IQRA

Skandal Piala Dunia 2022 (3)

Kucuran deras fulus Bin Hammam

"Saya tidak ragu negara Anda akan siap buat Piala Dunia 2022 meski tanpa satu suara," kata Presiden Asosiasi Sepak Bola Botswana David Fani.

15 Juni 2015 17:29

Total fulus dikeluarkan Muhammad bin Hammam, mantan Wakil Presiden FIFA (badan sepak bola dunia) dan bekas Presiden AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), untuk menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 sebesar US$ 5 juta atau setara Rp Rp 66,6 miliar.

Duit itu digelontorkan kepada banyak pihak. Hasil investigasi surat kabar the Sunday Times mengungkapkan Bin Hammam membayar ongkos perkara hukum Reynald Temarii, anggota Komite Eksekutif FIFA asal Tahiti. Dia diskors sebagai pejabat FIFA setelah ketahuan meminta uang dari pihak Amerika Serikat.

Bin Hammam perlu memastikan posisi Temarri selamat untuk mengamankan suara Qatar. Kalau tidak, dia bakal diganti David Chung, penyokong Australia sebagai calon tuan rumah Piala Dunia 2022.

Bin Hammam juga memiliki hubungan istimewa dengan Jack Warner dari Trinidad dan Tobago. Dia menyuap Warner lebih dari US$ 1,6 juta, termasuk US$ 450 ribu sebelum pemungutan suara untuk mendukung Bin Hammam dalam pemilihan presiden FIFA pada 2011.

Lusinan transfer senilai hingga 200 ribu pound sterling dibayarkan ke rekening 30 asosiasi sepak bola di Afrika sebagai usaha menggaet dukungan buat Qatar.

Surat-surat elektronik membuktikan Bin Hammam telah melobi mereka dengan dana besar. Dalam surat elektroniknya kepada Bin Hammam, Presiden Asosiasi Sepak Bola Namibia John Muinjo bilang, "Kami akan selalu di belakang Anda dan memberikan sokongan penuh sepanjang masa." Dia meminta bantuan US$ 500 ribu kepada Bin Hammam untuk membangun lapangan sepak bola di negaranya.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Botswana David Fani menyurati Bin Hammam sepulang dari pelesiran ke Doha. Dia mengaku terkesan dengan persiapan Qatar untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. "Saya tidak ragu negara Anda akan siap buat Piala Dunia 2022 meski tanpa satu suara," katanya.

Kucuran deras fulus Bin Hammam tidak percuma. Duit itu mampu membeli cukup suara untuk meloloskan Qatar sebagai negara Arab pertama menyelenggarakan turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat itu.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Mengintip persiapan Piala Dunia 2022

Patut disayangkan, Indonesia belum masuk dalam agenda promosi Piala Dunia 2022.

Seorang perempuan tengah memperhatikan serangkaian foto dipameerkan dalam Museum Bin Jalmud di Ibu Kota Doha, Qatar. (msheireb.com)

Bebas hingga batas tertentu

Ketika kaum hawa di Arab Saudi baru diizinkan mengemudi mulai Juni tahun ini, perempuan Qatar sudah menyetir mobil sejak beberapa puluh tahun lalu. Di Qatar juga ada bioskop, bar, dan bahkan balapan kuda bagi joki perempuan.

Stadion Pelabuhan Doha di Ibu Kota Doha, Qatar. Ini salah satu stadion bakal dipakai untuk turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar. (theguardian.com)

Qatar gelontorkan US$ 500 juta sepekan buat proyek Piala Dunia 2022

Sebanyak 90 persen kontrak buat proyek Piala Dunia 2022 sudah diberikan.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR