kabar

Jihadi John dalam ingatan

"Kami tidak melihat dia enam pekan. Dia berbeda sejak mengalami cedera otak," tutur bekas teman sekolah Imwazi.

01 Maret 2015 08:04

Orang-orang pernah mengenal mencoba menggali ingatan mereka soal Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Para tetangganya di kawasan Maida Vale, London Barat, Inggris, mengenal Imwazi sebagai lelaki saleh dan rajin salat di masjid dekat rumahnya. "Dia muslim taat, salat berjamaah empat atau lima kali sehari di masjid," kata Sharaft Ullah, 42 tahun, sopir taksi biasa salat di masjid dekat tempat tinggal Imwazi di the Harrow Road.

Ketika bersekolah di Quintin Kynaston Community Academy di bilangan St John's Wood, London Utara, Imwazi dikenal dengan panggilan "Mo Kecil" lantaran perawakannya kurus. Dia kerap menjadi sasaran pelecehan oleh anak-anak sekolah lain.

Seorang bekas teman sekolahnya bercerita gerombolan empat atau lima anak berusia 15 dan 16 tahun biasanya menunggu Imwazi, 14 tahun, di luar Quintin Kynaston. "Mereka bakal merampas uang makan siang Imwazi dan sedikit mendorong dia," katanya.

Mantan teman Imwazi di Quintin Kynaston mengaku Imwazi saat kelas 9 ketahuan menjadi simpatisan Nazi dalam sebuah pelajaran. "Guru menjelaskan kepada kami Nazi telah berencana melenyapkan semua orang Yahudi," ujar lelaki 27 tahun ini. "Saya dengar Muhammad berceletuk, 'Bagus, mereka memang pantas dibunuh.'"

Dia tadinya mengira Imwazi cuma berseloroh. Tapi kemudian Imwazi bilang dia memang membenci semua orang Yahudi dan menyalahkan mereka atas penderitaan kaum muslim.

Bekas teman sekolahnya ini mengungkapkan keduanya pernah melewati rumah orang Yahudi di daerah Golders Green. Imwazi tiba-tiba saja berteriak, "Yahudi bangsat!" Dia menambahkan Imwazi membenci mantan Presiden Amerika Serikat George Bush dan bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair serta ingin membunuh mereka.

Seorang gurunya di Quintin Kynaston bercerita Imwazi pernah menjalani terapi di sekolahnya buat mengontrol emosinya kerap tidak stabil.

Barangkali inilah penyebabnya: dia pernah jatuh akibat menabrak tiang gawang. Kejadiannya saat Imwazi kelas 6 di Sekolah Dasar St Mary Magdalene Church of England, Maida Vale, London Barat.

Seorang bekas teman sekolahnya menjelaskan Imwazi waktu itu berlari ketakutan seperti dikejar seseorang. Dia kelihatannya baru saja berkelahi. Seorang bocah lain menghalangi dan dia berlari ke arah gawang hingga menabrak tiang lalu jatuh. "Kami tidak melihat dia enam pekan. Dia berbeda sejak mengalami cedera otak," tuturnya. "Saya katakan kepada Anda satu juta persen dia tidak lagi sama."

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

Pembelot ISIS bernama Saleh. (thetimes.co.uk)

Alasan sandera ISIS kelihatan tenang saat mau dieksekusi

ISIS kerap mempraktekkan eksekusi bohongan dan meyakinkan semua sandera ini cuma untuk rekaman video.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Jihadi John minta maaf kepada keluarga

Muhammad Imwazi meminta maaf melalui pihak ketiga.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Oman dan Sudan izinkan wilayah udara mereka dilintasi pesawat Israel

Klaim Netanyahu ini sekaligus membuktikan kian mesranya hubungan antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dengan Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR