IQRA

Arab Supertajir dan Panama Papers (3)

Elite Arab dalam Panama Papers

Dia telah membangun sebuah istana berlantai tujuh di puncak gunung di Seychelles. Sebagai balas jasa, negara kepulauan ini mendapat bantuan US$ 130 juta.

17 April 2016 13:21

Sebanyak 11,5 juta dokumen kepunyaan Mossack Fonseca, firma hukum berkantor pusat di Panama City, dibocorkan seorang sumber kepada surat kabar terbitan Jerman Süddeutsche Zeitung dan dibagikan kepada lebih dari seratus media oleh ICIJ (Konsorsium Internasional Wartawan Investigasi) telah menggegerkan dunia.

Pemimpin negara, kepala pemerintahan, politisi, artis, dan pesohor lainnya disebut dalam dokumen itu. Berikut daftar elite-elite Arab terlibat dalam skandal Mossack Fonseca, seperti dilansir dari situs ICIJ.

Presiden Uni Emirat Arab Syekh Khalifah bin Zayid bin Sultan an-Nahyan

Syekh Khalifah, juga Emir Abu Dhabi, adalah salah satu orang paling tajir sejagat. Dia telah membangun sebuah istana berlantai tujuh di puncak gunung di Seychelles, Afrika Timur. Sebagai balas jasa, negara kepulauan ini mendapat bantuan US$ 130 juta.

Dia tercatat pernah memecahkan rekor dengan menyumbang US$ 150 juta buat membangun sebuah gedung pusat perawatan kanker diberi nama ayahnya, Syekh Zayid bin Sultan an-Nahyan, di Pusat Kanker M.D. Anderson di Universitas Texas, Amerika Serikat. Dia juga mendanai pembangunan pusat perawatan jantung di Rumah sakit John Hopkins, Maryland, Amerika Serikat.

Dia mempunyai kapal pesiar supermewah terbesar di dunia, dilengkapi sejumlah tempat pendaratan helikopter, kolam renang, sebuah diskotek, dan salon bergaya Prancis. Gedung terjangkung di planet ini, dinamai Burj Khalifah sebagai penghormatan kepada dirinya.

Syekh Khalifah, istri, putra, dan putrinya memiliki 30 perusahaan cangkang bikinan Mossack Fonseca di British Virgin Islands. Lewat perusahaan-perusahaan itu, dia membeli properti di kawasan elite Kensington dan Mayfair di Ibu Kota London, Inggris, seharga US$ 1,7 miliar, lewat pinjaman dari the National Bank of Abu Dhabi and the Royal Bank of Scotland.

Dia antara lain menguasai gedung BHS di Oxford Street, gerai-gerai desainer busana di Bruton Street, dan Berkeley Square di Mayfair.  

Adalah ayahnya, Syekh Zayid bin Sultan an-Nahyan, mengawasi pembelian properti komersial dan tempat tinggal, termasuk klub malam Annabele, di kawasan Berkeley Square di jantung Mayfair pada 2005. Dua tahun lalu dilaporkan keluarga besar Nahyan menjadi juragan properti terbesar di Mayfair setelah Duke of Westminster, gelar bangsawan bagi Gerald Grosvenor.

Mantan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani

Syekh Hamad berkuasa selama 1995-2013 setelah melengserkan ayahnya, waktu sedang melawat ke Swiss, melalui kudeta tidak berdarah. Pada Juni 2013, dia menyerahkan takhta kepada putranya, Syekh Tamim, seraya bilang, "Sekara saatnya generasi baru memimpin."

Pada Maret 2014, kurang dari setahun setelah lengser, seorang pengacara dari Luksemburg mengontak Mossack Fonseca. Dia menyampaikan pesan: Syekh Hamad tertarik membeli sebuah perusahaan cangkang di British Virgin Islands.

Menurut pengacaranya, perusahaan dibeli Syekh Hamad adalah Afrodille S.A. dan memiliki rekening di sebuah bank di Luksemburg serta saham di dua perusahaan di Afrika Selatan.

Bocoran dokumen Mossack Fonseca menyebutkan sejak September 2013, Syekh Hamad juga pemegang saham mayoritas di Rienne S.A. dan Yalis S.A., dua perusahaan dengan rekening di Bank of China cabang Luksemburg. Sedangkan 25 persen saham lainnya di kedua perusahaan itu kepunyaan bekas Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Hamad bin Jassim ats-Tsani.  

Bekas Perdana Menteri Qatar Syekh Hamad bin Jassim bin Jabir ats-Tsani

Selama enam tahun Syekh Hamad menduduki tiga posisi penting sekaligus: perdana menteri, menteri luar negeri, dan kepala QIA (Otoritas Investasi Qatar). Majalah Time pada 2012 menobatkan dia sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia.

Pada 2002, Syekh Hamad membeli sebuah perusahaan di British Virgin Islands dan tiga perusahaan di Bahamas. Lewat keempat perusahaan ini, Syekh Hamad membeli saham dua pelabuhan di Spanyol, Palma dan Mallorca, serta kapal pesiar supermewah bernama Al-Mirqab seharga US$ 300 juta. Syekh Hamad mengambil alih manajemen keempat perusahaan itu pada 2004, lalu mdibubarkan beberapa tahun kemudian.

Pada 2011, ketika Qatar mulai berinvestasi di perusahaan-perusahaan Luksemburg, Syekh Hamad membeli empat perusahaan Panama, dua diantaranya dimiliki bersama dengan Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani, kemudian menjadi emir Qatar pada 2013.

Eks Perdana Menteri Yordania Ali Abu ar-Raghib

Keberhasilannya membangun kawasan ekonomi khusus di sekitar Pelabuhan Aqabah menjadikan mengorbitkan dia sebagai perdana menteri Yordania pada 2000, namun dia berhenti tiga tahun kemudian.

Pada Juli 2003, beberapa bulan sebelum mundur dari jabatan perdana menteri, Ali dan istrinya, Yura, menjadi direktur di Jaar Investment Limited, perusahaan di British Virgin Islands mempunyai sebuah rekening di Arab Bank cabang Jenewa, Swiss. Perusahaan ini tidak aktif lagi pada Agustus 2008.

Awal 2008, keduanya menjadi direktur di Jay Investment Holdings Ltd, juga berada di British Virgin Islands. Hingga Desember 2014, Ali juga memiliki tiga perusahaan di Seychelles. Anak-anaknya menjadi direktur di sejumlah perusahaan di British Virgin Islands, termasuk Desertstar Investment Capital Ltd., dengan sebuah rekening di Arab Bank di Jenewa, dipakai untuk berinvestasi di Yordania.

Mantan Perdana Menteri Irak Ayad Allawi

Dia terlahir dari keluarga Syiah sekuler dan aktif di partai berkuasa Baath hingga 1971. Ketika tinggal di London, dia membangun hubungan dengan CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) dan M16 (dinas rahasia luar negeri Inggris).

Selama di pengasingan, Ayad Allawi menentang rezim Saddam Husain dan ikut membikin sebuah partai oposisi. Pada 1978, dia lolos dari upaya pembunuhan.

Kembali ke Irak, dia ditunjuk sebagai perdana menteri pada 2004, setahun setelah pasukan koalisi dipimpin Amerika menggulungkan rezim Saddam. Sejak saat itu dia aktif dalam politik Irak dan menjadi wakil presiden dari 2014 hingga Agustus 2015.

Mossack Fonseca pada 1985 memasok orang-orangnya untuk duduk dalam direksi perusahaan kepunyaan Allawi di Panama, I.M.F. Holdings Inc. Dia menguasasi seluruh saham pada 2000 sampai perusahaan itu dibubarkan pada 2013. I.M.F. memiliki sebuah rumah mewah di Kingston, dekat Sungai Thames. Per April 2013, prperti itu atas nama Allawi dan diperkirakan bernilai US$ 1,5 juta.

Perusahaan Allawi lainnya bentukan Mossack Fonseca adalah Moonlight Estates Limited, juga mempunyai sebuah properti di London atas nama Allawi. Dokumen perusahaan berlokasi di British Vigin Islands itu menunjukkan sumber dana berasal dari tabungan Allawi.    

Bekas Presiden Sudan Ahmad Ali al-Mirghani

Ahmad Ali al-Mirghani, meninggal pada November 2008, terpilih secara demokratis sebagai presiden Sudan lewat pemilihan umum Mei 1986 hingga dilengserkan lewat kudeta pada Juni 1989 oleh Jenderal Umar al-Basyir, sampai sekarang menjabat presiden.

Leluhur Mirghani masih keturunan Nabi Muhammad. Setelah dikudeta, dia mengasingkan diri ke Mesir dan memimpin Partai Unionis Demokratis sebagai oposisi sampai wafat.

Mirghani adalah pemilik Orange Star Corporation, perusahaan berkantor di Biritsh Virgin Islands dan dibentuk pada 1995. Di tahun itu pula Orange Star Corporation membeli sebuah apartemen di kawasan elite Hyde Park, utara London, seharga lebih dari US$ 600 ribu.

Ketika meninggal, melalui perusahaannya, dia menguasai aset senilai US$ 2,72 juta.

Sepupu Presiden Suriah Basyar al-Assad

Dua saudara kandung Rami dan Hafiz Makhluf mengumpulkan harta dengan memanfaatkan hubungan darah sebagai sepupu satu kali dengan Presiden Suriah Basyar al-Assad dari pihak ibu. Selama bertahun-tahun perusahaan asing ingin berbisnis di Suriah mesti lewat Rami, menguasai sektor minyak dan telekomunikasi di negara itu.

Sedangkan Hafiz sebagai jenderal dan kepala intelijen membantu mengamankan bisnis abangnya dengan mengintimidasi para pesaing bisnisnya.

Pada 1998, Rami Makhluf memakai Polter Investments Inc. untuk berinvestasi di sektor telekomunikasi Suriah bareng para pemodal asal Yordania. Pada 2002, dia mendirikan Syriatel, perusahaan telekomunikasi seluler Suriah. Dia menguasai sepuluh persen saham secara pribadi dan 63 persen lainnya lewat Drex Technologies S.A., perusahaannya berlokasi di British Virgin Islands.

Di tahun itu pula, para investor di Syriatel menggugat Rami di Wina di mana perusahaannya itu memiliki rekening bank sebanyak US$ 2,6 juta. Dia juga membuka rekening atas nama Drex di HSBC cabang Jenewa, Swiss.

Rami mempunyai rekening pula di HSBC atas nama perusahaan Ramak Contracting & Trading. HSBC juga menangani rekening Cara Corporation, di mana Rami menjadi direktur, Seadale International Corporation, kepunyaan bersama Rami dan Hafiz, Eagle Trading & Contracting Limited, milik Hafiz, dan Hoxim Lane Management Corp., kepunyaan Rami.

Bermula pada Februari 2011, para pekerja di Mossack Fonseca berdiskusi lewat surat elektronik soal dugaan penyuapan dan korupsi terhadap anggota keluarga Makhluf dan sanksi sebelum telah diterapkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Juni tahun sama, Komisi Layanan Keuangan British Virgin Islands menyurati Mossack Fonseca mengenai penyelidikan sesuai undang-undang antipencucian uang terhadap Drex Technologies S.A., membikin Mosscak Fonseca memutuskan hubungan dengan perusahaan-perusahaan milik keluarga Makhluf.

Amerika Serikat pada 2007 memasukkan Hafiz Makhluf dalam daftar hitam. "Saya yakin jika seorang individu masuk dalam daftar sanksi, ini sebuah bendera merah dan kita mesti melakukan segala upaya untuk memutuskan hubungan dari mereka," tulis seorang pejabat pengawas di Mossack Fonseca.

Selain itu ada pula Sulaiman Maruf, perwakilan Basyar al-Assad di London. Pengusaha teknologi ini memiliki palings edikit enam flat mewah di ibu kota Inggris itu seharga hampir enam juta pound sterling melalui perusahaan-perusahaan di British Virgin Island, seperti terdapat dalam bocoran Panama Papers.

Selama perang saudara, dia disuruh oleh Asma Assad, Ibu Negara Suriah, untuk membeli barang-barang bermerek dari Armani dan Harrods.

Pada Oktober 2012, aset-aset Maruf di Eropa dibekukan dengan alasan dia pendukung rezim Suriah dan dekat dengan keluarga Presiden Assad.

Dengan dukungan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, namanya dihapus dalam daftar hitam Eropa pada Juni 2014. Aset-asetnya kembali dicairkan.   

Alaa Mubarak, putra sulung dari mantan Presiden Mesir Husni Mubarak

Alaa Mubarak adalah pengusaha kaya asal Mesir. Alaa bareng adiknya, Jamal, dan ayahnya ditahan pada April 2011, setelah Husni Mubarak lengser karena tekanan unjuk rasa massal rakyat negara Nil itu.

Ketiganya divonis tiga tahun penjara pada Mei 2015 karena menggelapkan duit negara dalam proyek renovasi istana. Pengadilan di Kairo membebaskan Alaa dan Jamal pada Oktober 2015 karena masa hukumannya telah habis.

Namun keduanya masih terancam pengadilan atas tuduhan perdagangan saham melibatkan orang dalam. Ayah mereka masih tetap ditahan dalam sebuah rumah sakit militer.

Alaa Mubarak mempunyai perusahaan Pan World Investments Inc., berlokasi di British Virgin Islands dan dikelola oleh Credit Suisse. Pada 2011, otoritas di British Virgin Islands meminta Mossack Fonseca untuk membekukan aset perusahaan itu, berdasarkan undang-undang Uni Eropa.

Dua tahun kemudian, Mossack Fonseca didenda US$ 37.500 gagal memeriksa Alaa Mubarak sebagai konsumen brisiko tinggi. Mossack Fonseca mengakui prosedur mereka jalankan cacat karena gagal mengidentifikasi Alaa secara menyeluruh.

Pada 2014, sebuah lembaga di British Virgin Islands menyelidiki Mossack Fonseca dan Pan World.

Munir Majidi, Sekretaris pribadi Raja Maroko Muhammad VI

Pengusaha bergelar MBA dari Universitas Pace di New York, Amerika Serikat, ini menjadi sekretaris pribadi Raja Maroko Muhammad VI pada 2000. Dua tahun berselang, raja menunjuk dia sebagai kepala SIGER, perusahaan induk milik keluarga kerajaan bergerak di bisnis pertambangan, pertanian, dan telekomunikasi.

Majidi, ketua organisasi non-profit Maroc Cultures, rutin menggelar festival musik tahunan bernama Festival Mawazin di Ibu Kota Rabat, Maroko. Dia juga menjadi presiden bagi sebuah klub sepak bola di Rabat.

Pada Maret 2006, dia diberi kuasa oleh raja untuk memimpin SMCD Limited, perusahaan dibentuk di British Virgin Islands pada 2005. Pada januari 2006, SMCD Limited diberi kuasa untuk membeli kapal layar mewah bikinan 1930, Aquarius W.

Kapal ini kemudian didaftarkan di Maroko dengan nama Al Bughaz I dan sekarang milik Raja Muhammad VI. SMCD juga dipakai buat mencari pinjaman untuk kepentingan tidak diketahui bagi sebuah perusahaan berkantor di Luksemburg, Logimed Investments Co. SMCD Limited ditutup pada 2013.

Majidi juga memimpin Immobiliere Orion S.A., juga berlokasi di Luksemburg. Pada 2003, perusahaan ini meminjam dana US$ 42 juta dari sebuah perusahaan bikinan Mossack Fonseca untuk membeli sekaligus merenovasi sebuah apartemen di Ibu Kota Paris, Prancis. Namun tidak diketahui siapa pemilik perusahaan pemberi pinjaman itu.
 

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

Berselancar di gurun Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berselancar di gurun Qatar

Perhentian satu lagi di tepi Laut Merah, memisahkan Qatar dengan negara tetangganya, Arab Saudi.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Mengintip persiapan Piala Dunia 2022

Patut disayangkan, Indonesia belum masuk dalam agenda promosi Piala Dunia 2022.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di sebuah toko kebab di Suq Waqif, Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Puja emir jaya Qatar

"Kalau Allah mengizinkan dan tidak ada azab, saya ingin cinta kepada Syekh Tamim menjadi rukun iman ketujuh."





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR