IQRA

Horor Khashoggi (2)

Pembunuhan berencana suruhan putera mahkota

Setelah Khashoggi dibunuh, Mutrib empat kali menelepon Badr as-Sakir, kepala kantor Pangeran Muhammad bin Salman.

25 Oktober 2018 10:24

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Selasa lalu menyampaikan di parlemen soal hasil penyelidikan atas pembunuhan terhadap wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi, terjadi dalam gedung Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki, 2 Oktober lalu.

Dia menegaskan pembunuhan itu telah direncanakan. Khashoggi tidak terbunuh akibat berkelahi dengan orang-orang dia temui dalam konsulat seperti klaim pemerintah Arab Saudi. "Sangat jelas, pembunuhan biadab ini tidak terjadi tiba-tiba tapi telah direncanakan," kata Erdogan.

Dia mengungkapkan sehabis kunjungan pertama  Khashoggi ke Konsulat Arab Saudi pada 28 September, beberapa staf konsuler bergegas terbang ke Riyadh. "Sebuah rencana pembunuhan dibikin di sana," ujarnya.

Beberapa pejabat Arab Saudi sempat berkeliling ke Hutan Belgrad dan Yalova di pinggiran utara Istanbul, sebagai bagian dari persiapan untuk menghabisi Khashoggi kerap mengkritik kebijakan penguasa negara Kabah.

Hingga akhirnya Arab Saudi kemudian mengirim tim beranggotakan 15 orang, menurut Erdogan, termasuk sejumlah jenderal, pejabat intelijen, dan ahli forensik. Mereka terbang ke Istanbul di hari Khashoggi memiliki janji datang ke Konsulat Saudi pada 2 Oktober.

Sebanyak 15 tersangka pembunuh Khashoggi itu adalah Dr Salah Muhammad A. Tubaigi, 47 tahun. Dia menyelesaikan kuliah magisternya di Universitas Glasgow, Skotlandia.

Di akun Twitternya, Tubaigi mencantumkan profil sebagai profesor forensik medis sekaligus kepala Dewan Ilmu Forensik Saudi. Pada 2014, surat kabar Asy-Syarq al-Ausat menyebut lelaki berpangkat letnan kolonel ini bekerja di Departemen Forensik Direktorat Jenderal Keamanan Publik Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Kemudian ada Mahir Abdul Aziz M. Mutrib, 47 tahun, berpangkat mayor jenderal. Dia pernah bertugas sebagai sekretaris pertama Kedutaan besar Arab Saudi di Ibu Kota London, Inggris.

Mutrib, anggota pasukan pengawal Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 09.55 atau sekitar tiga jam sebelum kedatangan Khashoggi.

Tersangka ketiga adalah Abdul Aziz Muhammad M. al-Hausawi, 31 tahun, juga pengawal putera mahkota.

Lalu Letnan Thaar Ghalib T. al-Harbi, 39 tahun. Dia naik pangkat menjadi letnan setelah berani menghadapi seorang lelaki bersenjata menyerang istana kepunyaan Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah tahun lalu. Insiden ini menewaskan dua pengawal dan melukai tiga orang lainnya.

Muhammad Saad H. az-Zahrani, 30 tahun, juga pengawal putera mahkota. Tersangka keenam yaitu Khalid Aidh al-Utaibi, 30 tahun, sama-sama pengawal Pangeran Muhammad bin Salman.

Naif hasan S. al-Arifi, 32 tahun, bekerja di kantor Pangeran Muhammad bin Salman. Mustafa Muhammad al-Madani, 37 tahun, bekerja di badan intelijen Arab Saudi.

Tersangka kesembilan yakni Misyaal Saad al-Bustani, 31 tahun, berpangkat letnan di Angkatan Udara Arab Saudi. Koleganya di Angkatan Udara adalah Walid Abdullah as-Sihri, 38 tahun. Tahun lalu, dia dipromosikan menjadi pemimpin skuadron oleh putera mahkota.

Kemudian Kolonel Mansur Usman Abahusain, 46 tahun, bekerja di badan intelijen Arab Saudi. Tersangka ke-12 adalah Fahad Syabib al-balawi, 33 tahun, pengawal putera mahkota. Lalu Kolonel Badr lafi al-Utaibi, 45 tahun, bekerja di badan intelijen Arab saudi.

Saif Saad al-Qahtani, 45 tahun, juga bekerja untuk Pangeran Muhammad bin Salman. Tersangka ke-15 yakni Turki Musyarraf as-Sihri, 36 tahun.  

Tujuh dari 15 tersangka pembunuh Jamal Khashoggi adalah pengawal dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. Ketujuh tersangka ini merupakan anggota Pasukan Keamanan Khusus Putera Mahkota Arab Saudi.

Tiga dari ketujuh anggota pengawal anak Raja Salman itu, menemani putera mahkota dalam kunjungan ke Inggris maret lalu. Mereka adalah Letnan Dhaar Ghalib Dhaar al-harbi, Sersan Mayor Walid Abdullah asy-Syihri, dan Abdul Aziz Muhammad Musa al-Hausawi.

Dua dari ketujuh orang itu menemani Pangeran Muhammad bin Salman ke Prancis April lalu. Mereka adalah Mayor Jenderal Mahir Abdul Aziz Muhammad Mutrib dan Kolonel Badr Lafi Muhammad al-Utaibi.

Mutrib, berpangkat paling tinggi dari ketujuh pengawal Pangeran Muhammad bin Salman merupakan ketua tim pembunuh Khashoggi.

Setelah Khashoggi dibunuh, Mutrib empat kali menelepon Badr as-Sakir, kepala kantor Pangeran Muhammad bin Salman, seperti dilansir Yeni Safak. Dia menghubungi melalui telepon selulernya langsung dari dalam Konsulat Saudi di istanbul. Satu telepon lagi ke nomor di Amerika Serikat, kemungkinan nomor telepon Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Khalid bin Salman, merupakan adik dari putera mahkota.

Sila baca: Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota
    
Meski Pangeran Muhammad bin Salman mengaku tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi, Erdogan mengisyaratkan hal itu dalam pidatonya Selasa lalu. Dia menekankan membebankan kesalahan hanya pada 18 orang ditahan, seperti dikatakan oleh Riyadh, tidak bakal memuaskan Turki dan masyarakat internasional.

"Kami sedang mencari jawaban siapa memberi perintah bagi tim pembunuh Khashoggi?" kata Erdogan. "Kami hanya puas kalau semua orang, mulai dari pemberi perintah sampai melaksanakan perintah dihukum."

Dalam wawancara khusus dengan the Wall Street Journal, Presiden Amerika Donald Trump menduga putera mahkota menjadi dalang pembunuhan Khashggi.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Rekaman suara isyaratkan pembunuhan Khashoggi atas perintah anak Raja Salman

Mutrib merupakan pemimpin dari tim pembunuh beranggotakan 15 personel keamanan dan intelijen, termasuk tujuh pengawal Pangeran Muhammad bin Salman.

Mendiang wartawan Jamal Khashoggi. (NBC News)

Mayat Khashoggi dihancurkan pakai bahan kimia

Tim penyelidik telah menemukan jejak zat asam di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi Muhammad al-Utaibi dan di saluran pembuangan air rumahnya.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

Arab Saudi akan bayar kompensasi kepada keluarga dan tunangan Khashoggi

Sampai sekarang, Arab Saudi mengaku tidak mengetahui di mana mayat Khashoggi.

Jamal Khashoggi dan tunangannya, Hatice Cengiz. (Hatice Cengiz)

Unjuk gigi Khashoggi

Sebuah versi menyebut Khashoggi dibunuh karena ingin membongkar penggunaan senjata kimia oleh Arab Saudi di Yaman.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Unjuk gigi Khashoggi

Sebuah versi menyebut Khashoggi dibunuh karena ingin membongkar penggunaan senjata kimia oleh Arab Saudi di Yaman.

06 November 2018

TERSOHOR