kabar

Bergabung dengan ISIS, pemuda India malah disuruh bersihkan toilet

Areeb Majeed akhirnya memutuskan pulang ke India.

01 Desember 2014 04:42

Kasihan benar nasib Areeb Majeed. Pemuda 23 tahun asal India ini benar-benar kecewa setelah bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Bukannya ikut bertempur, dia malah ditugaskan membersihkan toilet dan pekerjaan kasar lainnya.

Lantaran kecewa, dia akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya di Mumbai. Sarjana teknik ini tiba Jumat pekan lalu dan langsung ditahan oleh Badan Investigasi Nasional (NIA) bertugas menangani terorisme.

Kepada penyelidik NIA, Majeed mengaku dipandang sebelah mata oleh militan ISIS. Dia ditugaskan mengangkat air dan mengerjakan pekerjaan kasar lainnya, termasuk membersihkan toilet, seperti dilansir kantor berita the Press Trust of India kemarin. Padahal dia sangat ingin berperang.

Dia kemudian menelepon keluarganya dan bilang ingin pulang setelah mengalami luka tembak dan tidak mendapat perawatan semestinya. "Hanya setelah saya memelas kepada mereka, saya dibawa ke rumah sakit," kata Majeed seperti ditirukan sejumlah perwira NIA. "Tidak ada perang suci atau ajaran dalam Alquran mereka ikuti."

Sekitar 150 juta penduduk muslim di India tidak terikat dengan konflik sektarian tengah berlangsung di Timur Tengah. Namun kepergian Majeed bareng tiga temannya ke Irak untuk bergabung dengan ISIS mendapat perhatian serius. Majeed terbang ke sana akhir Mei lalu.

Al-Qaidah September lalu mengumumkan siap mengobarkan jihad di Asia Selatan. Hal ini membikin sejumlah negara bagian di India menyatakan siaga satu.

Tanvir Syekh, ayah dari salah satu teman Majeed, mengaku merasa dibohongi oleh putranya, Fahad. Dia bilang Fahad tadinya mendapat tawaran bekerja di Kuwait dengan gaji per bulan US$ 4.800. "Saya merasa dikecewakan oleh putra saya. Dia memiliki karier cemerlang di masa depan tapi malah mengkhianati kami,"ujarnya.

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

Jihadis asing di Suriah. (www.dailymail.co.uk)

Rengekan jihadis Prancis

"Saya benar-benar marah karena iPod saya tidak bisa dipakai di sini. Saya harus pulang," tulis seorang jihadi dalam suratnya.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia mengklaim sebagai khalifah setelah ISIS merebut Kota Mosul, Irak, Juni lalu. (theweek.com)

Jejak darah di sandal plastik

Hingga Juni 2014 penjara tadinya dihuni sedikitnya 23 orang berkurang menjadi tujuh tawanan.

ISIS eksekusi Alan Henning. (www.nydailynews.com)

Trio Amerika dan Inggris

Saat ISIS tengah berpacu dalam perundingan, kondisi dialami tawanan kian menyeramkan. Mereka bahkan cuma dikasih secangkir teh makanan saban hari.





comments powered by Disqus