kabar

ISIS penggal tawanan asal Inggris

"Pembunuhan brutal terhadap Alan Henning oleh ISIS menunjukkan betapa teroris ini sungguh barbar dan menjijikkan," kata Cameron.

04 Oktober 2014 17:33

Perdana Menteri Inggris David Cameron kemarin malam membenarkan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah memenggal relawan kemanusiaan asal negaranya, Alan Henning. Dia bersumpah akan memburu dan menghukum pelaku seadil-adilnya.

"Pembunuhan brutal terhadap Alan Henning oleh ISIS menunjukkan betapa teroris ini sungguh barbar dan menjijikkan," kata Cameron dalam pernyataan tertulis dikeluarkan kantornya. "Alan pergi ke Suriah untuk menolong orang-orang dari semua kepercayaan tengah membutuhkan bantuan."

Obama mengecam pula pembunuhan Henning. "Tuan Henning membantu meningkatkan kehidupan rakyat Suriah dan kematiannya adalah kehilangan besar bagi mereka, keluarganya, dan warga Inggris," ujarnya.

Dalam rekaman itu, nyaris persis tiga rekaman eksekusi sebelumnya, seorang anggota ISIS bertopeng menunjukkan satu tawanan bernama Peter Kassig, warga Amerika.

Seraya berdiri di atas lutut, Henning, ayah dua anak, berbicara singkat sebelum dipenggal. "Saya Alan Henning. Karena parlemen kita memutuskan menyerang Negara Islam, saya sebagai warga Inggris sekarang akan membayar harga dari keputusan itu."

Sang algojo bertopeng dengan pisau belati juga menyampaikan sambutan. "Darah David Haines tanggung jawab Cameron. Alan Henning juga akan dipenggal tapi darahnya kesalahan parlemen."

Inggris ikut dalam pasukan koalisi dipimpin Amerika menyerbu basis pertahanan ISIS di Irak dan Suriah.

Kelompok dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini pernah melansir tiga rekaman video eksekusi dua wartawan Amerika James Foley dan Steven Sotloff serta satu relawan Inggris bernama David Haines.

Herve Gourdel, tawanan dari Nice, Prancis, dibunuh oleh Jund al-Khalifah, kelompok terkait ISIS, pada 24 September lalu.

Dalam rekaman video terbaru ISIS mengancam membunuh Kassig. "Obama, Anda telah mulai menggempur Syam (Suriah), menyerang rakyat kami. Jadi dibenarkan bagi kami memotong leher rakyatmu," ujar lelaki berpenutup muka itu.

Dua pejabat Amerika menolak disebutkan identitasnya membenarkan ISIS memang menyekap Peter Kassig. Namun keduanya menolak menjelaskan lebih lanjut.

Henning, 47 tahun, akrab disapa Gadget, bergabung dalam sebuah konvoi kemanusiaan. ISIS menangkap dia pada 26 Desember tahun lalu saat baru menyeberang dari Turki ke Suriah.

Lewat televisi Barbara Henning awal pekan ini memohon kepada ISIS buat membebaskan suaminya. "Tolong bebaskan dia. Kami ingin dia pulang."

Muhammad Syafiq, bos lembaga amal Ramadan Foundation menyebut Henning sebagai pahlawan Inggris. "Pembunuhan barbar atas dirinya merupakan serangan terhadap semua manusia bermartabat di dunia ini," katanya.

ISIS diyakini masih menawan sejumlah warga asing. Dalam rekaman video dilansir kemarin, wartawan foto asal Inggris John Cantlie memohon dibebaskan.

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Merah di Baghdad haram di Najaf

Perayaan Hari Valentine di Baghdad berlangsung meriah.

Jihadis asing di Suriah. (www.dailymail.co.uk)

Rengekan jihadis Prancis

"Saya benar-benar marah karena iPod saya tidak bisa dipakai di sini. Saya harus pulang," tulis seorang jihadi dalam suratnya.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia mengklaim sebagai khalifah setelah ISIS merebut Kota Mosul, Irak, Juni lalu. (theweek.com)

Jejak darah di sandal plastik

Hingga Juni 2014 penjara tadinya dihuni sedikitnya 23 orang berkurang menjadi tujuh tawanan.

ISIS eksekusi Alan Henning. (www.nydailynews.com)

Trio Amerika dan Inggris

Saat ISIS tengah berpacu dalam perundingan, kondisi dialami tawanan kian menyeramkan. Mereka bahkan cuma dikasih secangkir teh makanan saban hari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Trump tidak akan beri sanksi Arab Saudi terkait kasus Khashoggi

Trump mengatakan memelihara relasi baik dengan Arab Saudi sangat penting untuk kepentingan Amerika, Israel, dan para sekutu Amerika di Timur Tengah.

21 November 2018

TERSOHOR