kabar

Orang Yahudi dibolehkan bekerja di Arab Saudi

Saudi menjadi satu-satunya negara Arab Teluk masih melarang pembangunan rumah ibadah selain Islam.

31 Desember 2014 17:03

Orang-orang Yahudi kini diizinkan bekerja di Arab Saudi. Kementerian Tenaga Kerja Saudi sekarang memasukkan Yudaisme dalam daftar sepuluh agama boleh dijalankan oleh pekerja asing di negara itu. Bahkan komunisme dan tidak beragama juga masuk dalam daftar.

Seorang sumber dalam pemerintahan Saudi mengungkapkan visa kerja buat orang asing bakal dikeluarkan berdasarkan kewarganegaraan dan bukan agama. Dia menambahkan tidak ada larangan resmi buat mengeluarkan visa kerja bagi orang Yahudi, hanya buat warga negara Israel.

"Kami melarang masuk (ke Arab Saudi) cuma terhadap orang-orang berpaspor Israel. Selain itu, kami terbuka bagi sebagian besar warga negara asing dan agama lain," katanya, seperti dilansir surat kabar terbitan Saudi Al-Watan Selasa lalu. .

Dia bilang kebijakan itu membuktikan negeri Dua Kota Suci itu terbuka kepada agama lain, berdasarkan terjemahan dari laporan dikeluarkan the Middle East Media Research Institute. "Sebagai contoh, jika seorang pekerja adalah warga negara Yaman tapi beragama Yudaisme, Kedutaan Besar Saudi di Yaman tidak akan menolak memberi visa kerja buat dia," ujar sumber itu.

Saudi selama ini memang tidak memberikan visa buat warga negara Israel atau orang memiliki cap visa Israel dalam paspornya. Bahkan, beberapa pelancong asing dulu pernah bermasalah buat memperoleh visa Saudi setelah ketahuan beretnik Yahudi.

Anggota Komite Urusan Luar Negeri Dewan Syura Saudi Sadaqa bin Yahya Fadhil menyokong keputusan Kementerian Tenaga Kerja itu. "Kita orang Islam tidak bermasalah dengan orang Yahudi. Persoalan terbesar kita, bangsa Arab dan muslim, adalah dengan gerakan Zionis dan bukan dengan orang Yahudi atau penganut Nasrani," ujarnya.

Fadhil menegaskan larangan pemberian visa mesti diberlakukan hanya bagi warga negara Israel karena Israel terkait dengan Zionis, gerakan kolonialis imperialis mengeksploitasi agama Yahudi. "Jadi Zionisme tidak ada hubungannya dengan Yudaisme dan sama sekali berbeda."

Kementerian Tenaga Kerja Saudi membantah telah mengeluarkan keputusan resmi mengizinkan orang Yahudi bekerja di negara itu. Mereka sudah mengeluarkan sepuluh daftar keyakinan boleh dijalankan pekerja asing selama mencari nafkah di Saudi, yakni Zoroaster, Komunis, Yudaisme, Buddha, Sikh, Islam, Kristen, Hindu, dan tidak beragama.

Saudi menjadi satu-satunya negara Arab Teluk masih melarang pembangunan rumah ibadah selain Islam. Negara ini juga mengharamkan pelaksanaan ibadah agama selain Islam secara terbuka.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Lebih dari 1.300 peziarah Yahudi pada 1 Agustus 2017 mengunjungi Tembok Ratapan dalam kompleks  Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur, Palestina. (Facebook)

Peringati keruntuhan Kuil Suci, 1.300 warga Yahudi kunjungi Tembok Ratapan

Jumlah terbanyak sejak Israel mencaplok Kota Tua Yerusalem Timur pada 1967.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Presiden Israel serukan semua kedutaan asing dipindah ke Yerusalem

Rivlin meminta seluruh negara mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus