IQRA

Palestina Negara Khayalan (5)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

25 November 2020 21:00

Salah satu faktor eksternal dapat menyebabkan negara Palestina cuma sekadar khayalan adalah sokongan kuat dan berkepanjangan dari Amerika Serikat terhadap Israel. Negara adikuasa itu selama ini membuktikan mereka adalah pembela sejati Israel.

Dukungan Amerika itu sudah terlihat sejak negara Zionis itu dibentuk. Amerika menjadi negara pertama mengakui eksistensi Israel. Pengakuan ini diberikan Presiden Harry Truman hanya sebelas menit setelah David Ben Gurion, kemudian menjadi perdana menteri pertama Israel, mendekalrasikan beridirnya negara Bintang Daud itu pada 14 Mei 1948.

Sejak saat itu boleh dibilang salah satu tujuan utama kebijakan Amerika di Timur Tengah adalah membela eksistensi sekaligus mempertahankan wilayah kedaulatan Israel. Saking istimewanya Israel, Washington DC menetapkan negeri Yahudi ini menjadi sekutu utama non-NaTO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) bareng Mesir, negara Arab pertama membina hubungan diplomatik Israel pada 1979, ketika status itu dibentuk pada 1987. Sekarang ini di Timur Tengah sudah bertambah dengan Yordania, Kuwait, Maroko, dan Tunisia.

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel. Nilai hibah ini meningkat menjadi sekitar US$ 3,8 miliar sedari tahun lalu.

Sokongan politik dan militer Amerika ini membikin Israel makin digdaya di panggung politik internasional dan sebaliknya mengakibatkan Palestina tidak berdaya. Bukan hanya itu, Israel pun kian arogan dan terang-terangan membunuh, menyiksa, menangkapi, mempermalukan, serta merampas tanah dan rumah kepunyaan rakyat Palestina.

Dukungan Amerika ini tidak saja kian membuat warga Palestina kehilangan kenangan dan putus asa, tapi negara-negara Arab dan muslim kehabisan akal. Alhasil, selama Amerika setia di belakang Israel, peluang Palestina menjadi sebuah negara merdeka dan berdaulat kian menipis.

Pemukim Yahudi pada 27 September 2021 memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sambil membawa bendera Israel. (Al-Qastal)

770 pemukim Yahudi terobos Masjid Al-Aqsa sambil kibarkan bendera Israel

Provokasi kian menguat karena pasukan Israel melarang warga Palestina memasuki Al-Aqsa. Mereka juga menangkap seorang pemuda Palestina sedang salat.

Seorang warga Palestina di Jalur Gaza pada 15 September 2015 telah menerima bantuan fulus 320 shekel per bulan dari Qatar. (Sabq 24)

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bennett: Tidak akan pernah ada negara Palestina

"Saya kira gagasan itu sebuah kesalahan mengerikan. Saya tidak akan mendukung ide ini."

Konsep Kuil Suci ketiga bakal dibangun buat menggantikan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. (jta.org)

Tiga sandungan gagalkan pembentukan negara Palestina

Palestina hanya bisa menjadi negara dengan syarat mereka atau Israel mengambil langkah kompromi sangat amat menyakitkan: mengalah untuk urusan Yerusalem. Bisa dipastikan kedua pihak bertikai tidak mau melakoni itu.





comments powered by Disqus