IQRA

Membongkar Rencana Induk ISIS (6)

Kematian Haji Bakar

Mereka tidak menemukan satu Al-Quran pun di rumah Haji Bakar.

11 Mei 2015 22:33

Sampai menjelang tutup tahun 2013, segalanya berjalan sesuai rencana ISIS atau setidaknya sejalan dengan gagasan Haji Bakar. Milisi ini mencaplok desa demi desa tanpa perlawanan dari pemberontak Suriah lainnya. Bahkan mereka kelihatan tak berdaya di hadapan ISIS.

Tapi ketika para penjahat ISIS secara brutal menyiksa seorang pentolan pemberontak dan dokter hingga tewas pada Desember 2013, sesuatu tidak terduga terjadi. Di seantero Suriah - kelompok-kelompok bersenjata baik sekuler atau sebagian dari Jabhat Nusrah - bersatu melawan ISIS. Dengan menyerang kelompok Islam radikal ini di mana saja dalam waktu bersamaan, ISIS tidak dapat melaksanakan taktik mereka: berpindah lokasi dalam waktu cepat.

Dalam hitungan pekan ISIS terusir dari sebagian besar wilayah utara Suriah. Bahkan Raqqah nyaris direbut saat 1.300 jihadis ISIS tiba dari Irak. Tapi mereka tidak begitu saja terjun ke medan tempur. Mereka memakai taktik menipu, kenang dokter membelot.

"Di Raqqah ada begitu banyak brigade pemberontak beroperasi tanpa seorang pun tahu kelompok lainnya," katanya. "Tiba-tiba saja sekelompok lelaki berseragam pemberontak mulai menembaki pemberontak lain. Mereka semua lantas kabur begitu saja."

Penyamaran kecil dan sederhana menolong pejuang ISIS mencapai kemenangan. Sekadar mengganti pakaian hitam dengan celana jins dan rompi. Mereka memakai siasat serupa di kota Jarablus, berbatasan dengan Raqqah.

Berpakaian ala ninja, memakai trik murahan, dan menyebar sel-sel intelijen dengan samaran lembaga dakwah terbukti berhasil. ISIS kian dalam menancapkan kekuasaannya di Raqqah dan mampu merebut lagi wilayah telah dicaplok pemberontak. Tapi semua terlambat bagi perancang ISIS Haji Bakar.

Ketika pemberontak Suriah menyerang Tal Rifaat akhir Januari tahun lalu, kota ini terbelah dalam beberapa jam. Sebagian dikuasai ISIS, sisanya diduduki kelompok pemberontak. Nahas, Haji Bakar terjebak di sisi salah.

Seorang tetangganya mengenali dia sebagai pentolan ISIS. "Seorang syekh Dais (Daulah Islamiyah, nama lain ISIS dalam bahasa Arab) tinggal di sini," teriak lelaki itu. Komandan pemberontak setempat bernama Abdul Malik Hadbi dan anak buahnya bergegas ke rumah Haji Bakar.

Seorang perempuan cepat-cepat membuka pintu sambil bilang, "Suami saya tidak ada di sini." Tapi pemberontak mengenali mobil Haji Bakar diparkir di luar rumah.

Sekejap kemudian Haji Bakar muncul di depan pintu masih berpiyama. Hadbi memerintahkan dia untuk ikut, namun Haji Bakar menyela dan ingin berganti pakaian. "Tidak, cepat ikut bareng kami!" teriak Hadbi.

Menurut dua saksi melihat kejadian itu, dengan cepat Haji Bakar melompat ke belakang dan menendang pintu hingga tertutup. Dia lalu bersembunyi di bawah tangga dan berteriak: "Saya memiliki sabuk bahan peledak! Saya akan meledakkan kita semua!" Dia kemudian keluar dengan senapan Kalashnikov dan mulai menembak. Hadbi membalas dan berhasil menewaskan Haji Bakar.

Ketika sadar orang mereka bunuh adalah pentolan ISIS, Hadi dan anak buahnya bergegas menyisir rumah korban, menyita sejumlah komputer, paspor, kartu perdana telepon seluler, sebuah GPS (alat pencari jejak), dan paling penting catatan-catatan Haji Bakar. Mereka tidak menemukan satu Al-Quran pun di rumah itu.

Haji Bakar terbunuh dan pemberontak lokal menawan istrinya. Janda Haji Bakar ini kemudian ditukar dengan sandera ISIS asal Turki atas permintaan Ankara.

Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal, jihadis ISIS asal Indonesia. (shotussalam.co)

Adu status jihadis ISIS

Tidak ada satu pun jihadis Indonesia memiliki akses ke lingkaran dekat Baghdadi.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Salib terjerembab di tanah Arab

"Untuk pertama kali dalam dua ribu tahun, tidak ada layanan gereja di Mosul."

Peta wilayah kekuasaaan ISIS di Suriah dan Irak. Warna merah menunjukkan daerah dikontrol ISIS dan yang berarsir adalah daerah penyokong ISIS. (New York Times)

Kisah pisah Diyaa dan Rana

Diyaa dan Rana terpisah setelah ISIS mencaplok Bakhdida. Keduanya menjadi tawanan di Mosul di tempat berbeda.

Peta Irak. (bbc.com)

Mimpi buruk di Bakhdida

ISIS menguasai Bakhdida, kota Kristen terbesar di Irak, tanpa perlawanan setelah pasukan Kurdi mundur dari sana.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR