IQRA

Investor Arab di Liga Eropa (3)

Royal borong pemain mahal

Sejak membeli City tujuh tahun lalu, Syekh Mansyur telah menggelontorkan Rp 15 triliun untuk menggaet 46 pemain.

10 Agustus 2015 12:27

Fulus seolah tiada batas, nafsu beringas. Barangkali ungkapan ini cocok buat menggambarkan klub tajir bermain di Liga Primer Inggris, Manchester City, dalam memborong pemain-pemain mahal.

Royal. Sejak membeli City tujuh tahun lalu, sang pemilik, Syekh Mansyur bin Zayid an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, telah menggelontorkan 719,1 juta pound sterling atau kini setara Rp 15 triliun untuk menggaet 46 pemain hebat dan tersohor.

Pemain teranyar atau ke-46 bakal berkostum biru langit adalah Raheem Sterling. City membeli pemain 20 tahun itu dari Liverpool musim ini seharga 49 juta pound sterling (Rp 1,02 triliun), dikritik banyak pihak kelewat mahal buat pemain semuda dia.

Berikut daftar 46 pemain telah dborong City selama dikuasai rezim Syekh Mansyur:

September 2008

Robinho dari Real Madrid dengan nilai transfer 32 juta pound sterling.

Januari 2009

Nigel de Jong, 16 juta pound sterling, Hamburg; Wayne Bridge, 12 juta pound sterling, Chelsea; Shay Given, 8 juta pound sterling, Newcastle; Craig Bellamy, 12 juta pound sterling, West Ham.

Musim panas 2009

Gareth Barry, 12 juta pound sterling, Aston Villa; Roque Santa Cruz, 18 juta pound sterling, Blackburn; Carlos Tevez, 25 juta pound sterling, Manchester United; Emmanuel Adebayor, 25 juta pound sterling, Arsenal; Kolo Toure, 15 juta pound sterling, Arsenal; Joleon Lescott, 22 juta pound sterling, Everton; Sylvinho, gratis, Barcelona.

Januari 2010

Adam Johnson, 6 juta pound sterling, Sunderland ; Patrick Viera, gratis, Inter Milan.

Musim panas 2010

Yaya Toure, 24 juta pound sterling, Barcelona; Mario Ballotelli, 23 juta pound sterling, Inter Milan; David Silva, 24 juta pound sterling, Valencia; Aleksandr Kolarov, 17 juta pound sterling, Lazio; James Milner, 26 juta pound sterling, Aston Villa; Jerome Boateng, 11 juta pound sterling, Hamburg.

Januari 2011

Edin Dzeko, 27 juta pound sterling, Wolfsburg.

Musim panas 2011

Stefan Savic, 6 juta pound sterling, Partizan Belgrade; Gael Clichy, 7 juta pound sterling, Arsenal; Costel Pantilimon, 3 juta pound sterling, Politehnica Timisoara; Samir Nasri, 24 juta pound sterling, Arsenal; Sergio Aguero, 38 juta pound sterling, Atletico Madrid; Owen Hargreaves, gratis, Manchester United.

Musim panas 2012

Jack Rodwell, 12 juta pound sterling, Everton; Scott Sinclair, 8 juta pound sterling, Swansea; Matija Nastasic, 12 juta pound sterling, Fiorentina; Maicon, 3 juta pound sterling, Inter Milan; Javi Garcia, 15,8 juta pound sterling, Benfica.

Musim panas 2013

Jesus Navas, 22,9 juta pound sterling, Sevilla; Fernandinho, 34 juta pound sterling, Shakhtar Donetsk; Alvaro Negredo, 20,6 juta pound sterling, Sevilla; Stevan Jovetic, 25,8 juta pound sterling, Fiorentina; Martin Demichelis, 3,5 juta pound sterling, Atletico Madrid; Zacharius Faour, 400 ribu pound sterling, Malmo.

Musim panas 2014

Bacary Sagna, gratis, Arsenal; Fernando, 12 juta pound sterling, Porto; Eliaqium Mangala, 32 juta pound sterling, Porto; Willy Caballero, 6 juta pound sterling, Malaga; Bruno Zuculini, 1,5 juta pound sterling, Racing Club de Avellanada.

Januari 2015

Wilfried Bony, 25 juta pound sterling, Swansea.

Musim panas 2015

Enes Unal, 2,1 juta pound sterling, Bursaspor; Raheem Sterling, 49 juta pound sterling, Liverpool.

Total pemain: 46 Jumlah pengeluaran: 719,1 juta pound sterling Rata-rata nilai transfer: 15,63 juta pound sterling

Batalion Badri 313, pasukan elite Taliban dilatih di kamp Salahuddin, Afghanistan. (Manba al-Jihad)

Mengembalikan markas Al-Qaidah dari Sudan ke Afghanistan

Taliban dua kali menyelamatkan nyawa Bin Ladin.

Saif al-Adl, pemimpin baru Al-Qaidah. (FBI)

Berjihad ke Afrika

Al-Qaidah dipimpin Saif berhasil menjatuhkan dua helikopter Black Hawk milik Amerika dalam pertempuran Mogadishu pada 1993.

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl. (FBI)

FBI salah orang, mengira Saif padahal Makkawi

Pada 1987, Hasan mengantar adiknya, Saif, ke Bandar Udara Kairo untuk terbang ke Makkah buat berumrah sebelum mencari pekerjaan. Itulah terakhir kali keluarganya melihat Saif.





comments powered by Disqus