kabar

Berpadu buru ISIS

"Tidak seorang pun boleh duduk diam dalam kasus ini," kata Perdana Menteri Denmark Helle Thorning-Schmidt.

07 Oktober 2014 17:23

Beginilah kondisi dalam pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat dalam perang menghadapi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Mereka sepakat soal serangan udara namun kurang setuju untuk melaksanakan serbuan darat.

Presiden Prancis Francois Hollande mengumumkan terbentuknya pasukan multinasional itu dalam sebuah pertemuan di Ibu Kota Paris pertengahan September lalu. Sebanyak 25 negara ditambah perwakilan dari Liga Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekata untuk membantu Irak memerangi ISIS. Serangan diperluas hingga ke Suriah.

Saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di Kota New York, Amerika, Presiden Barack Hussein Obama mengklaim sudah lebih dari 40 negara bergabung dalam koalisi anti-ISIS. Padahal sehari sebelumnya Menteri Luar Negeri John Kerry menyatakan 50 negara lebih, sedangkan Departemen Luar Negeri Amerika menyebut daftar koalisi itu meliputi 62 negara, termasuk Uni Eropa dan Liga Arab.

Menurut Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel, hingga Jumat pekan keempat September pasukan koalisi sudah melancarkan lebih dari 200 gempuran udara di Irak dan 43 lainnya di Suriah.

Hanya lima negara Arab mau terlibat dalam serangan terhadap ISIS di Suriah: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, dan Qatar. Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad meyakini pertempuran di Suriah tidak bakal berhasil kecuali Presiden Basyar al-Assad digulingkan.

Prancis menolak menyerang ISIS di Suriah dengan alasan hanya akan menolong pasukan Assad. Namun menteri luar negeri Prancis bilang sikap itu bisa saja berubah. Belanda menegaskan tidak ada landasan hukum bagi mereka terlibat dalam perang atas ISIS di Suriah.

Rusia menyatakan akan menyokong Irak dalam membasmi ISIS, namun tidak menyebut soal koalisi dikomandoi Amerika. Rusia selama ini memang dikenal bersekutu dengan Assad.

Turki bilang mau bergabung dalam koalisi namun belum menyebut jenis bantuan bakal mereka berikan. Tapi sejumlah pejabat Amerika menyebut Turki telah memotong aliran fulus buat ISIS. Mereka juga menolak memberi visa bagi jihadis asing atau mendeportasi ribuan militan ingin ke Suriah melalui negara itu.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei lewat Twitter menegaskan negaranya menolak bekerja sama dengan Amerika buat membasmi ISIS. "Karena Amerika cuci tangan dalam isu ini," katanya. Dia menuding penggunaan kekuatan militer oleh Amerika atas ISIS untuk menguasai Timur Tengah.

BerikutĀ  peran sudah diberikan oleh negara-negara menyokong perang terhadap ISIS.

Amerika Serikat Sebagai komandan pasukan koalisi dan telah menggempur basis pertahanan ISIS di Irak dan Suriah sejak akhir Agustus.

Inggris Siap mengirim enam jet tempur Tornado GR4 dalam keadaan siaga di pangkalan Siprus.

Prancis Pada 19 September mengebom depot senjata milik ISIS di Kota Mosul, utara Irak. Mereka berencana melatih dan mempersenjatai pasukan Kurdi. Dua jet tempur Rafale juga sudah diterbangkan dari pangkalan di Uni Emirat Arab.

Prancis menyumbang 18 ribu magasin peluru berkaliber 50 milimeter. Mereka sudah membawa 50 ton bantuan kemanusiaan dan siap untuk pasokan berikutnya jika diperlukan.

Jerman Mengirim 40 anggota paramiliter buat melatih pasukan Kurdi, 16 ribu senapan serbu, serta ratusan senjata antitank dan kendaraan tempur. Mereka juga melatih pasukan Kurdi di selatan Jerman dan mengirim 36 ton bantuan kemanusiaan.

Belanda Mereka mengusulkan perubahan beleid bakal mencabut kewarganegaraan bagi warga Belanda bergabung ke dalam ISIS. Berjanji mengirim enam jet tempur F-16 dan bisa beroperasi di Irak sepekan.

Kanada Mengirim 60 tentara dari angkatan darat dan udara serta satu pesawat angkut prajurit. Mereka juga menggelontorkan dana US$ 15 juta.

Italia Mengirim persenjataan senilai US$ 2,5 juta ke pasukan Kurdi. Mereka menawarkan membantu pengisian ulang bahan bakar bagi jet tempur koalisi.

Denmark Tawarkan empat pesawat operasional dan tiga jet cadangan ditambah 250 pilot serta staf pendukung. Mereka akan bertugas di Irak setahun. "Tidak seorang pun boleh duduk diam dalam kasus ini," kata Perdana Menteri Denmark Helle Thorning-Schmidt.

Republik Ceko Mempersenjatai pasukan Irak, termasuk jet tempur L-159, dan 500 ton amunisi bagi pasukan Kurdi. Negara ini berkoordinasi dengan Kanada.

Belgia Bakal mengirim enam jet tempur F-16, 120 pilot, staf pendukung, dan pesawat kargo C-130.

Australia Akan menurunkan delapan jet tempur F-18 dan pasukan khusus sebagai penasihat militer Irak.

Albania, Estonia, dan Hungaria menyumbang senjata dan amunisi.

Irak Mengizinkan Prancis menggunakan wilayah udara mereka untuk membombardir ISIS serta menjadikan negaranya sebagai pangkalan militer koalisi.

Arab Saudi Berpartisipasi dalam serangan udara serta menyumbang US$ 100 juta bagi Pusat Kontra Terorisme PBB dan US$ 500 juta bagi bantuan kemanusiaan.

Mesir Menurut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Mesir bisa berperan membasmi ideologi ISIS.

Qatar Memainkan perang pendukung dalam serangan udara terhadap pasukan ISIS di pekan keempat September. Qatar juga telah menerbangkan bantuan kemanusiaan.

Yordania Menghancurkan sejumlah sasaran milik ISIS dalam serangan udara di Suriah. Mereka juga berupaya memotong aliran dana bagi kelompok ekstremis.

Bahrain Ikut menggempur basis ISIS di Suriah.

Uni Emirat Arab Terlibat dalam serangan udara terhadap ISIS di Suriah.

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

Jihadis asing di Suriah. (www.dailymail.co.uk)

Rengekan jihadis Prancis

"Saya benar-benar marah karena iPod saya tidak bisa dipakai di sini. Saya harus pulang," tulis seorang jihadi dalam suratnya.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia mengklaim sebagai khalifah setelah ISIS merebut Kota Mosul, Irak, Juni lalu. (theweek.com)

Jejak darah di sandal plastik

Hingga Juni 2014 penjara tadinya dihuni sedikitnya 23 orang berkurang menjadi tujuh tawanan.

ISIS eksekusi Alan Henning. (www.nydailynews.com)

Trio Amerika dan Inggris

Saat ISIS tengah berpacu dalam perundingan, kondisi dialami tawanan kian menyeramkan. Mereka bahkan cuma dikasih secangkir teh makanan saban hari.





comments powered by Disqus