kabar

Berbondong-bondong berperang bareng ISIS

Jihadis asing terbanyak bergabung dalam ISIS berasal dari Tunisia, Arab Saudi, dan Yordania. 60 lainnya asal Indonesia.

17 Oktober 2014 04:06

Raja Abdullah dari Arab Saudi Februari lalu memutuskan hukuman penjara dalam waktu lama bagi warganya terbang ke luar negeri untuk berperang atau memberikan sokongan material atau moral bagi kelompok-kelompok ekstremis, termasuk Al-Qaidah, Jabhat Nusrah, dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Dekrit Raja Abdullah bukan sesuatu mengejutkan. Sebab data menunjukkan kebanyakan anggota militan ISIS dari negeri Dua Kota Suci itu.

Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah ini dalam satu dasawarsa terakhir telah menangkap ribuan warganya dan memenjarakan ratusan lainnya lantaran terbukti terlibat pengeboman dan serangan teror.

Mufti Agung Saudi Syekh Abdul Aziz as-Syekh menyatakan Al-Qaidah dan ISIS serta ideologi keduanya merupakan musuh Islam terbesar.

Sekitar 15 ribu militan asing dari 80 negara diyakini telah bergabung dengan ISIS, seperti dilaporkan surat kabar the Washington Post berdasarkan data dari the International Center for the Study of Radicalisation and Political Violence (ISCR).

Berikut daftarnya:

Afghanistan: 23 Aljazair: 250 Australia: 250 Austria: 60 Bahrain: 12 Belgia: 296 Bosnia: 60 Kanada: 70 Cina: 100 Denmark: 84 Mesir: 358 Finlandia: 20 Prancis: 412 Jerman: 240 Indonesia: 60 Irak: 247 Irlandia: 26 Israel: 20 Italia: 50 Yordania: 2,089 Kuwait: 71 Kirgistan: 30 Libanon: 890 Libya: 556 Maroko: 1,500 Norwegia: 40 Pakistan: 330 Qatar: 15 Rusia: 800 Arab Saudi: 2.500 Somalia: 68 Spanyol: 95 Sudan: 96 Swedia: 80 Belanda: 152 Tunisia: 3.000 Turki: 400 Uni Emirat Arab: 14 Ukraina: 50 Inggris: 488 Amerika Serikat: 130 Yaman: 110

Sejumlah kecil anggota militan lainnya ikut bergabung dengan ISIS berasal dari Bangladesh, Cile, Pantai Gading, Jepang, Malaysia, Maladewa, Selandia Baru, Filipina, Senegal, Singapura, serta Trinidad dan Tobago.

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

Jihadis asing di Suriah. (www.dailymail.co.uk)

Rengekan jihadis Prancis

"Saya benar-benar marah karena iPod saya tidak bisa dipakai di sini. Saya harus pulang," tulis seorang jihadi dalam suratnya.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia mengklaim sebagai khalifah setelah ISIS merebut Kota Mosul, Irak, Juni lalu. (theweek.com)

Jejak darah di sandal plastik

Hingga Juni 2014 penjara tadinya dihuni sedikitnya 23 orang berkurang menjadi tujuh tawanan.

ISIS eksekusi Alan Henning. (www.nydailynews.com)

Trio Amerika dan Inggris

Saat ISIS tengah berpacu dalam perundingan, kondisi dialami tawanan kian menyeramkan. Mereka bahkan cuma dikasih secangkir teh makanan saban hari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

19 Juni 2018
Makkah tak lagi sakral
18 Juni 2018

TERSOHOR