kabar

ISIS bakar ribuan buku dan naskah langka koleksi perpustakaan Mosul

Seorang pejabat museum meyakini 112.709 manuskrip dan buku, beberapa di antaranya terdaftar sebagai barang amat langka versi UNESCO, lenyap.

26 Februari 2015 09:46

Militan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) awal bulan ini telah menyerbu Perpustakaan Umum Mosul. Mereka membakar ribuan buku, naskah, dan dokumen kuno.

Sejumlah laporan awal menyebut milisi ISIS melumat sekitar delapan ribu buku. Tapi kepala koresponden internasional stasiun televisi Ar-Rai Elijah J. Magnier mengatakan kepada surat kabar the Independent, seorang pejabat museum meyakini 112.709 manuskrip dan buku, beberapa di antaranya terdaftar sebagai barang amat langka versi UNESCO, lenyap.

Direktur Perpustakaan Umum Mosul Ghanim at=Thaan mengungkapkan SIS kemudian meledakkan gedung perpustakaan itu memakai bom rakitan. "Orang-orang berusaha mencegah kelompok teroris ini membakar perpustakaan tapi gagal," kata seorang penduduk Mosul kepada IraqiNews.com.

Kejadiannya pada Ahad. Gerombolan anggota ISIS mengumpulkan buku-buku naskah soal ilmu pengetahun serta budaya. Para mahasiswa menyaksikan hal itu penuh ketakutan. Diyakini yang ikut dibakar antara lain arsip semua surat kabar Irak mulai awal abad ke-20, peta, buku, dan koleksi dari zaman Kesultanan Usmaniyah.

Warga Mosul Rayan al-Hadidi bilang suasana sedih dan marah menyelimuti Mosul. "Saya menangis hari ini (kemarin) atas situasi kami hadapi," ujar aktivis sekaligus narablog ini kepada the Fiscal Times. Situs milik Perpustakaan Umum Mosul kemarin juga ditutup.

Seorang profesor sejarah di Universitas Mosul mengatakan kepada kantor berita Associated Press, kaum ekstremis itu mulai menghancurkan perpustakaan - dibangun pada 1921 dan menjadi simbol kelahiran Irak modern - awal bulan ini. Dia mengklaim ISIS juga sudah merusak perpustakaan muslim Sunni, perpustakaan gereja berusia 265 tahun, dan Perpustakaan Museum Mosul.

Namun laporan lain menulis ISIS belum membakar semua koleksi buku. Beberapa warga Mosul mengaku melihat sejumlah truk bernomor pelat Suriah tengah malam mengangkut dokumen dan buku.

Sebuah laporan dari media setempat seperti dikutip Associated Press menyebut penduduk Mosul menyaksikan sekitar dua ribu buku - termasuk buku cerita anak, puisi, filsafat, olahraga, kesehatan, budaya, dan ilmu pengetahuan - dibawa memakai enam truk bak terbuka.

Selama invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003, Perpustakaan Umum Mosul juga dirusak. Banyak koleksi berharga hilang. Tapi berkat upaya penduduk di sana - menyelamatkan begitu banyak manuskrip dalam rumah-rumah mereka - dan fulus dari keluarga-keluarga tajir membeli kembali buku-buku hilang, telah memelihara koleksi perpustakaan itu.

Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Arab Saudi menghadiahkan Kalashnikov dan peluru emas kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan saat berkunjung ke Islamabad pada 15 Januari 2019. (Twitter)

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Milisi Asy-Syabab menyerbu Hotel Dusit di Ibu Kota Nairobi, Kenya. (Nairobi News)

Asy-Syabab serbu hotel mewah di Nairobi

Penyerang berjumlah empat orang.

Perempuan Arab Saudi mengendarai sepeda motor. (Arab News/Supplied)

1.600 warga Arab Saudi jalani operasi ganti kelamin

Kebanyakan adalah perempuan ingin menjadi lelaki.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

18 Januari 2019

TERSOHOR