IQRA

Horor Khashoggi (4)

Terus berdusta demi selamatkan putera mahkota

Arab Saudi mulanya membantah, lalu mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Kemudian mengklaim pembunuhan Khashoggi direncanakan tapi balik lagi ke pengakuan awal: dia meninggal lantaran berantem.

16 November 2018 10:22

Kolumnis surat kabar the Washington Post Jamal Khashoggi, kerap mengkritik pemerintah Arab Saudi, awal bulan lalu pergi ke Konsulat Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki, untuk memperoleh dokumen buat menikah lagi. Tapi dia tidak muncul lagi.

Pemerintah Arab Saudi terus mengarang cerita dan berubah-ubah mengenai apa yang terjadi terhadap warga negaranya itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman sejatinyaterlibat dalam pembunuhan itu. Tujuh dari 15 anggota tim pembunuh Khashoggi merupakan pengawal anak Raja Salman bin Abdul Aziz itu. Namun Riyadh berusaha keras untuk membantah dan membuang semua bukti agar tidak sampai menyeret Bin Salman.

Setelah menghabisi Khashoggi, pemimpin tim pembunuh, Mayor Jenderal Mahir Abdul Aziz al-Mutrib, menghubungi Badr as-Sakir, kepala kantor Bin Salman. "Katakan kepada bosmu (Pangeran Muhammad bin Salman), misi sudah selesai dilaksanakan."

Riyadh mulanya mengklaim Khashoggi sudah meninggalkan Konsulat Saudi setelah urusannya rampung. Mereka dengan keras membantah dugaan Khashoggi dilukai atau dibunuh.

Tapi para pejabat Arab Saudi tidak bisa memberikan bukti Khashoggi sudah keluar dari gedung konsulat dengan dalam keadaan hidup. Selama hampir tiga pekan mereka terus menolak tudingan Khashoggi dihabisi. Mereka menyebut tuduhan itu tidak beralasan.

"Tuan Khashoggi datang ke konsulat untuk meminta dokumen terkait status pernikahannya dan eluar tidak lama kemudian," kata seorang pejabat Arab Saudi kepada the New York Times awal bulan lalu.

Dalam sebuah wawancara bulan lalu, Bin Salman mengizinkan tim penyelidik Turki untuk memeriksa seluruh bagian dalam Konsulat Arab Saudi. "Tidak ada yang kami sembunyikan," ujarnya.

Bin Salman menambahkan Arab Saudi akan terus berdialog dengan pemerintah Turki untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap Khashoggi di dalam konsulat. "Dia adalah warga negara Saudi dan kami sangat ingin mengetahui apa yang menimpa dirinya," tuturnya.

Pada 8 Oktober, enam hari setelah kematian Khashoggi, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Khalid bin Salman mengatakan kepada the Washington Post, tidak mungkin staf konsulat membunuh Khashoggi dan menyembunyikan kematiannya tanpa kami ketahui.

Tiga hari kemudian, stasiun televisi Al-Arabiya melaporkan 15 warga Saudi dikirim ke Istanbul datang sebagai pelancong, bukan untuk menangkap atau membunuh Khashoggi.

Pada 19 Oktober, Arab Saudi mengakui Khashoggi meninggal dalam konsulat taoi dia terbunuh karena berkelahi.

Dua hari berselang, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair bilang kepada Fox News, Khashoggi terbunuh sebagai hasil dari sebuah operasi bajingan. Dia mengklaim Pangeran Muhammad bin Salman tidak mengetahui apa-apa soal itu. Dia menyebut kematian Khashoggi sebagai pembunuhan.

Pada 25 Oktober, Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib mengakui pembunuhan Khashoggi memang direncanakan.

Kejaksaan Agung Arab Saudi kemarin menjelaskan sebelas tersangka telah didakwa terlibat dalam pembunuhan Khashoggi dan lima di antaranya dituntut hukuman mati. Saud al-Mujib mengungkapkan secara keseluruhan ada 21 orang ditahan. Bulan lalu Riyadh bilang 18 orang dibekuk.

Mujib menambahkan para agen Saudi itu mendapat perintah untuk menculik Khashoggi, namun dia terpaksa dihabisi dengan suntikan beracun lantaran melawan. Mayatnya kemudian dimutilasi dan diberikan kepada seorang warga Turki untuk dibuang.

Keterangan ini berbeda dengan klaim mereka sebelumnya: pembunuhan Khashoggi telah direncanakan.

Hasil penyelidikan Turki menyebutkan setelah dimutilasi, potongan-potongan tubuh Khashoggi dihancurkan menggunakan cairan asam dan dibuang ke saluran air di kediaman Konsul Jenderal Muhammad al-Utaibi, berjarak sekitar 200 meter dari gedung konsulat.

Demi menyelamatkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, Arab Saudi bakal terus berdusta.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman pantau misi pembunuhan Khashoggi

Pangeran Muhammad bin Salman mengirim sebelas pesan kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, beberapa jam sebelum dan setelah Khashoggi dilenyapkan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Politikus Tunisia tawarkan suaka bagi putera mahkota Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bilang pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi adalah otritas tertinggi di Arab Saudi, Raja Salman atau Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Unjuk gigi Khashoggi

Sebuah versi menyebut Khashoggi dibunuh karena ingin membongkar penggunaan senjata kimia oleh Arab Saudi di Yaman.

06 November 2018
Ajal tujuh menit Jamal
23 Oktober 2018
Tuan rumah minus tradisi
30 Maret 2018

TERSOHOR