kabar

Hujan duit hentikan lalu lintas di Kota Kuwait

Tidak diketahui dari mana hamburan duit itu berasal.

25 Februari 2015 10:08

Sebuah kejadian tidak lazim berlangsung awal bulan ini di Kota Kuwait. Lalu lintas berhenti lantaran ada hujan duit.

Peristiwa itu berlangsung di Jalan As-Suur, kawasan Al-Murqab, dekat gedung Burj Jasim. Para pengendara mobil dan pejalan kaki langsung berebut memungut fulus berhamburan setelah jatuh dari atas.

Kejadian ini direkam oleh seorang pengemudi perempuan terjebak dalam kemacetan menggunakan telepon selulernya. Rekaman video berdurasi semenit ini lantas diunggah di situs YouTube pada 9 Februari. Saat kejadian, angin memang bertiup kencang.

Tidak diketahui dari mana hamburan uang itu berasal. Sejumlah laporan menyebut duit itu beterbangan saat seorang karyawan tengah mengisi cadangan duit di mesin anjungan tunai mandiri.

Polisi tiba di lokasi menyuruh para pemungut fulus itu segera kembali ke kendaraan mereka.

Seekor unta milik Qatar tergolek lemah setelah terjebak berhari-hari di perbatasan Arab Saudi dalam kondisi lapar. (The New Arab)

Arab Saudi larang hewan ternak dari negara tetangga cari makan di wilayahnya

Larangan itu berlaku lima tahun mulai 11 September lalu.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

MUI desak Arab Saudi bebaskan semua ulama ditahan

Arab Saudi sebaiknya menilai demokratisasi berkembang di negara-negara Arab dan muslim, termasuk di Saudi sendiri, sebagai langkah maju demi memperbaiki situasi dan untuk kemajuan kolektif.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.





comments powered by Disqus