kabar

Sumbangan donatur Arab bisa bayar gaji seratus ribu pejuang ISIS

Jihadis asing memperoleh gaji tertinggi, mulai Rp 10,3 juta saban bulan.

24 Februari 2015 12:05

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) masih memperoleh sumbangan dalam jumlah besar dari simpatisan mereka di negara-negara Arab di luar Suriah dan Irak. Dana bantuan ini diperkirakan bisa membayar gaji hingga seratus ribu anggota milisi itu.

Fuad Husain, kepala staf Presiden Kurdi Masud Barzani, Ahad lalu menjelaskan negara Arab superkaya di Teluk Persia secara terbuka atau tertutup memasok dana bagi kelompok pemberontak di Suriah. Hanya saja dia menekankan, sebagian besar milisi sudah bergabung dengan ISIS atau Jabhat an-Nusrah, berafiliasi dengan Al-Qaidah.

"Ada sokongan bagi Dais (kepanjangan dari Daulah Islamiyah, nama lain ISIS) di banyak negara Arab dalam bentuk fulus dan itu sebuah petaka," kata Husain kepada surat kabar the Independent. "Mereka kini mempunyai duit dan senjata."

Dia menolak menyebut negara Arab mana saja memberi donasi bagi ISIS. Dia cuma bilang mereka adalah negara-negara Arab Teluk dulu membiayai pemberontak Arab Sunni di Irak dan Suriah.

Menurut Dr Mahmud Usman, mantan anggota parlrmen Irak dari suku Kurdi, bantuan itu diberikan lantaran mereka takut, bukan sekadar menyokong. "Negara-negara Arab Teluk menyumbang uang kepada Dais dan dijanjikan Dais tidak bakal beroperasi di wilayah mereka," ujarnya.

The Independent telah mewawancarai sejumlah penduduk Mosul atau warga kota itu baru saja kabur dari sana. Mereka mengatakan ISIS merekrut paling sedikit satu lelaki dari tiap keluarga di Mosul, kota dihuni sekitar 1,5 juta orang. Siapa saja menolak menjadi pejuang ISIS bisa dihukum, mulai cambuk 80 kali hingga dibunuh.

Rekrutmen baru ini diupah US$ 500 atau Rp 6,4 juta per bulan, namun gaji mereka sekarang disunat menjadi US$ 350 (Rp 4,5 juta). Perwira dan komandan mendapat bayaran jauh lebih tinggi. Seorang warga Mosul menolak ditulis namanya mengungkapkan jihadis asing - berjumlah sekitar 20 ribu - mendapat gaji bulanan mulai US$ 800 (Rp 10,3 juta).

Tadinya kewajiban menjadi pejuang ISIS bagi pemuda berumur minimal 18 tahun, tapi aturan itu diubah. Usia di bawah 18 tahun juga mesti ikut. Inilah memicu banyak keluarga berusaha meninggalkan Mosul.

"Saya kenal tiga jihadis asing," kata Ahmad, 45 tahun, penjaga toko masih bekerja di Mosul. Dia biasa melihat mereka di pos pemeriksaan. Satu orang Turki dan dua lainnya dari Eropa. Beberapa dari mereka bisa berbahasa Arab sedikit.

Dia menceritakan dapat berkenalan dengan ketiganya karena mereka rajin membeli minuman ringan di toko tempat dia bekerja. Ahmad bilang pejuang ISIS asal Turki memakai telepon satelit - fasilitas khusus bagi jihadis asing - bila ingin berkomunikasi dengan keluarganya. "Militan asing mendapat banyak keistimewaan dalam hal gaji, rampasan perang, dan bahkan tawanan (perempuan)," ujarnya.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Persenjataan ISIS dari Amerika dan Arab Saudi

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.

Sekolah Dasar Imam Khomeini di Mosul, utara Irak. (Al-Arabiya)

Sekolah dasar di Mosul diberi nama Imam Khomeini

Dianggap sebagai tindakan provokatif.

Perdana menteri Irak Haidar al-Abadi bersalaman dengan seorang komandan pasukan Irak setibanya di Kota Mosul, 9 Juli 2017, untuk mengumumkan pembebasan Mosul dari ISIS. (Twitter/@HaiderAlAbadi)

Irak bebaskan Mosul dari ISIS

Sepekan sebelumnya, Abadi sudah mengumumkan berakhirnya khilafah islamiyah versi ISIS setelah pasukan Irak merebut Masjid An-Nuri telah menjadi puing akibat diledakkan ISIS.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Bahrain akan bina hubungan diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah bulan lalu menyatakan Israel berhak membela diri kalau diserang.

20 Juni 2018

TERSOHOR