IQRA

Koneksi Arab Saudi dan ISIS (3)

Wahabi cermin radikalisme

Mantan agen MI6 (badan intelijen Inggris) Alastair Cooke bilang Kerajaan Arab Saudi dibentuk dengan terorisme.

09 Februari 2015 14:03

"Ideologi rezim Saudi mirip ISIS," kata Assad Abu Khalil, profesor dari California State University, kepada the Progressive. "Wahabi Islam (ideologi resmi kerajaan Arab Saudi) benar-benar sinkron dengan ISIS."

Paham Wahabi mengklaim sebagai ajaran Islam murni sesuai disebarkan Nabi Muhammad. Karena menganggap mereka paling benar, kaum Wahabi tidak toleran terhadap aliran-aliran islam lain, termasuk Sunni, Syiah, atau sufi.

Pandangan ini mirip sekali dengan praktek dijalankan ISIS, kelompok militan telah mencaplok sebagian wilayah Suriah dan mayoritas daerah di utara Irak. ISIS telah menebar ketakutan dan penderitaan di wilayah-wilayah kekuasaan mereka. Mereka bengis dan biadab.

Contoh terakhir kebiadaban ISIS adalah membakar Muaz al-Kasasbih. Dia adalah pilot Yordania mereka tangkap sehari menjelang Natal tahun lalu setelah jet tempurnya jatuh di dekat Raqqah, ibukota ISIS di Suriah.

Sejak terbentuk, paham Wahabi bikinan Muhammad bin Abdul Wahab memang bersifat tidak toleran, bengis, dan hanya bertujuan pada kekuasaan. Setelah tercapai kesepakatan dengan Muhammad bin Abdul Wahab, Bani Saud mulai mencaplok desa-desa dan merampas harta milik penduduk sebagai upaya menguasai seluruh jazirah Arab.

Mantan agen MI6 (badan intelijen Inggris) Alastair Cooke bilang Kerajaan Arab Saudi dibentuk dengan terorisme. "Strategi mereka - mirip ISIS sekarang - membawa orang-orang mereka kuasai untuk bersumpah setia. Mereka bertujuan menciptakan ketakutan," ujarnya.

Ketika mencaplok Kota Karbala di selatan Irak pada 1801, pasukan sekutu dan Bani Saud membunuh ribuan orang Syiah, termasuk perempuan dan anak-anak. Banyak tempat disucikan kaum Syiah dihancurkan, termasuk makam Imam Husain, cucu Rasulullah.

Usman bin Bishr Najdi, sejarawan dari negara Saudi versi pertama, menulis pasukan Bani Saud telah melakukan pembantaian di Karbala pada 1801. Dia dengan bangga mendokumentasikan pembantaian itu seraya berkata, "Kami telah mengambil alih Karbala, membantai dan menjadikan penduduknya sebagai budak, kemudian memuji Allah Tuhan seluruh alam. Kami tidak menyesal untuk itu dan mengatakan: 'Tindakan serupa akan berlaku bagi kaum kafir.'"

Saat pasukan Abdul Aziz mencaplok Makkah pada 1803, penduduk di sana ketakutan dan panik. Para pengikut Wahabi ini lalu menghancurkan semua monumen bersejarah, kuburan, dan tempat-tempat dikeramatkan. Hingga akhirnya pasukan Wahabi ini melenyapkan arsitektur Islam berusia ratusan tahun dekat masjid Al-Haram. Strategi serupa juga mereka jalani saat menguasai Madinah.

Ed Husain dari Dewan Hubungan Luar Negeri mengatakan Al-Qaidah, ISIS, Boko Haram, Asy-Syabab, dan kelompok teroris lainnya adalah kelompok-kelompok ideologi Sunni Salafi penuh dengan kekerasan. "Selama lima dasawarsa Arab Saudi telah menjadi sponsor resmi paham Sunni Salafi (nama lain dari Wahabi) di seluruh dunia," tulisnya dalam surat kabar the New York Times.

Jadi wajar saja menyebut Wahabi menjadi cermin radikalisme.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal, jihadis ISIS asal Indonesia. (shotussalam.co)

Adu status jihadis ISIS

Tidak ada satu pun jihadis Indonesia memiliki akses ke lingkaran dekat Baghdadi.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Salib terjerembab di tanah Arab

"Untuk pertama kali dalam dua ribu tahun, tidak ada layanan gereja di Mosul."

Peta wilayah kekuasaaan ISIS di Suriah dan Irak. Warna merah menunjukkan daerah dikontrol ISIS dan yang berarsir adalah daerah penyokong ISIS. (New York Times)

Kisah pisah Diyaa dan Rana

Diyaa dan Rana terpisah setelah ISIS mencaplok Bakhdida. Keduanya menjadi tawanan di Mosul di tempat berbeda.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR