IQRA

Wabah ISIS di Indonesia (1)

Kepincut Daulah Islamiyah

Menurut BNPT, ada sekitar 500-600 orang Indonesia berjihad bareng ISIS.

26 Oktober 2015 03:14

Pikat itu ditebar di permulaan Ramadan tahun lalu atau bertepatan dengan 29 Juni 2014. Lewat pesan audio berdurasi 34 menit 2 detik, juru bicara ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Muhammad al-Adnani mengumumkan berdirinya khilafah islamiyah. Majelis Syura juga mengangkat pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sebagai khalifah.

Sebagian kaum muslim memang merindukan berdirinya kekhalifahan Islam, sebuah wilayah diperintah oleh seorang mukmin dan menjalankan aturan syariat Islam. Setelah masa empat khalifah berakhir - Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali - Daulah Islamiyah dilanjutkan oleh Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Terakhir adalah Kesultanan Usmaniyah runtuh menjelang Perang Dunia Pertama meletup.

Lewat propaganda di media sosial- Twitter, Facebook, dan Youtube - dalam waktu singkat Daulah Islamiyah mendapat banyak sokongan beragam pihak. Menyebar mulai dari Irak dan Suriah hingga Yaman, Libya, Mesir, dan Somalia. Bahkan tokoh-tokoh Islam garis keras di Indonesia ikut berbaiat kepada Daulah Islamiyah dipimpin Baghdadi.

Mereka beberapa kali menggelar acara dukungan, termasuk yang berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Maret 2014, seperti tertulis dalam dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co. Agenda waktu itu antara lain diprakarsasi oleh Syamsuddin Uba (ketua pengajian di Masjid Al-Fatah, Menteng, Jakarta Pusat), Tuah Febriwansyah alias Fachri (pemilik situs al-mustaqbal.net), Fauzan al-Ansari (pemimpin pondok pesantren Ansarullah, Ciamis, Jawa Barat), dan Chep Hernawan (Ketua Umum Gerakan Reformis Islam/Garis).

Muhammad Basri, pemimpin pondok pesantren Tahfizul Quran di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, juga beberapa kali menggelar deklarasi dukungan terhadap ISIS. Lalu pada Juli 2014 di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Muhammad Aries Rahardjo alias Afief Abdul Madjid alias Abu Ridwan bareng Abu Fida mengadaikan baiat massal terhadap Baghdadi.

Di bulan yang sama, acara sumpah setia kepada Baghdadi juga dilangsungkan di kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta Selatan. Acara ini bikinan Faksi (Forum Aktivis Syariat Islam), di antaranya beranggotakan Tuah Febriwansyah, Fauzan al-Ansari, dan Chep Hernawan.

Sebulan kemudian pemimpin JAT (Jamaah Ansarut Tauhid) Abu Bakar Baasyir mengadakan cara serupa di tempat dia mendekam, dalam Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Seorang sumber mengungkapkan kepada Albalad.co, rata-rata yang kepincut ingin berjihad bareng ISIS di Irak dan Suriah adalah orang-orang memang memiliki sejarah dengan perlawanan Islam. "Biasanya ada keluarganya terlibat Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau Jamaah Islamiyah," katanya.

Bukan sekadar berbaiat, banyak pula orang Indonesia ikut berperang bareng ISIS. "Jumlahnya sekitar 500-600," kata Wawan Hari Purwanto, staf ahli di BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) kepada Albalad.co hari ini. Bahkan ada laporan menyebutkan sampai 800 orang, namun, menurut dia, data ini masih perlu diverifikasi.

Batalion Badri 313, pasukan elite Taliban dilatih di kamp Salahuddin, Afghanistan. (Manba al-Jihad)

Mengembalikan markas Al-Qaidah dari Sudan ke Afghanistan

Taliban dua kali menyelamatkan nyawa Bin Ladin.

Saif al-Adl, pemimpin baru Al-Qaidah. (FBI)

Berjihad ke Afrika

Al-Qaidah dipimpin Saif berhasil menjatuhkan dua helikopter Black Hawk milik Amerika dalam pertempuran Mogadishu pada 1993.

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl. (FBI)

FBI salah orang, mengira Saif padahal Makkawi

Pada 1987, Hasan mengantar adiknya, Saif, ke Bandar Udara Kairo untuk terbang ke Makkah buat berumrah sebelum mencari pekerjaan. Itulah terakhir kali keluarganya melihat Saif.





comments powered by Disqus