IQRA

Puteri Basmah Dibungkam (2)

Tanpa izin Bin Salman tertahan di landasan

Dr Mounir Ziade selama ini merawat Puteri Basmah, melalui surat terbuka bertanggal 15 Desember 2018, menegaskan pasiennya itu harus menjalani perawatan rutin saban beberapa bulan.

16 Juni 2020 13:36

Puteri Basmah telah meraih kesuksesan dalam kariernya di bisnis, jurnalisme, dan kemanusiaan selain membesarkan kelima anaknya.

Kperibadiannya baik dan komitmennya untuk membantu orang-orang mebutuhkan membikin dia memperoleh julukan Oprah Winfrey dari Timur Tengah.

Puteri Basmah menghabiskan masa kecilnya di Ibu Kota Beirut, Libanon, bersama ibunya asal Suriah, Puteri Jamilah binti Asad. Dia belajar di sekolah swasta di Inggris kemudian melanjutkan kuliah di Oxford dan Swiss.

Pada 1975, saat berusia sebelas tahun, Puteri Basmah terbang ke Arab Saudi untuk bertemu calon suaminya sudah dijodohkan, Syuja asy-Syarif. Pada 1988, keduanya menikah dan dikaruniai lima anak, dua lelaki dan tiga perempuan.

Tidak lama setelah itu, Puteri Basmah dan suaminya tidak berkomunikasi lagi. Kelima anak mereka memilih tinggal bersama Puteri Basmah. Suaminya mulai sakit pada 2017 dan meninggal pada 5 Maret 2018.

Sebagai pengusaha, Puteri Basmah mendirikan perusahaan katering bernama Saudi Gourmet dan Craze Brasseries, perusahaan komunikasi Media Ecco, dan akhirnya proyek kemanusiaan makin membesarkan namanya di dunia internasional, yakni the Global United Lanterns Foundation. Yayasan ini menggalang sekaligus mendustrubusikan dana kepada pihak-pihak bekerja untuk kemanusiaan.

Dia pernah mengunjungi kamp-kamp pengungsi dan menulis beragam persoalan di media Saudi dan Barat. Dia sudah berpidato di depan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Chatham House, serta Oxfrd dan Cambridge Unions. Dia sangat menyukai memasak, fesyen, dan kelima anaknya selalu ikut saban kali dia berkeliling ke berbagai negara.

Puteri Basmah kelihatan tidak pernah terlalu tertarik dengan uang.

Menurut Ronnie Goodman, manajer menangani kehidupan publik Puteri Basmah selama hampir satu dasawarsa, mantan bosnya itu benar-benar berkomitmen dalam membantu orang lain. "Dia sangat berempati, bersemangat. Tidak ada yang tidak akan dia lakukan buat mengurangi penderitaan orang lain, baik itu secara finansial atau bahkan menempatkan dirinya dalam situasi berbahaya," tuturnya.

Pada 2011, Puteri Basmah dan kelima anaknya pindah ke Acton, bagian barat London, tempat di mana dia mendirikan the Lanterns Foundation. Lima tahun kemudian, dia menulis buku berjudul the Fourth Way, membahas sebuah model pemerintahan memusatkan perhatian pada penanganan terhadap ketidakadilan global.

"Dia sadar dirinya berasal dari keluarga sangat terhrat dan dia menggunakan statusnya itu untuk membantu kemanusiaan," kata Bennett. "Dia mengeluarkan fulus, menghabiskan waktu dan energinya berkeliling dunia untuk proyek kemanusiaan."

Pemenjaraan terhadap Puteri Basmah menyebabkan kerja kemanusiaannya berantakan. "Begitu banyak proyek, kontrak, dan pekerjaannya terhenti. Hancur pada dasarnya," ujar seorang kerabat dekat Puteri Basmah.

Meski sukses dalam bisnis dan tugas kemanusiaan, kesehatan menggerogoti tubuh Puteri Basmah. Dia menderita penyakit usus, jantung, dan osteoporosis (pengeroposan tulang).

Pada September 2018, keadaannya makin bertambah buruk sehingga dia tidak bisa memimpin langsung di semua perusahaannya. Hingga Oktober 2018, dia benar-benar membutuhkan perawatan medis.

Selama 2007-2017, Puteri Basmah rutin terbang dari Inggris atau Amerika Serikat untuk menjalani perawatan di klinik milik Dr. Mounir Ziade, dokter spesialis rematologi di Kota Jenewa, Swiss. Namun sejak menetap di Jeddah, dia tidak dibolehkan lagi pergi ke luar negeri.

Kepulangannya ke Arab Saudi lantaran putranya ditangkap dan suaminya wafat. Saud, termasuk dalam rombongan pangeran dibekuk pada November 2017 atas perintah Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Mereka dituding terlibat korupsi.

"Mereka tidak menemukan bukti Saud terjerat rasuah. Jadi mereka melepaskan dia namun itu hanya sementara saja," tutur seorang kolega Puteri Basmah kepada Insider.

Menurut Goodman, penangkapan Saud sangat mengganggu pikiran Puteri Basmah. "Kejadian itu menyakiti hatinya dan dia harus menyelesaikan kasus itu," ujarnya. Karena itulah Puteri Basmah memilih tinggal di Saudi dan kemudian berupaya meninggalkan negeri Dua Kota Suci itu.

Anggota keluarga kerajaan ingin ke luar negeri harus mendapat persetujuan dari pihak istana. Puteri Basmah dua kali mengajukan izin, pada Maret 2018 dan September 2018, tapi tidak ada jawaban.

Dia merasa tidak ada lagi pilihan. Kondisi kesehatannya makin parah dan pihak istana tampaknya tidak peduli.

Padahal, Dr Mounir Ziade selama ini merawat Puteri Basmah, melalui surat terbuka bertanggal 15 Desember 2018, menegaskan pasiennya itu harus menjalani perawatan rutin saban beberapa bulan. "Surat ini untuk memberitahu kesehatannya dalam kondisi darurat dan dia harus segera dirawat. Kalau tidak, dia bisa meninggal," tulis sang dokter.

Harapan kemudian datang lewat Red Star Aviation, perusahaan penyewaan jet pribadi berpusat di Turki. Perusahaan ini khusus melayani evakuasi medis dan memiliki ambulans udara dilengkapi ruang perawatan intensif, untuk mengangkut dirinya dari Arab Saudi klinik langganannya di Jenewa.

Kalau naik pesawat komersial memerlukan izin dari otoritas penerbangan setempat sebelum lepas landas. Namun Red Star meyakinkan Puteri Basmah bisa terbang tapi kenyataannya bertolak belakang.

Karena itulah, pada 22 Desember 2018 pagi, Puteri Basmah bersama anak perempuannya, Syuhud, berangkat menggunakan mobil ambulans ke Bandar Udara Raja Abdul Aziz di Jeddah. Sebuah ambulans udara sudah menunggu mereka berdua di landasan, siap terbang ke Jenewa dengan ongkos US$ 87 ribu.

Tapi setelah lima jam tiba di landasan, Puteri Basmah masih tertahan dalam mobil ambulans. Izin untuk meninggalkan Arab Saudi tidak kunjung keeluar. Akhirnya rencana terbang ke Jenewa dibatalkan.

 

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Rintihan dari dalam penjara

Melalui jaringannya di Amerika, Puteri Basmah telah meminta bantuan sebagian anggota Kongres namun hasilnya nihil.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Sasaran Bin Salman lantaran harta warisan

Sebagian dari aset-aset menjadi hak Puteri Basmah, termasuk rekening-rekening bank di Swiss, tanah, perhiasan, mobil, dan rumah telah dirampas oleh negara.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Diculik dari apartemen di Jeddah

Keluarganya pernah meminta foto, rekaman video, atau apa saja untuk meyakinkan Puteri Basmah dan Syuhud dalam keadaan baik tapi Puteri Basmah bilang itu dilarang.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Pihak keluarga cemaskan keselamatan Puteri Basmah ditahan Bin Salman

"Dia dalam kondisi sangat buruk...dia tidak bisa bsangkit dari atas tempat tidur," ujar orang kepercayaan keluarga Puteri Basmah itu.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Rintihan dari dalam penjara

Melalui jaringannya di Amerika, Puteri Basmah telah meminta bantuan sebagian anggota Kongres namun hasilnya nihil.

03 Juli 2020

TERSOHOR