kabar

Pemegang kunci Kabah wafat

Syekh Abdul Qadir Taha asy-Syaibi mengembuskan napas terakhir dalam usia 74 tahun.

24 Oktober 2014 12:03

Pemegang kunci Kabah Syekh Abdul Qadir Taha asy-Syaibi wafat kemarin di Kota Makkah, Arab Saudi. Dia mengembuskan napas terakhir dalam usia 74 tahun.

Dia berasal dari Bani Syaibah, suku pemegang kunci Kabah jauh sebelum Islam datang. Setelah Nabi Muhammad menguasai lagi Makkah, dia tetap membiarkan Bani Syaibah secara turun-temurun memegang kunci pintu kiblat umat Islam sejagat itu.

Syekh Abdul Qadir baru empat tahun menjalankan kewenangan itu. Dia meneruskan posisi tradisional itu setelah pemegang kunci sebelumnya, yakni saudara kandungnya, Syekh Abdul Aziz asy-Syaibi, meninggal pada November 2010 setelah menjalani tugas sebagai pemegang kunci Kabah selama 18 tahun.

Keluarga pemegang kunci Kabah saat ini merupakan keturunan dari Syaibah bin Usman Abi Talha, hidup di masa Nabi Muhammad. "Ambillah kunci ini wahai Bani Talha selamanya hingga hari akhir dan kunci ini tidak akan diambil dari keturunan kalian kecuali oleh penguasa lalim dan tidak adil," kata Rasulullah saat kembali ke Makkah usai menetap di Madinah selama 13 tahun.

Seekor merpati di atap Kabah. (Twitter)

Burung merpati buang kotoran di atap kabah

Banyak jamaah umrah memberikan makanan burung dijual satu riyal per bungkus.

Putera Mahkota Arab Saudi bin Salman saat berada di atap Kabah pada 12 Februari 2019. (Twitter)

Anak Raja Salman dikecam karena naik ke atap Kabah

Ratusan aparat keamanan mengelilingi Kabah dan hanya menyisakan dua jalur bagi jamaah buat bertawaf.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.





comments powered by Disqus