IQRA

Operasi Intelijen Israel (2)

Operasi Orchard lakon Mossad

Mossad menggunakan virus Kuda Troya untuk menyadap informasi soal reaktor nuklir Suriah.

23 Februari 2015 08:19

Pangkalan udara Ramat David di selatan kota pelabuhan Haifa, Israel, 5 September 2007. Sepuluh pilot diminta bersiap untuk latihan darurat dengan jet tempur F-15 mereka sebut “Raam”, dalam bahasa Ibrani berarti guntur.

Perintah keluar beberapa menit menjelang pukul sebelas malam itu adalah hal rutin. Lantas kesepuluh F-15 itu terbang ke arah barat menuju Laut Tengah. Tiga pesawat diperintahkan pulang, sedangkan tujuh lainnya lanjut ke timur laut mendekati perbatasan Suriah.

Di sinilah Operasi Orchard dimulai. Sebuah misi rahasia untuk menghancurkan apa yang diyakini Israel sebagai reaktor nuklir. Ketujuh pesawat pengebom itu terbang rendah menghindari pantauan radar Suriah.

Selang 18 menit, mereka tiba di kawasan Dair az-Zour. Setelah mengunci kompleks Al-Kibar sebagai sasaran, sejumlah bom dimuntahkan. Al-Kibar berada di tengah gurun seluas 25 ribu kilometer persegi. Letaknya 30 kilometer dari Dair az-Zour dan 130 kilometer dari perbatasan Irak.

Israel sudah lama mencurigai Suriah berupaya mengembangkan kekuatan nuklir. Bagi negara Zionis ini, tidak boleh ada satu negara Arab pun merupakan musuh mereka mempunyai senjata pemusnah massal. Tak heran, di suatu malam pada Juni 1981, beberapa F-16 Israel mengebom reaktor nuklir Osirak, dekat Ibu Kota Baghdad, Irak.

Kecurigaan Tel Aviv menguat setelah Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) berhasil menyadap informasi seputar reaktor Al-Kibar pada akhir 2006. Insiden itu berlangsung di Ibu Kota London, Inggris. Mossad menyusup ke kamar seorang pejabat senior Suriah menginap di sebuah hotel di kawasan elite Kensington.

Sang pejabat sudah lama diawasi berbuat ceroboh. Dia lupa membawa komputer jinjingnya saat meninggalkan kamar hotel. Para agen Mossad lantas menyusup masuk. Mereka memasang program “Kuda Troya”, jenis virus untuk menyadap semua informasi dalam komputer.

Informasi diperoleh sungguh berharga. Ruang penyimpanan komputer itu berisi rencana pemmbangunan reaktor berlangsung sejak 2002, surat-surat, dan ratusan foto. Salah satu foto menunjukkan Chon Chibu, kepala teknisi reaktor Yongbyon, Korea Utara, berdiri di samping Ibrahim Usman, Direktur Komisi Tenaga Atom Suriah.

Ali Reza Asghari, jenderal Iran membelot ke Amerika Serikat, membenarkan soal reaktor nuklir Suriah. Proyek itu, kata dia, dibantu oleh Iran dan bekerja sama dengan Korea Utara. Lelaki 63 tahun ini meninggalkan negeri Mullah itu pada Februari 2007 karena merasa jiwanya terancam setelah menuding beberapa orang dekat Presiden Mahmud Ahmadinejad terlibat korupsi.

Tidak seperti pejabat Suriah lalai, bagi Ali Reza, komputer jinjingnya begitu bernilai. “Saya membawa komputer saya. Seluruh hidup saya ada di sana,” kata mantan komandan Garda Revolusi Iran di Libanon pada 1980-an dan pernah menjabat wakil menteri pertahanan Iran pada 1990-an ini. Dia seolah hilang setelah berganti identitas.

Mossad juga mendapatkan kabar Muhsin Farizadeh Mahabadi - diyakini para pengamat sebagai kepala “Proyek 111” untuk membuat senjata nuklir Iran - pernah mengunjungi Ibu Kota Damaskus, Suriah, pada 2005. Setahun kemudian giliran Ahmadinejad melawat dan dipercaya menjanjikan bantuan US$ 1 miliar bagi proyek nuklir Suriah.

Pada Agusuts 2007, Mayor Jenderal Yaakov Amidror dengan langkah tergesa-gesa masuk ke dalam kediaman resmi Perdana Menteri Israel Ehud Olmert di Gaza Street, Yerusalem. Dia melaporkan soal kebenaran adanya reaktor Al-Kibar. Lelaki religius ini adalah satu dari tiga pejabat senior lima bulan sebelumnya diundang Olmert membahas program senjata pemusnah massal Suriah.

Setelah misi pengambilan contoh tanah di Dair az-Zour awal September 2007, Olmert makin percaya. Operasi Orchard pun tinggal menghitung waktu. Dia sempat memberitahu Stephen Hadley kemudian menjabat penasihat keamanan nasional Amerika. Maklum target operasi hanya lusinan kilometer dari markas militer Turki merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Operasi itu pun selesai dini hari 6 September 2007.

Tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di gurun nan sunyi itu. Sejumlah warga Dair az-Zour mengaku menyaksikan kilatBeberapa orang mengatakan melihat asap raksasa membubung di atas Sungai Eufrat. Penampakan pada dini hari itu menjadi obrolan di pelbagai warung kopi berjejer di tepian sungai.

Israel dan Suriah berupaya menyembunyikan peristiwa itu. Perdana Menteri Ehud Olmert langsung menelepon Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia menjelaskan soal serangan terhadap reaktor Al-Kibar dan meminta Erdogan memberitahu Presiden Suriah Basyar al-Assad: Israel tidak akan membiarkan negara itu membangun pembangkit nuklir.

Olmert menegaskan pihaknya tidak akan membesar-besarkan insiden itu jika Assad berbuat sama. “Insiden ini tidak pernah terjadi,” kata seorang juru bicara militer Israel tidak disebutkan identitasnya, seperti dikutip radio pemerintah.

Assad mengatakan apa yang dihancurkan jet-jet tempur Israel hanya markas militer biasa. “Kami bisa saja menyerang balik, namun haruskah kami tersulut untuk berperang? Lantas kami masuk perangkap Israel?” ujarnya dalam wawancara khusus dengan Der Spiegel pertengahan Januari 2009.

Kubur Ben Zygier di kompleks pemakaman Yahudi, Sprongvale, Melbourne, Australia. (deutsh press agency)

Tanda tanya kematian Zygier

Pengkhianatan Zygier menjadi pukulan telak buat Mossad karena menimbulkan keraguan soal integritas orang-orang mereka.

Penjara Ayalon di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (moti milrod/haaretz.com)

Berkhianat terhadap Israel

Apa yang Zygier tidak tahu, orang Hizbullah itu melaporkan pertemuan ini ke Beirut dan mulai menjalankan peran ganda.

Benjamin Zygier, agen Mossad gantung diri dalam selnya di Penjara Ayalon, Tel Aviv, Israel, Desember 2010. (haaretz.com)

Bergabung dengan Mossad

Prestasinya dianggap sedang-sedang saja. Zygier lantas dimutasi dari agen lapangan ke kantor Mossad di Tel Aviv.

Benjamin Zygier, agen Mossad gantung diri dalam selnya di Penjara Ayalon, Tel Aviv, Israel, Desember 2010. (endthelie.com)

Mata-mata dalam Sel 15

Israel menetapkan kasus kematian Benjamin Zygier sebagai rahasia negara sehingga media dilarang mengungkap.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR