IQRA

Horor Sebelum Penyembelihan (3)

Mualaf bernama Abu Hamzah

Ketika para sipir membawa Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris, James Foley menghabiskan berjam-jam untuk membaca kitab suci itu.

02 Februari 2015 09:47

Bontinck bilang Foley masuk Islam tidak lama setelah ditawan dan mengganti namanya menjadi Abu Hamzah. Kabar Foley menjadi mualaf dibenarkan oleh tiga tawanan dibebaskan baru-baru ini dan oleh bekas bosnya.

"Saya membaca Alquran bareng dia," kata Bontinck. "Kebanyakan orang akan berkata, 'Ayo kita masuk Islam agar diperlakukan lebih baik.' Tapi dalam kasus Foley, saya pikir dia memang ingin menjadi muslim."

Sejumlah mantan tawanan ISIS mengungkapkan sebagian besar orang asing korban penculikan memeluk Islam selama masa-masa sulit dalam sekapan, termasuk Peter Kassig kemudian berganti nama menjadi Abdurrahman Kassig. Pihak keluarga membenarkan hal itu setelah membaca surat Kassig diselundupkan keluar dari penjara.

Hanya sedikit sandera bertahan memeluk agama mereka, seperti Sotloff, 30 tahun, penganut Yahudi. Di Hari Yom Kippur, dia berbohong kepada para sipir. Dia mengatakan sedang tidak enak badan sehingga menolak jatah makan agar bisa berpuasa.

Beberapa tawanan dilepaskan baru-baru ini mengungkapkan kebanyakan rekan mereka masuk Islam karena paksaan, tapi Foley benar-benar jatuh hati terhadap agama dibawa oleh Nabi Muhammad itu. Ketika para sipir membawa Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris, tawanan lain terpaksa menjadi mualaf sekadar membuka-buka halaman. Sedangkan Foley menghabiskan berjam-jam untuk membaca kitab suci itu.

Para penculiknya dari kelompok Jabhat Nusrah tadinya mencurigai alasan Foley masuk Islam. Tapi milisi berikutnya terkesan dengan keseriusannya menjadi muslim. Untuk beberapa lama siksaan dihentikan. Tidak seperti tawanan Suriah dirantai ke radiator, Foley dan Cantlie bebas bergerak dalam sel mereka.

Bontinck pernah mendapat satu kesempatan buat bertanya kepada kepala penjara, warga negara Belanda. Dia menanyakan apakah mereka sudah meminta tebusan untuk tawanan-tawanan asing mereka. Dia jawab tidak. "Dia menjelaskan ada rencana A dan rencana B," ujar Bontinck. Para jurnalis bakal dikenakan tahanan rumah atau diwajibkan ikut pelatihan militer. Dua kemungkinan itu mengisyaratkan semua tawanan asing bakal dibebaskan.

Suatu hari para penculik itu membawakan cokelat buat para tawanan.

Ketika Bontinck dibebaskan dia mencatat nomor telepon orang tua Foley dan berjanji menelepon mereka. Mereka berencana bertemu lagi.

Dia tetap mengira para wartawan itu, termasuk Foley, akan dilepaskan.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia mengklaim sebagai khalifah setelah ISIS merebut Kota Mosul, Irak, Juni lalu. (theweek.com)

Jejak darah di sandal plastik

Hingga Juni 2014 penjara tadinya dihuni sedikitnya 23 orang berkurang menjadi tujuh tawanan.

ISIS eksekusi Alan Henning. (www.nydailynews.com)

Trio Amerika dan Inggris

Saat ISIS tengah berpacu dalam perundingan, kondisi dialami tawanan kian menyeramkan. Mereka bahkan cuma dikasih secangkir teh makanan saban hari.

Pasukan ISIS. (www.nbcnews.com)

Setelah ISIS berkuasa

Setelah berbulan-bulan menawan mereka tanpa membikin tuntutan, ISIS tiba-tiba saja membuat sebuah rencana untuk meminta uang tebusan.

James Foley tengah mengedit video dari Aleppo, Suriah, dua pekan sebelum dia diculik pada November 2012. (www.nytimes.com)

The Beatles di sel ISIS

Selama tiga pekan berikutnya, saban mendengar suara azan ketiganya berdiri untuk melaksanakan salat.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR