IQRA

Kuak Tabir Bin Ladin (1)

Kasih sayang Bin Ladin

Bin Ladin bahkan mengikhlaskan istrinya itu menikah lagi bila dia tewas. "Tapi saya benar-benar ingin kau menjadi istri saya di surga," katanya.

25 Mei 2015 07:03

Berdasarkan sejumlah dokumen rahasia disita dari tempat persembunyiannya di Kota Abbottabad, Pakistan, pendiri Al-Qaidah Usamah Bin Ladin menyayangi keluarganya. Dia kerap mengkhawatirkan kondisi empat istri dan 20 anaknya, serta kerabat lainnya. Dia kadang menyampaikan perintah secara rinci soal bagaimana mereka mesti berperilaku.

"Demi Allah, saya begitu merindukanmu," tulis Bin Ladin dalam sebuah surat tidak bertanggal kepada putrinya Ummu Muaz. Dia menanyakan bagaimana perkembangan cucu lelakinya dalam belajar Al-Quran dan pelajaran sekolah lainnya. "Apa kabar terbaru paling lucu?"

Isi surat itu singkat. Dia bilang, "Lantaran listrik kerap padam." Semua orang tinggal di wilayah Pakistan kekurangan pasokan listrik memahami situasi itu.

Bin Ladin tewas pada 1 Mei 2011 saat pasukan khusus Angkatan laut Amerika Serikat SEAL, menyerbu tempat persembunyiannya itu.

Mendiang pemimpin Al-Qaidah ini juga sejak lama sering bertukar kabar dengan putranya Hamzah dan Khairiyah, ibunya Hamzah. Keduanya berstatus tahanan rumah di Iran sejak rezim Taliban di Afghanistan tumbang pada 2001. "Ayahku tersayang, aku sudah terpisah darimu sejak kecil, sebelum aku berusia 13 tahun," kata Hamzah dalam suratnya pada 2009. "Saya sudah besar sekarang dan sudah menjadi lelaki dewasa."

Lewat suratnya, Hamzah bercerita kepada Bin Ladin, ayahnya itu tidak bakal mengenali dia kalau bertemu karena perawakan dan penampilannya telah berubah. Dia bilang hidupnya stabil dan Allah sudah menganugerahi dia istri saleha. "Dia sudah memberi saya seorang putra dan saya beri nama sesuai namamu, Usamah," ujar Hamzah. "Saya juga telah dikaruniai satu putri dikasih nama sesuai nama ibu, Khairiyah."

Khadijah, putri Bin Ladin lainnya, menggambarkan betapa sulitnya berkomunikasi dengan buronan nomor wahid dunia itu. Dalam suratnya, dia mengaku benar-benar senang telah menerima surat dari ayahnya itu sembilan bulan lalu. Dia juga bergembira atas nasihat-nasihat diberikan. "Saya telah menulis dan mengirim sebuah surat tapi kemudian menjadi jelas surat itu tidak pernah sampai kepada ayah."

Anak-anaknya Bin Ladin yang lain menanyakan kepada ayah mereka bagaimana keadaan saudara-saudara kandung bertahun-tahun tidak pernah mereka temui. Atau bahkan belum pernah bertemu.

Hamzah mengungkapkan pedihnya berpisah delapan tahun dari ayahnya itu. "Kedua mata saya masih ingat terakhir kali kami melihatmu. Kau berdiri di bawah pohon zaitun dan memberikan tiap orang dari kami satu tasbih. Kemudian kau pamit dan kami pergi. Kami merasa seperti mengeluarkan hati kami dan meninggalkan di sana."

Dalam surat tak bertanggal lainnya, salah satu putra Bin Ladin menyanjung dia sebagai, "Ayahku paling berharga, guruku tercinta, pemimpinku tersayang, semoga Allah melindungi dan mengasihimu."

Bin Ladin pada 2008 membikin rekaman video buat istri tak disebutkan identitasnya. Bila terbunuh, dia merelakan sang istri kembali kepada keluarganya. Namun dia mesti membesarkan dan mendidik anak-anak Bin Ladin dengan tepat. "Berhati-hatilah terhadap teman-teman mereka berperilaku buruk, khususnya setelah masa pubertas, terutama yang perempuan," tutur Bin Ladin. "Jadi awasi mereka dan kalau bisa nikahkan mereka dengan mujahidin, itu terbaik, atau dengan orang baik lainnya."

Bin Ladin memuji istrinya itu sebagai hal paling berharga di dunia ini. Dia bahkan mengikhlaskan istrinya itu menikah lagi bila dia tewas. "Tapi saya benar-benar ingin kau menjadi istri saya di surga," katanya.

Dia juga sangat ingin menikahkan putranya, Khalid, dengan anak dari seorang komandan Al-Qaidah telah wafat. Dia bahkan menyurati calon besannya itu.

Pada 2010 Bin Ladin menyurati Khairiyah, ibunya Hamzah. Dia meminta istrinya itu berhati-hati kalau memeriksa gigi ke dokter. Takutnya bakal ditaruh alat penyadap buat mencari tahu keberadaan Bin Ladin. Dia bahkan melempar lelucon, "Sudah berapa lama saya menunggumu keluar dari Iran?'

Pada September di tahun itu, dia menyurati dua putranya dan ibu mereka. Dia bilang belum bisa bertemu di lokasi telah direncanakan lantaran alasan keamanan. "Kami akan mengatur tempat aman buat kalian tinggal. Insya Allah kita akan berkumpul untuk beberapa lama."

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Mengintip hubungan Bin Ladin dengan Qatar

Qatar dituding mendanai kelompok-kelompok teroris.

Robert O'Neill, anggota pasukan elite asal Amerika Serikat SEAL, mengaku menembak mati pendiri jaringan Al-Qaidah Usamah Bin Ladin dalam penyerbuan di Kota Abbottabad, Pakistan, awal Mei 2011. (Instagram)

Prajurit SEAL klaim belah wajah Bin Ladin pakai satu peluru

Robert O'Neill adalah serdadu marinir Amerika menewaskan Usamah Bin Ladin.

Hamzah Bin Ladin, putra dari mendiang pendiri Al-Qaidah Usamah Bin Ladin. (Al-Arabiya)

Putra Bin Ladin dilarang masuk ke Mesir

Hamzah Bin Ladin tiba di Kairo dalam penerbangan dari Doha.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Putra Bin Ladin serukan jihadis di Suriah bersatu buat bebaskan Palestina

"Jalan menuju pembebasan Palestina sekarang jauh lebih singkat dibanding sebelum revolusi meletup di Suriah," kata Hamzah Bin Ladin.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR