kabar

Pembantu asal Cile dan Maroko biasanya ditolak bekerja di Arab Saudi

Kebanyakan dari mereka cantik.

25 Februari 2015 11:05

Ibu-ibu rumah tangga di Arab Saudi biasanya menolak pembantu asal Cile dan Maroko bekerja di rumah mereka. Alasannya, sebagian besar pembantu perempuan dari dua negara itu cantik.

"Dalam tiap kesempatan pembantu ayu biasanya ditolak oleh perempuan Saudi, tapi mereka bakal senang hati menerima pembantu berwajah jelek," kata seorang perekrut pembantu di negeri Dua Kota Suci itu.

Beberapa perempuan Saudi beralasan memperkerjakan pembantu cantik bisa memicu keretakan rumah tangga. Sebab, bisa saja sang suami kepincut dan akhirnya berselingkuh dengan pembantu.

Menurut situs Kementerian Tenaga kerja Arab Saudi, Musanid, ibu-ibu rumah tangga di negara ini paling sering menolak pembantu dari Cile dan Maroko. Selain karena berwajah memikat, orang-orang dari dua negara itu dikenal tidak sabaran buat mengerjakan semua tugas mereka.

Ali al-Amri, pemilik perusahaan perekrutan buruh migran, kadang kaget dengan permintaan dari sejumlah ibu rumah tangga di Saudi. Mereka biasa menuntut pembantu dari Cile atau Maroko tidak berupa menawan. Buat memastikan tidak cantik, mereka kerap meminta foto calon pembantu itu.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus