IQRA

Yahudi Kelas Dua (1)

Bukan sepenuhnya Yahudi

Banyak dari mereka berayah Yahudi dan beribu non-Yahudi, kebanyakan imigran berbahasa Rusia.

14 September 2015 15:44

Israel mengasingkan orang-orang dianggap bukan sepenuhnya Yahudi. Mereka menjadi warga negara kelas dua di negara Zionis itu. Status ini pula memicu perlawanan atas otoritas agama begitu berkuasa di Israel.

Banyak dari mereka berayah Yahudi dan beribu non-Yahudi, kebanyakan imigran berbahasa Rusia. Sebagian menjadi Yahudi karena pilihan, tapi perpindahan mereka ke agama baru itu tidak diakui otoritas agama tertinggi di Israel. Ada dua alasannya, yakni para rabbi meneken sertifikat konversi mereka tidak memenuhi standar Kepala Kerabbian atau rabbi-rabbi itu beroperasi di luar sistem diakui Israel.

Yang lain dianggap bukan Yahudi penuh lantaran berasal dari komunitas Yahudi di tempat-tempat terpencil di pelbagai penjuru dunia. Mereka masih memerlukan pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri Israel. Golongan lain dilahirkan sebagai orang Yahudi namun tidak berafiliasi sehingga tidak ada rabbi menjamin silsilah mereka.

Apapun situasinya, mereka semua menyadari sebagai orang Yahudi. Namun buat mendapat pengakuan dari otoritas agama berkuasa di Israel, mereka perlu mengikuti upacara konversi ortodoks diakui negara, bahkan itu berlaku untuk yang sudah berpindah menjadi Yahudi sebelumnya. Kalau tidak, mereka tidak boleh menikah di negara Bintang Daud itu. Begitu pula anak-anak mereka.

Populasi Yahudi kelas dua ini menjadi tantangan mesti dihadapi Kepala Kerabbian Israel. Karena itu bulan lalu muncul gagasan membikin pengadilan agama alternatif beroperasi di luar Kepala Kerabbian. Beberapa bulan terakhir, pengadilan swasta ini telah membaptis hampir 50 warga Israel. Sebagian besar imigran berbahasa Rusia dilahirkan dari ayah Yahudi dan ibu non-Yahudi.

Gagasan lainnya adalah Juli tahun ini telah dibentuk sebuah badan Yahudi mensponsori perjalanan rabbi-rabbi dari pengadilan agama ke komunitas Yahudi di luar negeri. Mereka ditugaskan menggelar sekaligus meresmikan konversi Yahudi di beragam komunitas.

Tapi bukan berarti persoalan Yahudi kelas dua ini selesai. Banyak dari kelompok ini sekuler dan mereka bakal menentang konversi bila syaratnya harus menjadi Yahudi saleh. Kalau pun pengadilan agama alternatif lebih ramah, mereka bakal terus melawan siapa saja mempertanyakan keaslian darah Yahudi mereka.

Jumlah konversi Yahudi di Israel berdasarkan statistik resmi pemerintah pada 2014:

Imigran Ethiopia Lelaki: 48,5 persen Perempuan: 51,5 persen

Imigran berbahasa Rusia Lelaki: 20,2 persen Perempuan: 79,8 persen

Non-warga negara Israel Lelaki: 21,1 persen Perempuan: 78,9 persen

Persentase perempuan lebih tinggi lantaran agama anak mengikuti ibunya.

Seorang anak di Kota Najaf, selatan Irak, membantu ayahnya membagikan air kepada para peziarah. (Twitter)

Gadis 13 tahun masih perawan maharnya Rp 2,8 juta

"Pernikahan kontrak (kawin mut'ah) dilarang kalau hanya sekadar untuk menjual seks, sebuah cara merendahkan kehormatan dan kemanusiaan kaum hawa," tutur Ayatullah Ali al-Sistani.

Gadis-gadis pengungsi asal Suriah di sebuah kamp di Libanon. (Unicef)

Gonta ganti suami, pakai kontrasepsi

Sejauh ini Rusul sudah tidur seranjang dengan lusinan pria dalam ikatan kawin kontrak. Sampai-sampai dia lupa angka pastinya.

Bangunan berisi kubur Imam Musa al-Kazhim, salah satu tempat paling dikeramqtkan kaum Syiah, terletak di Distrik Kazhimiyah, Ibu Kota Baghdad, Irak. (Twitter)

Teman seranjang jam-jaman

Akad nikah berjalan singkat. Seorang ulama bertindak sebagai penghulu menanyakan apakah Rusul menerima uang lamaran US$ 200.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Banyak informasi hilang seputar kontrak penjualan

Pesawat mata-mata kedua pesanan UEA masih menjalani uji terbang di timur laut London.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Gadis 13 tahun masih perawan maharnya Rp 2,8 juta

"Pernikahan kontrak (kawin mut'ah) dilarang kalau hanya sekadar untuk menjual seks, sebuah cara merendahkan kehormatan dan kemanusiaan kaum hawa," tutur Ayatullah Ali al-Sistani.

19 Oktober 2019
Teman seranjang jam-jaman
08 Oktober 2019
Kochavi serba rahasia
22 September 2019

TERSOHOR