IQRA

Aib Para Pangeran Saudi (1)

Berlimpah harta menghuni surga dunia

"Pengeluaran mereka benar-benar mencolok. Semua pemborosan dan itulah gaya hidup mereka," kata Mai Yamani.

26 Januari 2015 08:12

Selama masih kuat bepergian, mendiang Raja Fahad dari Arab Saudi saban Agustus selalu berlibur ke istana musim panasnya di luar Marbella, Spanyol. Pemimpin negeri Dua Kota Suci ini terbang bersama keluarga dan rombongan pengawal menggunakan jet pribadi Boeing 747. Dia hanya menginap di istana itu sebulan tiap tahun.

Wilayah selatan Prancis juga menjadi tujuan melancong favorit bagi keluarga Kerajaan Saudi, termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal, keponakan Fahad. Sudah tiga dekade sang pangeran menghabiskan libur musim panas di Kota Cannes. Lelaki berharta Rp 287,7 triliun ini dan menempati peringkat kesepuluh orang terkaya sejagat versi majalah Bloomberg terbitan Januari 2013.

"Kami hanya berlibur seperti para pelancong lain," kata Pangeran Al-Walid, 47 tahun, di atas kapal pesiarnya, the Kingdom, di Cannes, Agustus 2004. Kapal pesiar dia beli dari taipan asal Amerika Serikat Donald Trump itu juga dilengkapi studio disko dan tempat mendarat helikopter. "Saya ke sini bersama putri dan putra saya. Mereka sedang bermain jet ski."

Mai Yamani, perempuan Saudi kini bermukim di Ibu Kota London, Inggris, mengakui betapa borosnya kehidupan keluarga kerajaan. Peneliti Program Timur Tengah di the Royal Institute of International Affairs, London, ini menjadi saksi gaya hidup bermewah-mewahan itu saat ayahnya, Syekh Yamani, menjadi menteri perminyakan Saudi pada 1970-an.

"Pengeluaran mereka benar-benar mencolok. Semua pemborosan dan itulah gaya hidup mereka," ujar doktor lulusan Universitas Oxford, Inggris, ini. Dia menegaskan perilaku memalukan keluarga kerajaan ini membuat rakyat Saudi, terutama generasi muda, marah dan mengecam hal ini di pelbagai forum Internet.

Bahkan mendiang pendiri jaringan Al-Qaidah Usamah Bin Ladin bersumpah bakal menghancurkan rezim Bani Saud berkuasa di negara itu. "Mereka berdosa dan tidak menghargai karunia Allah. Kami perkirakan mereka bakal hancur dan bubar," Bin Ladin menegaskan dalam wawancara khusus dengan John Milner dari ABC News pada 1998. Bin Ladin, tewas oleh serangan pasukan SEAL Amerika Serikat, Mei 2011, merupakan pengusaha tajir asal Saudi keturunan Yaman.

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana dan jangan bermewah-mewahan. Nabi Muhammad sebagai satu-satunya insan termulia sepanjang sejarah manusia bahkan hidup serba kekurangan meski dia menjadi rasul sekaligus pemimpin negara.

Namun Pangeran Al-Walid membela diri. "Kekayaan adalah anugerah. Tidak ada salahnya menggunakan itu (kekayaan)."

Sungguh miris memang. Para pangeran ini dilahirkan tidak jauh dari dua kota suci Makkah dan Madinah. Namun kelakuan mereka tidak mencerminkan keluarga besar mereka mengklaim sebagai penjaga dua kota suci.

Ilustrasi pengantin Arab. (american bedu.com)

Bertemu calon suami lewat Twitter

Raqad yakin lelaki itu bakal menikahi dirinya.

Perempuan Arab. (ilustrasi/english.alarabiya.net)

Lebih berwarna di dunia maya

Generasi muda di negara Kabah kian mengandalkan media sosial untuk berekspresi dan menghibur diri, mencari fulus, serta bertemu teman dan calon pasangan hidup.

Pangeran Al-Walid bin Talal. (english.al-akhbar.com)

Pangeran Al-Walid janjikan Bentley bagi seratus pilot Saudi

"Syukurlah saya masih hidup tapi siapa bakal mengganti kerusakan ini? Tempat tinggal saya kena ledakan, pilot dapat Bentley. Dunia memang tidak adil."

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh. (al-shorfa.com)

Wahabi cermin radikalisme

Mantan agen MI6 (badan intelijen Inggris) Alastair Cooke bilang Kerajaan Arab Saudi dibentuk dengan terorisme.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR