kabar

Lelaki Saudi divonis mati lantaran murtad

Dalam rekaman video diunggah di Internet, pria 20-an tahun itu tengah menyobek-nyobek dan memukuli Al-Quran menggunakan sebuah sepatu.

24 Februari 2015 21:09

Sebuah pengadilan agama di Arab Saudi telah menjatuhkan vonis mati atas seorang lelaki tidak disebutkan namanya karena murtad atau meninggalkan agama Islam, seperti dilansir surat kabar berbahasa Inggris Saudi Gazette hari ini.

Rekaman video telah diunggah di Internet oleh pria 20-an tahun itu menjadi bukti dia telah keluar dari agama Islam. Dalam video itu, laki-laki ini tengah menyobek-nyobek Al-Quran dan memukuli kitab suci umat Islam itu memakai sebuah sepatu.

Arab Saudi memberlakukan syariat Islam memang menerapkan hukuman mati bagi orang murtad, pelaku pembunuhan, penyelundup narkotik, dan penzina.  Masyarakat internasional, terutama pegiat hak asasi manusia, mengecam negeri Dua Kota Suci itu lantaran masih menerapkan hukuman mati.

Sistem hukum Saudi baru-baru ini disorot setelah narablog Raif Badawi dikenai hukuman cambuk seribu kali. Pelaksanaan vonis itu dicicil 50 kali cemeti saban pekan. Tapi cambukan itu dihentikan sementara karena alasan kesehatan dan tekanan dunia.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus