IQRA

Wabah ISIS di Indonesia (3)

Jaringan perekrut jihadis ISIS

Hasil penelisikan Albalad.co menemukan setidaknya ada lima jaringan perekrut jihadis ISIS di Indonesia, yakni jaringan Jakarta, Cianjur, Malang, Solo, Bukit Tinggi, dan Makassar.

26 Oktober 2015 23:57

Hasil penelisikan Albalad.co menemukan setidaknya ada lima jaringan perekrut jihadis ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Indonesia, yakni jaringan Jakarta, Cianjur, Malang, Solo, Bukit Tinggi, dan Makassar.

Namun tidak semua jihadis sudah berangkat ke sana betah tinggal di wilayah kekuasaan ISIS. Ada yang memang pergi sementara sesuai kesepakatan di muka. "Ada belasan yang sudah pulang ke Indonesia. Jumlahnya belasan," kata seorang peneliti ISIS.

Jaringan Jakarta

Dipimpin oleh Bahrumsyah alias Abu Muhammad al-Indonesi. Lewat rekaman video diunggah ke Youtube tahun lalu, dia menyerukan kaum muslim Indonesia untuk bergabung dengan ISIS.

Namun tidak diketahui kapan lelaki pernah kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta Selatan, itu berangkat ke Suriah dan dengan siapa saja.

Bahrumsyah ikut dalam acara deklarasi mendukung ISIS dan baiat bersama kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi berlangsung Maret 2014 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Jaringan Cianjur

Ketua Umum Garis (Gerakan Reformis Islam) Chep Hernawan mengaku sudah mengirim 156 jihadis untuk bertempur bareng ISIS di Irak dan Suriah. Dia bilang para calon jihadis itu menjalani pelatihan sebelum diberangkatkan untuk berjihad.

Jaringan Malang

Dipimpin oleh Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal. Lewat rekaman video, dia mengancam bakal menyerang obyek-obyek vital dan panglima Tentara Nasional Indonesia.

Berdasarkan dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co, pada 23 Maret 2014 Abu Jandal bareng 18 orang lainnya, termasuk Hilmi Muhammad al-Amudi alias Abu Rayyan (pengasuh pondok pesantren Al-Mukmin, Malang, Jawa Timur), Ahmad Junaidi alias Abu Salman alias Jun, Abdul Hakim Munabari alias Abu Imad, dan Ridwan Sungkar alias Abu Bilal alias Iwan berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Setelah sekitar setengah tahun di sana, Hilmi Muhammad al-Amudi, Ahmad Junaidi, Abdul Hakim Munabari, dan Ridwan Sungkar kembali ke Indonesia.

Sepulangnya dari Suriah, Hilmi al-Amudi selama Juni hingga Desember 2014 telah memberangkatkan 39 orang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Jaringan Solo

Diyakini terkait dengan pemimpin JAT (Jamaah Ansarut Tauhid) Abu Bakar Baasyir, kini tengah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Saat memberikan keterangan sebagai saksi di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa pekan lalu, Muhammad Aries Rahardjo alias Afief Abdul Madjid alias Abu Ridwan mengaku pernah mengunjungi basis ISIS di Provinsi Latakia, Suriah.

Dia berangkat ke sana pada 15 Desember 2013 untuk melihat empat santrinya sedang menjalani pelatihan militer di kamp milik ISIS. "Saya cuma 15 hari sana," kata Muhammad Aries. "Dua santri saya kini sudah tewas."

Muhammad Aries pergi ke sana bersama temannya bernama Agung. Keduanya lantas dibawa masuk ke wilayah ISIS di Latakia oleh Khalid, warga Suriah menetap di Turki.

Jaringan Bukit Tinggi

Dipimpin oleh Apri Mul dengan bantuan Robby Risa Putera alias Abu Wahab alias Robby, bertugas sebagai fasilitator. Robby memberi tempat menginap sementara di Jakarta dan mengurus tiket perjalanan bagi calon jihadis asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat, ingin pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, seperti dikutip dari dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co.

Robby pernah mengikuti sejumlah pengajian diisi oleh Bahrumsyah, Said Sungkar, Halawi Makmun, dan Fauzan al-Ansari. Materi ceramah seputar jihad dan kewajiban melaksanakan syariat Islam. Apri Mul juga teman sepengajian dengan Robby.

Robby ikut pula dalam acara baiat bersama terhadap ISIS berlangsung Juli 2014 di kampus UIN Syarif Hidayatullah, dihadiri sekitar 400 jamaah.

Kelompok ini sudah memberangkatkan Arizal alias Ari pada November 2013, Zaki (April 2014), Rohim, Yahya, Hakim (April 2014). Robby juga memfasilitasi keberangkatan Irsa sekeluarga, Amril alias Bot sekeluarga, dan Rafiq sekeluarga.

Jaringan Makassar

Dipimpin oleh Muhammad Basri dibantu oleh Muhammad Amin Mude alias Abu Ahmad dan Ajis Hermawan sebagai fasilitator, berdasarkan dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co.

Basri menggelar baiat kepada Baghdadi di pesantrennya di Makassar. Sedangkan Amin Mude ikut dalam acara serupa dilangsungkan di UIN Syarif Hidayatullah.

Basri telah memberangkatkan Saifullah Taddampu (anak), sekarang sudah tewas, dan Jasman Akkas (keponakan) bareng lima orang lainnya, yakni Muadz, Ibnul Qoyim, Dididk Suryanto, Jumiran, dan Reza.

Setelah itu, Basri memberangkatkan dua rombongan jihadis lagi ke Suriah. Kelompok pertama berisi santrinya, termasuk Abrar, Fikrul Azzam, Masrur, Muhammad Azzam, dan Arman Abdul Samad.

Rombongan kedua terdiri dari Muhammad Azhar, Azhar Jamil, Ahmad Abdullah, Abdul Jabar Rauf, Ratna Pratiwi (istri Jabar Rauf), dan Nabil Ayip (bayi dari pasangan Jabal Rauf dan Ratna Pratiwi). Namun keberangkatan rombongan ini berhasilkan digagalkan polisi di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

Berselancar di gurun Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berselancar di gurun Qatar

Perhentian satu lagi di tepi Laut Merah, memisahkan Qatar dengan negara tetangganya, Arab Saudi.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Mengintip persiapan Piala Dunia 2022

Patut disayangkan, Indonesia belum masuk dalam agenda promosi Piala Dunia 2022.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di sebuah toko kebab di Suq Waqif, Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Puja emir jaya Qatar

"Kalau Allah mengizinkan dan tidak ada azab, saya ingin cinta kepada Syekh Tamim menjadi rukun iman ketujuh."





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR