IQRA

Membongkar Rencana Induk ISIS (2)

Rencana induk Haji Bakar

Syariat Islam dan pengadilan hanya dipakai untuk mewujudkan satu tujuan: pengawasan dan kontrol.

11 Mei 2015 18:08

Ketika warga negara Irak bernama Haji Bakar bepergian ke Suriah untuk menghadiri sebuah pesta kecil akhir 2012, dia kelihatannya memiliki sebuah rencana tidak masuk akal: ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) bakal mencaplok sebagian besar wilayah Suriah dan menjadikan sebagai basis buat menyerbu Irak.

Haji Bakar tinggal dalam sebuah rumah tidak menyolok di Tal Rifaat, utara Aleppo. Kota kecil ini pilihan bagus. Pada 1980-an para penduduknya banyak bekerja di negara-negara Arab superkaya di Teluk Persia, terutama Arab Saudi. Saat kembali mereka membawa paham radikal dan kontak dengan orang-orang militan. Dua tahun lalu Tal Rifaat menjadi basis ISIS di Provinsi Aleppo, dengan ratusan pejuang bermukim di sana.

Di sanalah "Tuan Bayangan", demikian sebagian orang memanggil Haji Bakar, membikin struktur ISIS hingga ke tingkat lokal, dilengkapi beragam daftar berhubungan dengan penyusupan bertahap ke desa-desa dan menentukan siapa memerintah siapa. Memakai sebuah pulpen, dia menggambar rantai komando pasukan keamanan di tiap wilayah.

Haji Bakar membuat semua diagram itu di atas kertas, halaman demi halaman, dengan hati-hati menggambar kotak-kotak berisi tanggung jawab para pentolan ISIS. Ini bukan manifesto kepercayaan tapi sebuah rencana cermat secara teknis untuk mewujudkan sebuah negara intelijen islami.

Rencana induk ini dilaksanakan dengan hasil tepat dan mengagumkan dalam beberapa bulan. Rancangan ini selalu dimulai dengan detail serupa: merekrut para pengikut dengan membuka sebuah lembaga dakwah. Orang-orang datang mendengarkan ceramah atau mengikuti kursus soal kehidupan islami, satu atau dua lelaki di antara peserta diminta memata-matai desa mereka untuk memperoleh beragam informasi.

Haji Bakar kemudian membikin daftar berisi informasi mesti didapat informan, yakni daftar keluarga berpengaruh, nama-nama tokoh berpengaruh dalam keluarga itu, tuliskan nama dan ukuran pasukan pemberontak dalam desa, cari nama-nama pemimpin brigade pemberontak dan apa orientasi politik mereka, temukan kegiatan haram (sesuai syariat Islam) bisa digunakan buat memeras mereka bila diperlukan.

Para informan ini juga diminta mencatat detail-detail khusus, seperti apakah orang itu penjahat, homoseksual, atau berselingkuh. Informasi ini bermanfaat buat memeras. "Kami akan menunjuk orang paling cerdas sebagai pemimpin syariah," tulis Haji Bakar. "Kami bakal melatih mereka untuk beberapa lama lalu menyebar mereka." Beberapa anggota dipilih di tiap kota untuk menikahi putri dari keluarga berpengaruh buat menyusup tanpa disadari.

Mata-mata ISIS ini diminta mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai kota-kota menjadi sasaran: siapa tinggal di sana. siapa pemimpinnya, keluarga mana saja saleh, apa mazhab dianut penduduk, berapa banyak masjid, siapa imamnya, berapa banyak istri dan anak dia punya serta berapa usia mereka.

Detail lain diperlukan berupa bagaimana imam-imam itu berceramah dan memimpin ibadah, apakah dia lebih terbuka terhadap aliran Sufi, apakah dia menentang rezim atau bekerja sama, dan apa pendapatnya mengenai jihad. Haji Bakar juga menginginkan jawaban atas pertanyaan: apakah para imam itu digaji, siapa menggaji mereka, siapa menunjuk mereka sebagai imam. Pertanyaan terakhir adalah berapa banyak penduduk kota itu mendambakan demokrasi.

Para agen rahasia ISIS ini mesti bertindak mirip gelombang sinyal gempa. Mengumpulkan serinci-rincinya informasi dan menyusup ke dalam seluruh lapisan masyarakat. Pada intinya semua informasi diperoleh harus dapat dimanfaatkan untuk memecah penduduk dan akhirnya menaklukkan mereka.

Informan-informan ini termasuk bekas agen intelijen dan penentang pemerintah pernah cekcok dengan salah satu kelompok pemberontak. Beberapa di antara mereka adalah para pemuda dan remaja membutuhkan fulus atau melihat pekerjaan ini amat menantang. Kebanyakan dari orang ini masuk dalam daftar informan Haji Bakar, seperti pemuda berusia 20-an tahun dan 16 atau 17 tahun dari Tal Rifaat. Rencana buatan Haji Bakar juga meliputi sektor keuangan, sekolah, perawatan sehari-hari, media, dan transportasi.

Untuk tiap dewan provinsi, Haji Bakar menunjuk seorang emir atau komandan, bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, penembak jitu, komunikasi dan kode rahasia. Juga ada seorang emir bertugas mengawasi emir tidak melaksanakan tugas mereka dengan baik. Inti dari negara berketuhanan ini adalah sebuah ketaatan dari struktur komando dan sel dirancang buat menyebarluaskan ketakutan.

Sejak dari awal sekali, rencana Haji Bakar ini memiliki agen-agen rahasia beroperasi secara paralel, bahkan di tingkat provinsi. Sebauh departemen intelijen umum dibentuk untuk melapor kepada emir di sebuah wilayah. Di bawahnya terdapat sejumlah wakil emir mendapat laporan dari kepala unit intelijen dan manajer layanan informasi serta intelijen.

Sel-sel rahasia di tingkat lokal melapor kepada wakil emir di level distrik. Tujuannya agar tiap orang mengawasi semua orang.

Orang-orang bertanggung jawab melatih hakim-hakim syariah buat mengumpulkan data intelijen juga melapor kepada emir distrik. Sedangkan sebuah bagian diisi para perwira keamanan ditugaskan melapor kepada emir wilayah.

Syariat Islam dan pengadilan hanya dipakai untuk mewujudkan satu tujuan: pengawasan dan kontrol. Takwa versi Haji Bakar adalah menuruti semua perintah dan larangan emir.

Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal, jihadis ISIS asal Indonesia. (shotussalam.co)

Adu status jihadis ISIS

Tidak ada satu pun jihadis Indonesia memiliki akses ke lingkaran dekat Baghdadi.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Salib terjerembab di tanah Arab

"Untuk pertama kali dalam dua ribu tahun, tidak ada layanan gereja di Mosul."

Peta wilayah kekuasaaan ISIS di Suriah dan Irak. Warna merah menunjukkan daerah dikontrol ISIS dan yang berarsir adalah daerah penyokong ISIS. (New York Times)

Kisah pisah Diyaa dan Rana

Diyaa dan Rana terpisah setelah ISIS mencaplok Bakhdida. Keduanya menjadi tawanan di Mosul di tempat berbeda.

Peta Irak. (bbc.com)

Mimpi buruk di Bakhdida

ISIS menguasai Bakhdida, kota Kristen terbesar di Irak, tanpa perlawanan setelah pasukan Kurdi mundur dari sana.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR