IQRA

Membongkar Rencana Induk ISIS (1)

Mengintip dapur ISIS

Dokumen Haji Bakar menggambarkan bagaimana pengambilalihan Suriah telah direncanakan hingga akhirnya ISIS memperluas kontrol mereka ke Irak.

11 Mei 2015 16:09

Tanpa simpati. Santun. Memikat. Benar-benar penuh perhatian. Terkekang. Tidak jujur. Tak terduga. Dendam. Para pemberontak dari utara Suriah mengingat pertemuan dengan lelaki itu beberapa bulan kemudian. Komentar masing-masing berbeda soal pria ini, tapi mereka sepakat soal satu hal: "Kami tidak pernah tahu siapa sebenarnya duduk di hadapan kami."

Kenyataannya, bahkan orang-orang menembaki dan membunuh dia dalam pertempuran singkat di kota kecil Tal Rifaat pada suatu pagi di Januari 2014 juga tidak mengenal identitas sebenarnya dari pria tinggi berusia 50-an tahun itu. Mereka tidak menyadari orang mereka bunuh adalah kepala strategi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Para pemberontak lokal itu menaruh mayatnya dalam sebuah lemari pendingin dan berencana dikuburkan. Baru setelah mengetahui betapa pentingnya jenazah ini, lantas dikeluarkan lagi.

Samir Abd Muhammad al-Khilifawi adalah nama sebenarnya dari mayat orang Irak itu. Berperawakan kurus dengan brewok putih membikin kesan dia lelaki lunak. Tapi tidak seorang pun mengenal dia dengan nama itu. Bahkan nama samarannya Haji Bakar tak terlalu tersohor pula. Memang itu bagian dari rencana aslinya.

Padahal mantan kolonel di badan intelijen pasukan pertahanan udara Irak semasa rezim Saddam Husain ini adalah perancang ISIS bertahun-tahun, mulanya bernama ISI (Negara Islam Irak). Sejumlah bekas anggota milisi ini pernah menyebut Haji Bakar sebagai salah satu pentolan penting ISIS. Tetap saja tidak pernah jelas apa perannya.

Ketika arsitek ISIS ini terbunuh, dia meninggalkan sesuatu memang dia ingin simpan rapat-rapat: rencana induk ISIS. Berisi peta, grafik, daftar, dan jadwal dalam tulisan tangan, menggambarkan bagaimana sebuah negara secara bertahap ditaklukkan.

Majalah Der Spiegel mendapatkan akses eksklusif atas dokumen 31 halaman itu, beberapa terdiri dari sejumlah halaman disatukan. Dokumen ini menunjukkan komposisi multitingkat dan arah tindakan. Beberapa bagian dari rencana induk ini sudah diuji dan lainnya baru diperbaiki untuk menghadapi situasi kacau di wilayah kekuasaan mereka di Suriah. Dokumen rahasia ini adalah sumber utama strategi membikin ISIS meraih banyak keberhasilan sebelum terganjal serangan udara pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat Agustus tahun lalu.

Sampai sekarang informasi mengenai ISIS berasal dari para jihadis membelot dan data dari pemerintahan internal ISIS disita di Baghdad. Namun tidak satu pun dari sumber-sumber itu menjelaskan bagaimana kelompok bersenjata ini bisa meroket dalam waktu cepat.

Untuk pertama kali dokumen Haji Bakar memungkin kita menyimpulkan bagaimana kepemimpinan ISIS diatur dan apa saja peran dari bekas pejabat Irak di masa Presiden Saddam Husain. Dokumen ini juga menggambarkan bagaimana pengambilalihan Suriah telah direncanakan hingga akhirnya ISIS memperluas kontrol mereka ke Irak. Dari hasil penelitian Der Spiegel berbulan-bulan di Irak dan sejumlah temuan dokumen menunjukkan rencana bikinan Haji Bakar benar-benar dijalankan dengan cermat sekali.

Seluruh dokumen Haji Bakar disembunyikan dalam sebuah rumah mungil di utara Suriah. Laporan tentang keberadaan dokumen rahasia ini pertama kali disampaikan seorang saksi mengaku melihat dokumen itu di kediaman Haji Bakar tidak lama setelah kematiannya. Pada April 2014 satu halaman dari dokumen itu diselundupkan ke Turki sehingga Der Spiegel dapat mempelajari untuk pertama kali. Baru setelah sampai di Tal Rifaat, majalah ini bisa mempelajari semua dokumen Haji Bakar pada November 2014.

"Kecemasan terbesar kami adalah rencana-rencana ini bisa jatuh ke tangan salah dan nantinya tidak akan pernah terbongkar," kata lelaki penyimpan catatan tangan Haji Bakar, diambil dari bawah tumpukan kotak dan selimut. Pria ini ketakutan bakal diburu pasukan ISIS sehingga meminta identitasnya dirahasiakan.

[caption id="attachment_2072" align="alignnone" width="282"]Struktur ISIS diambil dari dokumen bikinan Haji Bakar. (derspiegel.de) Struktur ISIS diambil dari dokumen bikinan Haji Bakar. (derspiegel.de)[/caption]

Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal, jihadis ISIS asal Indonesia. (shotussalam.co)

Adu status jihadis ISIS

Tidak ada satu pun jihadis Indonesia memiliki akses ke lingkaran dekat Baghdadi.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Salib terjerembab di tanah Arab

"Untuk pertama kali dalam dua ribu tahun, tidak ada layanan gereja di Mosul."

Peta wilayah kekuasaaan ISIS di Suriah dan Irak. Warna merah menunjukkan daerah dikontrol ISIS dan yang berarsir adalah daerah penyokong ISIS. (New York Times)

Kisah pisah Diyaa dan Rana

Diyaa dan Rana terpisah setelah ISIS mencaplok Bakhdida. Keduanya menjadi tawanan di Mosul di tempat berbeda.

Peta Irak. (bbc.com)

Mimpi buruk di Bakhdida

ISIS menguasai Bakhdida, kota Kristen terbesar di Irak, tanpa perlawanan setelah pasukan Kurdi mundur dari sana.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR