IQRA

Operasi Intelijen Israel (3)

Lika-liku Mossad di Teheran

Dalam dua tahun, lima ahli nuklir Iran menjadi sasaran pembunuhan. Hanya satu selamat.

23 Februari 2015 09:09

Udara dingin masih membekap Teheran, Iran, pertengahan Januari 2012. Seperti biasa, selesai salat subuh, Mustafa Ahmadi Rosyan bersiap-siap pergi bekerja di fasilitas pengayaan uranium di Natanz.

Rosyan, 32 tahun, adalah wakil direktur di Natanz, reaktor nuklir terbesar di Provinsi Isfahan. Ahli kimia ini direkrut setelah lulus dari Universitas Teknik Syarif. Meski bukan paling brilian, dia dipilih lantaran berasal dari keluarga saleh dan setia terhadap rezim berkuasa. Setelah menikah, dia bergabung dengan Basij, milisi dikontrol oleh Garda Revolusi.

Di sebuah rumah perlindungan di jantung ibu kota, beberapa agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) memantau situasi di lokasi-lokasi penting, termasuk gerbang kantor intelijen Iran dan jalan-jalan bakal dilewati Rosyan. Agen lainnya mengikuti komunikasi radio antara polisi dan tentara.

Menjelang pukul delapan pagi, Rabu itu, sang sopir sekaligus pengawal, Reza Qashqai, tiba di rumah Rosyan, kawasan Cheezar (pinggiran utara Teheran). Desa masuk wilayah perluasan Teheran ini dihuni keluarga-keluarga tradisional.

Qashqai sadar bahaya kerap mengintip bosnya itu. Karena itu, tiap kali tiba di sana, dia memeriksa semua bagian mobil dinas Peugeot 405 berwarna perak itu. Tepat jam delapan, Rosyan meninggalkan rumah menuju kantornya. Sorang agen Mossad sejak tadi mengawasi, mengirim pesan berkode kepada komandan operasi: sasaran dalam perjalanan.

Seorang agen Mossad bersepeda motor keluar dari garasi menuju Jalan Gol Nabi selalu dilewati mobil Rosyan. Pria bertopeng ini meliuk-liuk di tengah kemacetan. Setelah memastikan sang penumpang adalah target direncanakan, dia menempelkan bom magnet berdaya ledak kuat. Dia lantas kabur memacu sepeda motornya.

Sembilan detik kemudian ledakan hebat terjadi. Rosyan terbunuh di lokasi, sedangkan Qashqai cedera parah. Dia meninggal beberapa hari kemudian di rumah sakit.

Menurut seorang sumber di Israel, misi pembunuhan atas Rosyan adalah pekerjaan intelijen telah dilakoni berbulan-bulan oleh tim amat terlatih. “Tidak boleh ada kesalahan. Jika gagal risikonya bukan hanya bagi para agen tapi bisa menjadi skandal internasional,” kata sumber itu kepada the Sunday Times.

Kasus ini terjadi di tengah makin memanasnya hubungan Iran dan Barat. Amerika Serikat bersama Israel dan negara-negara Eropa telah menerapkan sanksi sebagai tekanan agar negeri Mullah itu menghentikan program nuklir mereka.

Spekulasi soal rencana Israel menyerang fasilitas nuklir Iran juga menguat. Dua hari sebelum kejadian, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengumumkan Iran mulai mengayakan uranium di reaktor bawah tanah di Fordo, dekat kota Qom.

Rosyan adalah ahli nuklir keempat terbunuh dalam dua tahun terakhir. Korban pertama adalah Masyud Ali Muhammadi. Lelaki setengah abad ini merupakan ahli fisika kuantum dari Universitas Teheran. Dia pernah menjadi mentor Rosyan dalam program nuklir.

Rosyan memiliki spesialisasi dalam membuat membrane polimerik digunakan buat memisahkan gas. Teknologi pemisahan gas ini diperlukan untuk pengayaan uranium.

Ratusan orang menghadiri pemakaman Rosyan menuntut pemerintah membalas kematiannya. “Dua sasaran selalu ada dalam pikiran Rosyan,” ujar rekannya, Reza Najafi. “Memerangi Israel dan menjadi syuhada. Dia telah mendapatkan keduanya.”

Upaya sabotase terhadap nuklir Iran

11 Januari 2012

Ahli nuklir Mustafa Ahmadi Rosyan terbunuh setelah bom meledakkan mobilnya sedang melaju.

28 November 2011

Sebuah ledakan terjadi di reaktor Natanz. Kerasnya ledakan terdengar hingga ke sejumlah wilayah di Isfahan.

12 November 2011

Sebuah ledakan menghantam gudang senjata di Teheran. Sebanyak 17 anggota Garda Revolusi, termasuk satu ahli peluru kendali, tewas dan 15 lainnya cedera.

23 Juli 2011

Dua orang berboncengan motor menembak mati Dariush Rezainejad. Lelaki 35 tahun ini adalah professor fisika dan ahli pemindahan neutron.

24 Mei 2011

Sebuah ledakan menimbulkan kebakaran di kilang minyak Abadan, barat daya Iran. Insiden ini terjadi saat kunjungan Presiden Mahmud Ahmadinejad. Dia selamat tanpa cedera. Peristiwa itu menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya.

29 November 2010

Ahli nuklir Majid Shahriyari tewas setelah bom meledakkan mobilnya. Dalam insiden terpisah, Fereydun Abbasi-Davani selamat setelah dirawat di rumah sakit. Dia luka parah dalam serangan bom monil. Setelah sembuh, ahli nuklir masuk dalam daftar sanksi PBB diangkat menjadi direktur badan tenaga atom Iran.

12 Januari 2010

Ahli nuklir Masyud Ali Muhammadi tewas setelah bom diletakkan di luar rumahnya meledak. Dia merupakan pendukung tokoh oposisi Mir Husain Musawi.

Kubur Ben Zygier di kompleks pemakaman Yahudi, Sprongvale, Melbourne, Australia. (deutsh press agency)

Tanda tanya kematian Zygier

Pengkhianatan Zygier menjadi pukulan telak buat Mossad karena menimbulkan keraguan soal integritas orang-orang mereka.

Penjara Ayalon di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (moti milrod/haaretz.com)

Berkhianat terhadap Israel

Apa yang Zygier tidak tahu, orang Hizbullah itu melaporkan pertemuan ini ke Beirut dan mulai menjalankan peran ganda.

Benjamin Zygier, agen Mossad gantung diri dalam selnya di Penjara Ayalon, Tel Aviv, Israel, Desember 2010. (haaretz.com)

Bergabung dengan Mossad

Prestasinya dianggap sedang-sedang saja. Zygier lantas dimutasi dari agen lapangan ke kantor Mossad di Tel Aviv.

Benjamin Zygier, agen Mossad gantung diri dalam selnya di Penjara Ayalon, Tel Aviv, Israel, Desember 2010. (endthelie.com)

Mata-mata dalam Sel 15

Israel menetapkan kasus kematian Benjamin Zygier sebagai rahasia negara sehingga media dilarang mengungkap.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018
Unjuk gigi Khashoggi
06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR