IQRA

Aib Para Pangeran Saudi (5)

Pesta berlumur dosa

Para pangeran keluarga Kerajaan Saudi kerap menggelar pesta, berjejal dengan pelacur, minuman beralkohol, dan narkotik.

26 Januari 2015 10:18

Bagi kebanyakan orang, hidup di Arab Saudi memang tidak adil. Ketika polisi syariah ketat berpatroli buat menjaga ketertiban moral, para pangeran di negeri Dua Kota Suci itu malah tenggelam dalam lautan dosa.

Situs pembocor WikiLeaks menggelontorkan bocoran sangat mengejutkan sekaligus miris. Para pangeran keluarga Kerajaan Saudi kerap menggelar pesta, berjejal dengan pelacur, minuman beralkohol, dan narkotik.

Sejumlah pejabat Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Kota Jeddah, Saudi, menceritakan soal pesta Halloween pada Oktober 2009 digelar di rumah seorang pangeran dari keluarga At-Thunayan di kota itu. Acara hura-hura ini jauh dari sifat halal. Minuman beralkohol dan para pelacur melimpah di vila-vila dijaga ketat di kompleks rumah sang pangeran.

Lebih dari 150 lelaki dan perempuan Saudi hadir dengan kostum khas pesta Halloween. Kebanyakan berumur 20-an dan 30-an tahun. Tidak sembarang orang bisa datang. Hanya yang namanya tertulis di meja pendaftaran bisa melewati penjagaan di luar rumah sang pangeran. Tempat pesta dirancang seperti klub malam. Ada bar penuh minuman keras dan pemandu musik.

"Minuman beralkohol sangat dilarang oleh hukum Saudi banyak tersedia di bar," tulis WikiLeaks. Tentu saja hanya tersedia minuman berkelas, seperti Vodka Smirnoff seharga Rp 3,8 juta sebotol. Tetamu menikmati koktail disajikan para pelayan asal Filipina. Mereka juga bergumul dengan perempuan-perempuan pemuas syahwat. Pokoknya surga dunia.

Seorang penggila pesta asal Amerika Martin Quinn mengungkapkan para pangeran Saudi memang sudah terbiasa hidup bebas seperti di dunia Barat. "Mereka akrab memakai kokain dan mengisap ganja," ujarnya.

Menurut sejumlah diplomat, para pengawal pangeran Saudi kebanyakan lelaki Nigeria atau dari negara-negara Afrika lainnya. Mereka sudah bekerja sejak pangeran masih kecil dan biasanya seumuran sehingga kesetiaan mereka tidak perlu diragukan.

Seorang pemuda Saudi mengatakan pesta-pesta besar sudah menjadi kecenderungan di Saudi. Bahkan sejak beberapa tahun lalu, hura-hura itu digelar saban akhir pekan di rumah orang-orang super kaya. "Karena masyarakat kami makin konservatif, pola interaksi telah pindah ke dalam rumah," ujar seorang lelaki Saudi dari kalangan papan atas.

Ilustrasi pengantin Arab. (american bedu.com)

Bertemu calon suami lewat Twitter

Raqad yakin lelaki itu bakal menikahi dirinya.

Perempuan Arab. (ilustrasi/english.alarabiya.net)

Lebih berwarna di dunia maya

Generasi muda di negara Kabah kian mengandalkan media sosial untuk berekspresi dan menghibur diri, mencari fulus, serta bertemu teman dan calon pasangan hidup.

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh. (al-shorfa.com)

Wahabi cermin radikalisme

Mantan agen MI6 (badan intelijen Inggris) Alastair Cooke bilang Kerajaan Arab Saudi dibentuk dengan terorisme.

Raja Arab Saudi Abdul Aziz bin Saud dan Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt dalam sebuah pertemuan pada 1945. (myemail.constantcontact.com)

Benci mengakar terhadap Syiah

ISIS merupakan alat Saudi buat menumpas pengaruh Syiah tengah mengancam tuannya itu.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR