masuk dalam rencana Mossad. Zygier diterima bekerja di bagian pembukuan. "Kami segera mengetahui dia tidak berpengalaman dalam hal ini," tutur kepala perusahaan itu dalam pertemuan di sebuah perusahaan hukum di Ibu Kota London, Inggris. "Tapi dia begitu berbakat dan segera menguasai keahlian diperlukan."

Karier Zygier meroket dan dia mendapat wewenang bertransaksi langsung dengan pelanggan. Bosnya ingat dia selalu menjadi karyawan tercepat menyelesaikan pekerjaannya. "Paling lambat pukul 11 dia telah menyelesaikan tugas-tugasnya di mana kalau karyawan lain butuh seharian buat melakukan itu."

Namun kepala perusahaan juga mencatat sifat buruk Zygier. Dia cepat kehilangan minat terhadap hal-hal tertentu, dia kelihatan tidak bersemangat, dan menjauhkan diri dari rekan-rekan bisnisnya. Akibatnya dia pernah hampir kehilangan salah satu klien terpenting perusahaan. "Kami harus membiarkan dia pergi pada akhir 2006," kata kepala perusahaan itu. Zygier tenang saja mendengar dirinya dipecat.

Dia memiliki pengalaman serupa dengan perusahaan-perusahaan lain. Dari selatan Eropa, Mossad mengirim dia ke Eropa Timur, tapi segalanya tidak pernah benar-benar berjalan lancar. Zygier tidak mampu menuntaskan misi, paling tidak tak cukup berhasil. Para pejabat di markas besar Mossad, dekat Ibu Kota Tel Aviv, kecewa dan memanggil dia pulang pada musim panas 2007.

Menurut seorang pejabat keamanan mengetahui kasus Zygier, dia dikategorikan tidak bagus, tapi tak juga jelek. Prestasinya dianggap sedang-sedang saja. Zygier lantas dimutasi dari agen lapangan ke kantor Mossad di Tel Aviv.

Mossad terdiri dari tiga departemen utama. Pertama disebut Keshet dan bertanggung jawab untuk operasi pengintaian serta pengamatan. Selanjutnya ada Caesarea (diambil dari nama kota kuno) merupakan pasukan Mossad, bertugas melancarkan serangan di luar negeri. Terakhir adalah Tsomet, departemen terbesar. Bagian ini bertugas mengatur sumber-sumber dan menganalisa informasi. Zygier ditempatkan di Tsomet (artinya simpang jalan dalam bahasa Ibrani).

Mantan pegawai Mossad menggambarkan kerja departemen Tsomet sebagai birokrasi, rutinitasnya seperti di institusi-institusi pemerintah. Setelah terjadi perubahan prosedur lantaran Tsomet dipecah menjadi bagian-bagian lebih kecil, karyawan Tsomet sekarang memiliki akses lebih besar terhadap informasi. Ini rawan pengkhianatan dan Mossad akan segera menyadari itu.

Kubur Ben Zygier di kompleks pemakaman Yahudi, Sprongvale, Melbourne, Australia. (deutsh press agency)

Tanda tanya kematian Zygier

Pengkhianatan Zygier menjadi pukulan telak buat Mossad karena menimbulkan keraguan soal integritas orang-orang mereka.

Penjara Ayalon di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (moti milrod/haaretz.com)

Berkhianat terhadap Israel

Apa yang Zygier tidak tahu, orang Hizbullah itu melaporkan pertemuan ini ke Beirut dan mulai menjalankan peran ganda.

Benjamin Zygier, agen Mossad gantung diri dalam selnya di Penjara Ayalon, Tel Aviv, Israel, Desember 2010. (endthelie.com)

Mata-mata dalam Sel 15

Israel menetapkan kasus kematian Benjamin Zygier sebagai rahasia negara sehingga media dilarang mengungkap.

Poster mendiang Mahmud al-Mabhuh. Mossad membunuh pentolan Hamas ini pada 19 Januari 2010 di Hotel Al-Bustan Rotana, Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (themartyr.net)

Misi luruh Mabhuh

Misi Mossad membunuh Mahmud al-Mabhuh mudah terungkap lantaran ceroboh.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR