IQRA

Kawin Kontrak di Irak (4)

Kawin mut'ah tidak terhormat dan mirip pelacuran

"Bagi kami, seorang ulama itu sangat istimewa tapi akhirnya saya menyadari pemakai sorban itu penipu," tutur Rana.

31 Oktober 2019 02:43

Hilang keperawanan sebelum menikah adalah sebuah nista di Irak. Sebagian keluarga di negara Dua Sungai ini melihat hal itu merusak kehormatan keluarga.

Mona baru berumur 14 tahun ketika diajak menikah mut'ah oleh lelaki tua membuntuti dia dari sekolah sampai ke rumah.

Kini di usia 17 tahun, keluarga memaksa dia menikah. Dia benar-benar ketakutan kalau calon suaminya nanti mengetahui dia sudah tidak lagi perawan. Dia bilang pamannya membunuh sepupunya karena ketahuan memiliki pacar.

Mona pun mempertimbangkan untuk bunuh diri. "Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Kalau saya merasa tertekan, saya akan melakukan itu (bunuh diri)," katanya.

Setelah BBC mewawancarai Mona, dia telah kabur dari rumahnya.

Rana, berumur 20-an tahun, ketika diceraikan suaminya lantaran lari ke Ibu Kota Baghdad, setelah milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menguasai kampung halamannya.

Dia girang benar ketika dilamar seorang pria. Dia tadinya berpikir pernikahan itu bakal permanen. Karena itu, dia tidak menlak untuk membaca kontrak perkawinan karena kadung percaya kepada suaminya ini.

Ternyata dia keliru. pernikahan dia jalani adalah mut'ah (kawin kontrak). "kami mengalami tiga hari paling bahagia seumur hidup saya, kami membeli makanan, tidak masak," ujar Rana. "Dia benar-benar menyenangkan saya."

Namun saat suaminya mengajak dia berbelanja, lelaki itu pergi menghilang.

Pihak keluarga mengusir Rana setelah tahu dia nikah sementara saja. Meski kawin mut'ah direstui ulama-ulama Syiah, tapi banyak warga Irak - Sunni dan Syiah - memandang mut'ah tidak terhormat, mirip pelacuran.

Rana benar-benar kecewa. Rupanya pernikahan dia jalani baru tiga hari bohong belaka. "Bagi kami, seorang ulama itu sangat istimewa tapi akhirnya saya menyadari pemakai sorban itu penipu," tuturnya.

Beberapa ulama membela diri. Mereka menjelaskan kawin mut'ah menjadi cara bagi para janda untuk memperoleh pendapatan karena mereka dikasih mahar. Selain itu, kaum hawa juga memiliki keinginan seksual namun harus disalurkan dengan cara halal, yakni lewat pernikahan.

Kantor Ayatullah Ali Sistani mengatakan kepada BBC, maraknya kawin mut;ah karena pihak berwenang tidak menegakkan hukum.

Namun seorang juru bicara pemerintah mengakui pihaknya tidak bisa bertindak kalau perempuan tidak melapor ke polisi: dirinya sudah ditipu ulama sehingga terjebak kawin mut;ah.

Tapi bagi para gadis seperti Mona, melapor ke polisi mustahil karena berbahaya kalau didengar keluarga.

Alhasil, tidak ada data statistik merekam berapa jumlah kawin mut'ah terjadi di Irak saban tahun. Sebuah lelucon menyebutkan kawin mut'ah mulai marak setelah invasi Amerika Serikat ke negeri Furat itu pada 2003.

Pastinya, gadis-gadis melakoni kawin mut'ah merasa sudah dieksploitasi oleh ulama. Sebagian mengatakan mereka disuntik agar tidak hamil.

Rusul sekarang menyesal telah terlibat jaringan kawin mut'ah. "Sekali seorang gadis memulai jalan ini, hidupnya bakal hancur," katanya.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

Konsep Kuil Suci ketiga bakal dibangun buat menggantikan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. (jta.org)

Tiga sandungan gagalkan pembentukan negara Palestina

Palestina hanya bisa menjadi negara dengan syarat mereka atau Israel mengambil langkah kompromi sangat amat menyakitkan: mengalah untuk urusan Yerusalem. Bisa dipastikan kedua pihak bertikai tidak mau melakoni itu.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Isu Palestina konflik agama

Bagi Palestina dan Israel, merebut dan mempertahankan Yerusalem adalah kewajiban atas nama agama dan itu tidak dapat dikompromikan.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Belah Palestina berkah Israel

Tidak adanya persatuan ini memang diinginkan oleh Israel dan begitulah taktik penjajah: memecah belah rakyat jajahan mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

bocah gaza

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

25 November 2020

TERSOHOR