IQRA

Membongkar Rencana Induk ISIS (3)

Bermula di Irak

ISIS menggabungkan kelompok fantisme agama dan perwira militer untuk mengejar kekuasaan, berapa pun harga mesti dibayar.

11 Mei 2015 19:53

Haji Bakar cuma memodifikasi yang dia pelajari di masa lalu: rezim keamanan Saddam Husain, di mana tak seorang pun, termasuk para jenderal di badan intelijen, bisa memastikan mereka tidak dimata-matai.

Dia meyakini fanatisme agama tidak cukup buat meraih kemenangan tapi dia percaya keyakinan orang lain bisa dimanfaatkan.

Haji Bakar bareng sekelompok kecil mantan perwira intelijen Irak telah menciptakan sosok bernama Abu Bakar al-Baghdadi sebagai emir kemudian berubah menjadi khafilah ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Mereka beralasan ulama berpendidikan seperti Baghdadi akan memberi wajah agama dalam milisi itu.

"Dia (Haji Bakar) seorang nasionalis bukan islamis," kata wartawan Irak Hisyam al-Hasyimi. Dia ingat perwira karier itu pernah semarkas dengan sepupunya di pangkalan udara Habbaniya.

Kolonel Samir, sepupu Hiyam, mengenang Haji Bakar sebagai, "Orang sangat cerdas, tegas, dan ahli logistik mengagumkan." Namun nasibnya apes setelah Paul Bremer, kepala otoritas pasukan Amerika Serikat di Irak, pada Mei 2003 mengeluarkan dekrit membubarkan militer Irak. Haji Bakar kemudian menganggur.

Dengan merampas nafkah ribuan perwira Sunni terlatih, Amerika telah menciptakan musuh intelijen paling sengit. Haji Bakar diam-diam menemui Abu Musab al-Zarqawi di Provinsi Anbar, sebelah barat Irak. Zarqawi, kelahiran Yordania, pernah membuka kamp pelatihan bagi teroris internasional di Afghanistan.

Pada 2003 dia diakui secara internasional sebagai dalang sejumlah serangan terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa, pasukan Amerika, dan kaum Syiah. Dia bahkan disebut terlalu radikal dibanding pendiri Al-Qaidah Usamah Bin Ladin. Zarqawi terbunuh akibat serangan udara Amerika pada 2006.

Meski Partai Baath berkuasa di Irak berhaluan sekuler, dua sistem ini sama-sama meyakini kontrol terhadap massa harus terletak pada sekumpulan kecil elite tidak boleh dipertanyakan siapa saja, karena memerintah atas nama rencana besar, dilegitimasi oleh Tuhan atau sejarah kejayaan Arab. Rahasia keberhasilan ISIS terletak pada kombinasi dua konsep berbeda, keyakinan fanatik satu kelompok dan kalkulasi strategis pihak lain.

Haji Bakar secara bertahap menjadi salah satu pemimpin militer di Irak. Dia ditahan sejak 2006-2008 di kamp militer Amerika Bucca dan penjara Abu Ghuraib. Dia selamat dari sejumlah operasi penangkapan dan pembunuhan dilancarkan Amerika dan pasukan khusus Irak, sebuah ancaman atas kelangsungan ISI (Negara Islam Irak) merupakan cikal bakal ISIS dibentuk pada 2010.

Bagi Haji Bakar dan sejumlah mantan perwira tinggi Irak, ini merupakan kesempatan buat berkuasa di lingkaran kecil pentolan jihadis. Mereka memanfaatkan kebersamaan selama mendekam di kamp Bucca untuk menjalin jaringan luas.

Namun para pemimpin top ISIS sudah saling mengenal sejak lama. Haji Bakar dan seorang perwira Irak pernah tergabung dalam satu unit intelijen. Dua pemimpin ISIS lainnya berasal dari permukiman Sunni di kota kecil Tal Afar. Salah satu dari mereka perwira tinggi intelijen.

Gagasan untuk mengalahkan pasukan pemerintah Irak secara militer lima tahun lalu kelihatan sia-sia. Namun sebuah organisasi bawah tanah mulai terbentuk. Ketika pecah pemberontakan terhadap rezim Basyar Assad di Suriah, para pemimpin organisasi rahasia ini melihat itu sebagai sebuah kesempatan. Di akhir 2012 mereka muncul memanfaatkan situasi kacau, terutama di utara Suriah.

Siapa sebenarnya ISIS dan bagaimana mereka bisa cepat begitu besar bergantung pada siapa menjelaskan. Ahli terorisme melihat ISIS sebagai kelompok sempalan dari Al-Qaidah. Orang kriminologi menyebut ISIS seperti perusahaan mafia berusaha memaksimalkan keuntungan. Sedangkan ahli kemanusiaan menekankan ISIS tengah menjalankan misi suci.

ISIS gabungan dari semua konsep. Keyakinan fanatik merupakan salah satu dari banyak cara buat mencapai tujuan. Mereka cuma berambisi mengejar kekuasaan, berapa pun harga mesti dibayar.

Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal, jihadis ISIS asal Indonesia. (shotussalam.co)

Adu status jihadis ISIS

Tidak ada satu pun jihadis Indonesia memiliki akses ke lingkaran dekat Baghdadi.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Salib terjerembab di tanah Arab

"Untuk pertama kali dalam dua ribu tahun, tidak ada layanan gereja di Mosul."

Peta wilayah kekuasaaan ISIS di Suriah dan Irak. Warna merah menunjukkan daerah dikontrol ISIS dan yang berarsir adalah daerah penyokong ISIS. (New York Times)

Kisah pisah Diyaa dan Rana

Diyaa dan Rana terpisah setelah ISIS mencaplok Bakhdida. Keduanya menjadi tawanan di Mosul di tempat berbeda.

Peta Irak. (bbc.com)

Mimpi buruk di Bakhdida

ISIS menguasai Bakhdida, kota Kristen terbesar di Irak, tanpa perlawanan setelah pasukan Kurdi mundur dari sana.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR