IQRA

Skandal Piala Dunia 2022 (1)

Siasat beli Piala Dunia

Muhammad Bin Hammam menggelontorkan Rp 66,6 miliar buat menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

15 Juni 2015 10:46

Ledakan dahsyat itu mengguncang masyarakat sepak bola global pada Rabu, 27 Mei 2015. Polisi Swiss menahan 14 pejabat FIFA (badan sepak bola dunia) dengan tuduhan korupsi dalam kurun 24 tahun. Di hari yang sama, Kejaksaan Agung Amerika Serikat menetapkan 14 orang itu sebagai tersangka dengan 147 dakwaan, termasuk penyuapan, pencucian uang, dan pemerasan.

Guncangan ini memaksa Presiden FIFA Sepp Blatter mundur setelah empat hari terpilih untuk periode kelima. Pemilihan bos baru FIFA dijadwalkan Desember mendatang.

Penyelidikan atas skandal korupsi terbesar di dunia sepak bola ini diperluas hingga soal terpilihnya Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Dua negara ini diyakini berlaku curang.

Kecurigaan atas Qatar kian menguat setelah surat kabar terbitan Inggris the Sunday Times tahun lalu melansir hasil investigasi mereka. Berdasarkan jutaan dokumen, surat elektronik, bukti transfer, pemesanan hotel, tiket, Muhammad Bin Hammam, mantan Wakil Presiden FIFA sekaligus bekas Presiden AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), menggelontorkan jutaan dolar kepada para pejabat FIFA dan asosiasi sepak bola di Afrika. Dia ingin mengamankan suara Qatar dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 digelar di Kota Zurich, Swiss, lima tahun lalu.

Panitia Piala Dunia 2002 membantah Bin Hammam memiliki peran resmi atau tidak resmi dalam pengajuan Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia pertama di Timur Tengah itu. Bin Hammam, dicopot dari jabatannya di FIFA karena menyuap untuk menjadi bos FIFA dalam pemilihan 2011, juga kerap menyangkal tudingan itu.

Para anggota Komite Eksekutif FIFA - memiliki hak suara dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia -, menteri, dan asosiasi sepak bola menggelengkan kepala pernah menerima uang suap dari Bin Hammam.

Selain dituding berbuat lancung, terpilihnya Qatar memang kontroversial. Negara Arab mungil namun superkaya ini tidak memiliki tradisi kuat dalam dunia sepak bola dan minim infrastruktur. Tapi Qatar menjanjikan membangun pelbagai infrstruktur pendukung senilai US$ 43 miliar atau setara Rp 573 triliun dan 12 stadion dilengkapi pelbagai fasilitas modern dan berteknologi mutakhir seharga US$ 3 miliar (Rp 40 triliun).

UEFA (badan sepak bola Eropa) dan klub-klub di Benua Biru ini telah mengeluhkan cuaca kelewat panas saat Piala Dunia digelar pada Juni-Juli sesuai kebiasaan. Maklum suhu dalam dua bulan itu di Qatar bisa mencapai setengah suhu air mendidih alias 50 derajat Celcius. Namun setelah perdebatan panjang, FIFA membikin keputusan bersejarah: Piala Dunia 2022 digelar musim dingin, yakni selama November-Desember.

Terakhir, Qatar dikecam pelbagai organisasi hak asasi manusia internasional lantaran meemperlakukan buruh-buruh proyek Piala Dunia secara tidak manusiawi. Negara Arab Teluk itu berjanji mengubah aturan kerja mereka tapi dianggap belum berjalan.

Laporan the Sunday Times membuktikan Bin Hammam, warga negara Qatar, secara keseluruhan sudah menggelontorkan fulus US$ 5 juta atau setara Rp 66,6 miliar buat memenangkan Qatar. Hamad al-Abdullah, putra Bin Hammam, menolak berkomentar saat diwawancarai koran ini.

Amerika Serikat, tadinya begitu percaya diri bisa terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, berkeringat menjelang pemilihan di 2 Desember 2010. "Anda coba bicara dengan orang-orang di jalanan antara Amerika dan Qatar, mereka akan bilang, 'Tentu saja Amerika bakal terpilih,'" kata Alan Rothenberg, anggota dewan Yayasan Sepak Bola Amerika dan mantan ketua panitia Piala Dunia 1994. "Tapi semua menjadi lebih rumit."

Untuk menggapai mimpi itu, Qatar - dipimpin oleh Syekh Muhammad bin Hamad ats-Tsani, putra dari Emir Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani - waktu itu melakoni segala hal, termasuk berkoar akan membayar mantan bintang sepak bola Prancis Zinedine Zidane sebagai duta besar keliling Qatar.

Qatar menanggung ongkos perjalanan dan akomodasi seluruh anggota tim inspeksi FIFA ke negara itu. Mulai dari menginap di Hotel Four Seasons hingga berkeliling negeri dengan helikopter dan pelesiran ke gurun disajikan hiburan malam tradisional.

Negara ini juga menjadi tuan rumah laga persahabatan antara dua raksasa sepak bola dunia Brasil dan Argentina. Sampai-sampai Syekh Muhammad berani sesumbar, "Negara mana saja ingin mencalonkan diri harus mengirim pesan dengan cara serupa supaya bisa didengar."

Secara mengejutkan, Qatar terpilih sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022. Anggota Komite Eksekutif FIFA asal Amerika Chuck Blazer mengaku tidak paham bagaimana bisa Qatar menang. "Anda dapat menyejukkan sebuah stadion tapi saya tidak percaya Anda bisa menyejukkan sebuah negara secara menyeluruh," tuturnya.

Kecurigaan itu terbukti. Qatar telah membeli Piala Dunia.

Stadion Khalifah di Ibu Kota Doha, Qatar, buatan Arup. (arabianbusiness.com)

Kucuran deras fulus Bin Hammam

"Saya tidak ragu negara Anda akan siap buat Piala Dunia 2022 meski tanpa satu suara," kata Presiden Asosiasi Sepak Bola Botswana David Fani.

Muhammad bin Hammam, mantan Wakil Presiden FIFA dan bekas Presiden AFC. (bbc.com)

Lika liku lobi Bin Hammam

Panitia Piala Dunia 2022 menegaskan Muhammad bin Hammam tidak memiliki peran resmi atau tak resmi dalam pencalonan Qatar.

Stadion Al-Wakrah di Qatar rancangan Zaha Hadid Architects. (arabianbusiness.com)

Menteri GCC perintahkan media di kawasan sokong Piala Dunia 2022 di Qatar

Namun tidak disebutkan sanksi bagi media menolak.

Stadion Lusail di Ibu Kota Doha, Qatar, karya Foster + Partners. (arabianbusiness.com)

FIFA: Tidak ada alasan hukum coret Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia

"Rusia dan Qatar telah terpilih secara demokratis sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2002 oleh Komite Eksekutif."





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR