IQRA

Senjata Pemusnah Massal Israel (3)

Israel lebih dulu bikin senjata kimia

CIA percaya Israel baru mulai mengembangkan program senjata kimia dan biologi pada akhir 1960-an atau awal 1970-an.

12 Januari 2015 08:27

Tim investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dua tahun lalu menyimpulkan gas sarin digunakan dalam perang saudara di Suriah. Namun bukan pemerintahan Basyar al-Assad satu-satunya di Timur Tengah memiliki cadangan senjata kimia.

Menurut dokumen rahasia CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat), Israel juga menghasilkan senjata kimia. Selama hampir dua dasawarsa, negara Zionis ini secara rahasia mengembangkan senjata kimia dan biologi buat melengkapi senjata nuklir kepunyaan mereka.

Kecurigaan ini terkait penelitian dan pengembangan dilakukan di Israel Institute for Biological Research, lembaga pemerintah amat dirahasiakan dan berlokasi di Ness Ziona, 20 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Tel Aviv.

Meski tidak rinci, laporan CIA itu merupakan bukti kuat pernah dilansir mengisyaratkan Israel mempunyai cadangan senjata kimia dan biologi. Dokumen pada 1983 ini juga berbasis pada hasil foto satelit intelijen Amerika setahun sebelumnya. “Sebuah fasilitas produksi dan penyimpanan kemungkinan senjata kimia…berada di areal penyimpanan sensitif Dimona di Gurun Negev, selatan Israel. Tempat memproduksi senjata kimia lainnya ada di lingkungan industri kimia Israel sangat canggih,” tulis dokumen CIA itu.

Namun mereka tidak mengetahui apakah Israel masih memiliki cadangan senjata kimia. CIA juga tidak bisa memastikan berapa jumlah senjata kimia milik Israel. Hanya saja, laporan CIA ini menunjukkan komunitas intelijen Amerika selama beberapa dekade mencurigai hal itu, namun mereka diam saja.

Laporan CIA itu tidak bisa pula menjelaskan alasan Israel membangun industri senjata kimia saat banyak pihak mencurigai mereka telah membuat senjata nuklir. Sejarawan asal Israel Avner Cohen menulis dalam bukunya terbitan 1988 Israel and the Bomb, Perdana Menteri Israel David Ben Gurion memerintahkan secara rahasia untuk mengembangkan senjata kimia saat berlangsung perang dengan Mesir pada 1956.

Tapi CIA percaya proyek itu baru dimulai pada akhir 1960-an atau awal 1970-an. Israel merasa terancam dengan sejumlah negara Arab membikin senjata kimia. “Suriah adalah negara keempat di Timur Tengah memproduksi senjata kimia setelah Mesir, Irak, dan Israel,” tulis dokumen CIA. Sebab itu, mereka meluncurkan program serupa buat kepentingan menyerang dan bertahan.

Menurut CIA, intelijen Amerika pertama kali mengetahui Israel menguji coba senjata kimia mereka pada awal 1970-an di Gurun Negev. Negara Bintang Daud ini mempercepat proyek senjata kimia mereka sehabis Perang Yom Kippur 1973. Uji coba senjata pemusnah massal itu kembali dilaksanakan pada Januari 1976 juga di Gurun Negev.

Avigdor Liberman bersama anggota Partai Yisrael Beitenu, November 2014. (olivier fitoussi/haaretz)

Menjadi lebih Israel

Masa hidup imigran Soviet di Israel lebih panjang sepuluh tahun ketimbang semasa hidup di negara asal mereka.

Natan Sharansky, tokoh gerakan pembebasan Yahudi Soviet, tiba di Israel pada Februari 1986 bersama istrinya, Avital. (alex levac)

Inspirasi dari Yahudi Soviet

Gerakan pembebasan Yahudi Soviet mendapat sokongan Barat karena merasa bersalah tidak maksimal membantu orang-orang Yahudi Eropa sebelum dan selama Holocaust.

Imigran Yahudi dari Uni Soviet setiba di Israel. (pavel wohlberg)

Membuka Pintu Besi lalu beremigrasi

Imigran-imigran Yahudi dari Uni Soviet dianggap tidak mau berbaur.

Serangan 11 September 2001 menghantam menara kembar WTC di Kota New York, Amerika Serikat. (www.dailymail.co.uk)

Mossad dalangi Teror 11/9

Pelaku pengeboman pertama menara kembar WTC juga agen Mossad.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR