IQRA

Aliansi Wahabi dan Bani Saud (2)

Masjid diperluas warisan nabi diberantas

Sekitar 95 persen bangunan berusia satu milenium di Makkah telah dimusnahkan dalam dua dekade. Lusinan tempat bersejarah penting menandai kelahiran Islam juga lenyap.

19 Januari 2015 08:25

Pemerintah Arab Saudi sudah memulai proyek perluasan Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Proyek miliaran pound sterling ini dipastikan bakal membuat kawasan sekitar kiblat umat Islam itu bakal makin megah dan gemerlap.

Sejumlah foto diperoleh surat kabar the Independent memperlihatkan para pekerja dengan pelbagai peralatan berat sudah mulai merobohkan bangunan bekas peninggalan kekhalifahan Usmaniyah dan Abbasiyah di sebelah timur kompleks masjid.

Bangunan bekas peninggalan dua pemerintahan Islam itu berhiaskan kaligrafi Arab berisi nama-nama sahabat Nabi Muhammad dan momen terpenting dalam kehidupan mereka. Bahkan salah satu bagian tembok diratakan diyakini tempat Rasulullah memulai isra ke Masjid Al-Aqsa di Kota Yerusalem, Tepi Barat.

Untuk melayani jamaah haji dan umrah terus bertambah saban tahun, negeri Dua Kota Suci ini terus memperluas kompleks Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Miliaran pound sterling pun digelontorkan. Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah menunjuk Syekh Abdurrahman as-Sudais, ulama tersohor sekaligus imam Masjid Al-Haram, bertanggung jawab atas proyek itu dan Bin Ladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Saudi, menjadi pelaksana.

Beberapa pihak mengecam perluasan dua masjid paling dikeramatkan itu karena merusak peninggalan sejarah dan budaya Islam, termasuk warisan nabi. Gulf Institute berkantor di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, memperkirakan 95 persen bangunan berusia satu milenium di Makkah telah dimusnahkan dalam dua dekade. Lusinan tempat bersejarah penting menandai kelahiran Islam juga lenyap.

Banyak ulama senior Wahabi mendukung penghancuran tempat-tempat bersejarah berkaitan dengan Nabi Muhammad. Mereka cemas lokasi-lokasi itu bakal dikultuskan sehingga bisa menimbulkan syirik.

Namun Dr Irfan al-Alawi, Direktur Eksekutif the Islamic Heritage Research Foundation, berkantor di Ibu Kota London, Inggris, menegaskan ada banyak cara memperluas kedua masjid itu tanpa melenyapkan tempat bersejarah. "Proyek itu bermasalah karena banyak bagian dirobohkan pernah menjadi tempat duduk dan salat nabi," katanya. "Catatan sejarah telah dihapus. Muslim generasi baru tidak akan pernah mempunyai petunjuk karena tidak ada penanda lokasi-lokasi ini."

Ada tanda-tanda Raja Abdullah mendengarkan kritikan itu. Pada Oktober 2012 rencana perluasan Masjid Nabawi akan mengorbankan tiga masjid tertua sejagat. Namun awal Maret 2013, sang raja meneken proposal baru memindahkan proyek dari bagian barat ke sebelah utara kompleks masjid.

Meski begitu, proyek Masjid Al-Haram bakal mengancam rumah kelahiran Rasulullah (Bait al-Maulid) kecuali rencana itu segera diubah. Sebelumnya, perluasan serupa sudah menghilangkan Darul Arqam (tempat nabi mengajar) dan perpustakaan milik Khadijah.

Para pecinta sejati tentu tidak rela memusnahkan peninggalan kekasihnya dan membiarkan warisan mereka dilenyapkan.

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh. (Arab News)

Sebar Wahabi lewat buku pelajaran agama

Saudi sebenarnya sudah melakukan reformasi pendidikan, namun kontrol ulama atas tempat publik, pendidikan, dan indoktrinasi agama menyulitkan pelaksanaannya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz saat memimpin rapat kabinet di Istana As-Salam di Kota jeddah, 5 September 2016. (SPA)

Universal dan merusak

ISIS mengajarkan buku-buku pelajaran resmi Saudi di sekolah-sekolah mereka bikin hingga milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu mampu menerbitkan buku versi mereka sendiri tahun lalu.

Ilustrasi pengantin Arab. (american bedu.com)

Bertemu calon suami lewat Twitter

Raqad yakin lelaki itu bakal menikahi dirinya.

Perempuan Arab. (ilustrasi/english.alarabiya.net)

Lebih berwarna di dunia maya

Generasi muda di negara Kabah kian mengandalkan media sosial untuk berekspresi dan menghibur diri, mencari fulus, serta bertemu teman dan calon pasangan hidup.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR