IQRA

Aliansi Wahabi dan Bani Saud (3)

Surga belanja di tanah suci

Makkah bakal menjadi megapolitan. Kian gemerlapnya kota suci ini bisa merusak niat beribadah jamaah haji dan umrah.

19 Januari 2015 10:38

Suatu hari di Desember 2012. Fatimah tengah asyik mematut diri di depan cermin dalam Topshop, salah satu toko bermerek di Kota Makkah, Arab Saudi. Jaraknya tidak sampai seratus meter dari Kabah. Model papan atas Kate Moss menjadi perancang tamu buat koleksi Topshop.

Ibu rumah tangga berusia 20-an tahun ini sedang bingung memutuskan apakah memilih singlet berbahan sutera warna merah muda atau blus berkerah rendah. Dia sibuk mencocokkan kedua pakaian itu di atas abaya hitamnya.

Teman perempuannya meminta dia bergegas karena sebentar lagi azan berkumandang dari Masjid Al-Haram. Sang teman segera menggesekkan kartu visanya setelah cocok dengan celana jins dan kaca mata gelap. Namun Fatimah masih berat meninggalkan toko itu lantaran sudah setahun dia menunggu supaya bisa ke sana. "Toko ini mau tutup," katanya beralasan. "Kamu bisa salat kapan saja."

Makkah memang telah bersalin rupa. Dari gurun gersang berdebu kini menjadi surga belanja. Perubahan itu berlangsung setelah Arab Saudi menjadi anggota WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) pada 2008. Konsekuensinya, negeri Dua Kota Suci ini mesti membuka peluang investor asing di bidang ritel.

Maka berduyun-duyunlah merek-merek kondang di dunia fesyen menghiasi pusat-pusat belanja di Makkah. Selain Topshop, Starbucks, The Body Shop, dan Tiffany & Co., para jamaah haji dan umrah kalau memang berfulus tebal bisa menjajal produk kosmetik MAC, parfum VaVaVoom, dan Claire's Accessories. H&M dan Cartier juga bakal menyusul membuka gerai di Makkah.

"Semua merek terkenal bakal tumplek di sini," ujar John Sfakianakis, ketua tim ekonom SABB (the Saudi Arabia British Bank). Ini merupakan salah satu bank perkreditan terbesar di Saudi. Mereka telah menggelontorkan US$ 30 miliar atau setara Rp 292,4 triliun untuk menjadikan Makkah sebagai megapolitan dalam empat tahun ke depan.

Nantinya, 130 gedung pencakar langit baru, termasuk kompleks Abraj al-Bait (terdiri dari tujuh menara), bakal menyelimuti Makkah. Tiap menara terdiri dari 60 lantai, hotel berisi dua ribu kamar, aula bisa menampung hingga 1.500 orang, dua garasi helikopter, dan mal empat lantai buat 600 gerai. Alhasil, Paris, Milan, New York, dan Hong Kong bakal kelewat.

Rupanya memang ini tujuan Saudi menjadikan Makkah sebagai megapolitan. "Berhaji merupakan kesempatan bagus mengunjungi Makkah dan Madinah, berbelanja, dan berwisata," ujar Wakil Menteri Urusan Kota dan Desa Habib Zainal Abidin.

Perubahan wajah Makkah menjadi lebih modern dan gemerlap dipastikan bakal menggoda niat beribadah umat Islam. Jangankan yang datang dari jauh buat berhaji atau berumrah, penduduk Saudi macam Fatimah saja terlena berbelanja ketimbang salat di tempat paling suci bagi umat Islam itu. Busana trendi lebih memikat hati ketimbang seratus ribu pahala dijanjikan Allah.

Ilustrasi pengantin Arab. (american bedu.com)

Bertemu calon suami lewat Twitter

Raqad yakin lelaki itu bakal menikahi dirinya.

Perempuan Arab. (ilustrasi/english.alarabiya.net)

Lebih berwarna di dunia maya

Generasi muda di negara Kabah kian mengandalkan media sosial untuk berekspresi dan menghibur diri, mencari fulus, serta bertemu teman dan calon pasangan hidup.

Abir, korban penganiayaan suaminya ketika tinggal di Kota Makkah, Arab Saudi. (alsharq.net.sa)

Rumah neraka di tanah suci

"Suami saya mengancam mempermalukan saya dan anak-anak saya jika saya tidak kembali ke Makkah."

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh. (al-shorfa.com)

Wahabi cermin radikalisme

Mantan agen MI6 (badan intelijen Inggris) Alastair Cooke bilang Kerajaan Arab Saudi dibentuk dengan terorisme.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR