kabar

Dilarang punya anjing di Iran

Jika ketahuan punya anjing bisa dicambuk 74 kali atau denda Rp 3,8 juta sampai Rp 38,5 juta.

06 November 2014 07:04

Para pemilik anjing di Iran mesti berhati-hati. Kalau ketahuan bisa dicambuk 74 kali atau denda 200 hingga dua ribu pound sterling atau Rp 3,8 juta sampai Rp 38,5 juta.

Surat kabar beraliran reformis Shargh melaporkan sebanyak 32 anggota parlemen Iran telah mengajukan rancangan undang-undang melarang orang memelihara anjing. Kebanyakan merupakan politisi berpandangan konservatif. Elias Naderan, Esmail Kowsari, dan Fatemeh Alia termasuk di antara politisi berpengaruh di parlemen menyokong draf beleid ini.

"Berjalan-jalan dengan anjing, menjual, atau memelihara mereka dalam rumah bakal dihukum cambuk 74 kali atau denda Rp 3,8 juta sampai Rp Rp 38,5 juta," demikian bunyi proposal akta itu. Namun undang-undang ini tidak berlaku bagi polisi, pemburu berizin, petani, dan penggembala.

Menurut rancangan aturan itu, bermain bareng anjing atau monyet berbahaya bagi kesehatan dan mengancam keamanan orang lain, terutama anak-anak dan perempuan. Proposal undang -undang ini menegaskan hal semacam itu melanggar budaya Islam.

Islam mengajarkan anjing itu binatang najis dan haram dimakan. Jika terkena air liurnya mesti dicuci tujuh kali masing-masing memakai debu dan air. Hanya sebagian warga di permukiman elite di utara Ibu Kota Teheran memelihara anjing dalam rumah mereka.

Polisi syariah Iran sejatinya sudah diterjunkan di tempat-tempat umum untuk menyisir para pemilik anjing. Mereka biasanya diberi peringatan atau anjing milik mereka langsung diambil.

Kelompok garis keras di Iran benar-benar mencemaskan apa yang mereka sebut sebagai serangan budaya dari Barat. Mereka memandang memelihara anjing meniru budaya Barat.

Para pejabat senior negara itu, termasuk Kepala Kepolisian Iran Esmail Ahmadi Moghaddam, telah memperingatkan para pemilik anjing. Moghaddam dua tahun lalu bilang pihaknya siap menindak tegas para pemilik anjing.

Ayatullah Makarim Syirazi, ulama radikal terkemuka, sudah mengeluarkan fatwa haram memiliki anjing.

Jika melihat parlemen Iran dikuasai kubu konservatif, rancangan undang-undang itu kemungkinan besar bakal disahkan.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketegangan dengan Iran meningkat, Saudi uji coba sirene tanda ada serangan udara

Bin Salman stres berat mengetahui dampak serangan terhadap dua fasilitas Aramco itu. "Dia sampai menenggak lebih banyak obat penenang," kata sumber Albalad.co dalam lingkungan istana.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.

23 September 2019
UEA bangun sinagoge pertama
22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR