kabar

Ada 50 ribu tentara hantu di Irak

Serdadu-serdadu fiktif dengan pangkat terendah mendapat gaji sekitar US$ 600 per bulan dan masuk ke kantong atasan.

30 November 2014 07:47

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengungkapkan hasil sementara penyelidikan menyebut ada sedikitnya 50 prajurit hantu dalam angkatan darat Irak mendapat gaji.

"Kelanjutan dari investigasi itu bakal mengungkapkan lebih banyak lagi (kejutan)," kata Abadi di depan anggota parlemen hari ini.

Abadi, berkuasa sejak September lalu, ditekan untuk memberantas korupsi membelit angkatan bersenjata Irak semasa kepemimpinan pendahulunya, Nuri al-Maliki. Parahnya korupsi dituding ikut mengakibatkan hancurnya empat dari 14 batalion Juni lalu saat menghadapi serbuan kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Amerika Serikat mendorong Abadi menciptakan militer lebih bersih dan efisien. Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) meminta anggaran US$ 1,2 miliar buat melatih dan mempersenjatai angkatan darat Irak tahun depan. Washington telah menghabiskan lebih dari US$ 20 miliar sejak invasi 2003 hingga penarikan mundur dari Irak tiga tahun lalu.

Dengan gaji prajurit berpangkat terendah sekitar US$ 600 per bulan, Irak paling sedikit menggelontorkan US$ 380 juta saban tahun buat menggaji prajurit-prajurit fiktif itu. Namun sejumlah pejabat memperkirakan kerugian lebih dari itu.

"Bisa lebih dari tiga kali lipat angka itu," ujar Hamid al-Mutlaq, anggota komite pertahanan dan keamanan parlemen Irak. "Orang-orang bertanggung jawab atas masalah ini mesti dihukum. Cadangan devisa Irak sudah kosong."

Para perwira militer Irak kerap membikin nama palsu dalam daftar bawahan mereka agar gaji mereka masuk ke kantong pribadi. Komitmen Abadi untuk membasmi korupsi di militer disambut gembira. "Kami kehilangan banyak uang selama ini," tutur Abadi. Sejak memerintah, Abadi telah mempensiunkan lusinan perwira diketahui mempromosikan anak buah mereka berdasarkan kesetiaan bukan keahlian.

Amerika memusatkan upaya mereka pada tiga batalion untuk memerangi ISIS telah menguasai sepertiga dari wilayah Irak. Mereka juga telah meminta tambahan dana US$ 24 juta buat melatih dan mempersenjatai para pejuang suku di Irak dan US$ 354 juta bagi pasukan Kurdi.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Persenjataan ISIS dari Amerika dan Arab Saudi

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

Ladang minyak telah dikuasai ISIS. (business.financialpost.com)

Campur tangan asing karena minyak

Negara-negara dengan potensi produksi minyak tinggi kemungkinan besar menjadi sasaran intervensi pasukan asing bila pecah perang saudara.

Maket tembok dibangun Arab Saudi di perbatasan Irak. (www.bbc.com)

Saudi bangun tembok raksasa di perbatasan Irak

Pembangunan tembok pengaman ini sudah berjalan sejak September tahun lalu.





comments powered by Disqus